"Dia kenapa selalu menggemaskan sih," gumam lelaki itu. Dia memilih melangkah ke bilik mandi yang berada di kamar tamu. Tidak ingin membuat Amara makin cemberut karena terus ia jahili. Beberapa hari berlalu, Amara lupa jika ia telat haid. Karena Kean yang mengatasnamakan hukuman membuat dia terbaring di ranjang. Petang ini wanita tersebut berbaring lantaran merasakan meriang. "Padahal udah minum obat, kenapa masih belum mendingan," keluh wanita itu. Dia memejamkan mata merasakan pusing yang menghantap kepala. Baru saja terlelap beberapa menit, dering ponsel terdengar membuat dia memaksakan melek lalu meraih benda pipih tersebut dan menempelkan ke telinga. "Jangan tunggu, aku. Aku bakal pulang larut malam," lontar Kean. Amara yang mendengar ucapan suaminya menganggukan kepala lalu

