"Hoek-hoek-hoek." Sheeran memuntahkan isi perutnya ke dalam wastafel. Pagi tadi, ia terbangun dengan perut yang mual luar biasa. Wanita itu tidak tahu ia kenapa. Sheeran rasa dia tidak masuk angin. Udara tadi malam juga tidak terlalu dingin, malah cenderung panas. "Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Kenapa dari tadi aku mual-mual seperti ini?" Sheeran menegakkan tubuh lemasnya. Ia mengambil handuk yang tersampir di sisi wastafel, lalu menggunakan kain kasar itu untuk mengelap mulutnya yang basah. Ia lantas menatap wajahnya yang terlihat agak tembam dari kaca yang terpasang di dinding depannya. "Aku merasa sangat aneh," gumamnya sambil menepuk-nepuk kedua pipinya. "Ini tidak logis. Dalam satu malam aku bisa hamil. Aneh, sangat aneh." Ia masih bergumam. "Apa aku mual-mual seperti ini k

