Mendapati sang istri yang hendak mengeluarkan suara, Kean langsung menyela membuat Amara bungkam kembali. "Udahlah, sana kamu mandi!" Setelah berkata demikian, lelaki itu langsung melangkah keluar dari kamar. Sebelum Kean pergi terlalu jauh, Amara segera mengeluarkan suara. "Maafin aku, Tuan." Kean hanya melirik sekilas lalu kembali berjalan keluar tanpa membalas ucapan sang istri. Amara memandang sedih kepergian lelaki yang beberapa hari lalu menikahinya. Tidak terasa waktu kini menunjuk jam tujuh malam, Kean masih terus diam seribu bahasa. Membuat Amara semakin merasa bersalah, keduanya kini berada di dalam kamar. Kala mendengar pintu di ketuk, lelaki ini segera membuka dan memandang datar orang yang menunduk hormat dan membawa hidangan. "Makan malam sudah siap, Sir." Lelaki i

