Pov dini Kak Dali dengan santainya berjalan, untuk kembali ke kamarnya. melewati ku yang sedang berdiri di ambang pintu dapur, tercium wangi tubuhnya membuatku semakin gelagapan. "Kak" panggilku dengan pelan, masih menutup mata, dengan jari tangan yang sedikit direnggangkan. "Kenapa Din?" jawab Kak Dali, sambil membalikkan badannya. "Tubuh kakak, lebam-lebam seperti itu, mau aku obati dulu nggak?" tanyaku, mengeluarkan pertanyaan b0doh, kenapa aku bisa jadi salah tingkah seperti ini, merasa ada kekeliruan yang kuucapkan, dengan cepat Aku menutup mulut. Tubuhnya yang lebam, mungkin karena kena pukulan. ketika dia menyelamatkanku, dari perbuatan keji kak dani. "Nggak usah, aku baik-baik aja kok, mendingan kamu mandi saja" pinta Kak Dali, sambil melanjutkan langkah menuju kamarnya

