"Kau-?" Sheeran menudingkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Alfdrein. Bola mata wanita itu membulat lebar, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia alamai. Dia sangat sadar untuk dikatakan tidak sadar. Sheeran mengingatnya dengan sangat jelas. Tadi dia sedang berada di taman, ia ingin mendekat, tapi Alfdrein melarangnya dengan dalih terlalu berbahaya untuk wanita hamil seperti Sheeran berada di gerombolan itu. Lalu mereka bertengkar sebentar, sebelum pada akhirnya Alfdrein yang tidak memiliki hak apa pun padanya itu memberi izin. Setelah itu, ketika ia ingin melihat hal yang menjadi pusat perhatian orang-orang yang perlahan-lahan mulai membubarkan diri, Alfdrein tiba-tiba muncul di hadapannya, menutup matanya, lalu melakukan entah apa, yang dalam hitungan tak sampai lima

