BAB 22

813 Words

"Apa tadi kau bilang, ayah? Maksudmu apa?" Sheeran berusaha menegakkan tubuhnya. Ia menatap Alfdrein dengan mata memicing. "Ayah? Oh itu, aku berdoa semoga anakmu mirip dengan ayahnya yang pasti sangat tampan," jawab Alfdrein dengan senyum mengembang. "Aku tidak ingat punya suami. Jadi, jangan berdoa seperti itu." Sheeran berkata tak bersemangat, sambil mengelus-elus perutnya. Mata perempuan itu tampak menerawang ke depan, dan Alfdrein jelas mampu membaca pikiran istrinya. Iblis itu menghela napasnya. Ia memandang sendu Sheeran. Semua hal yang terjadi itu, pasti sangat membebani istrinya itu. Tapi mau bagaimana lagi, untuk sekarang Alfdrein tak mampu melakukan apa pun. Lebih baik Sheeran melupakan segalanya daripada mengingatnya dan malah membahayakan wanita itu dan anak mereka. Yang A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD