Alfdrein sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Pikirannya buntu. Ia mungkin berhasil melarikan diri saat bertarung dengan Lucifer. Tapi sebentar lagi iblis kejam itu pasti akan menemukan keberadaannya. Ia yakin itu. Perisai yang ia ciptakan tak akan cukup kuat. Mereka pasti bisa menembusnya sewaktu-waktu. Alfdrein tak cukup yakin Tuhan akan membantunya. Ia adalah makhluk pendosa. Sangat mustahil. Dok-dok-dok! Ketukan keras terdengar dari luar. Alfdrein menatap ke arah jam yang terpasang di dinding. Ini tengah malam. Siapa yang berkunjung di jam selarut ini? Iblis itu lantas berdiri, menghela kakinya menuju pintu yang tak jauh dari sofa yang ia tempati. Mungkin hanya penyewa yang ingin menyerahkan sejumlah uang padanya. Jujur saja, ia tak butuh kertas multifungsi itu. Alfdrein bisa

