Pov dini "Udah jangan nangis terus, Maafin aku ya, Aku nggak jahat, Kok. cuma memberi pengertian aja, dan buat pembelajaran kamu kedepannya. kebaikan itu tidak semua, bisa dibalas dengan uang" Kak Darda sambil terus menenangkanku. Namun tangisku tidak berhenti. Malah semakin keras, walau mereka cuma bercanda, tapi aku bener benar takut, kalau mereka benar benar marah terhadapku. Mereka bertiga terus berusaha menenangkanku, seperti orang tua yang lagi menenangkan anaknya. "Udahlah, biarin saja, kalau dia nangis terus, nanti aku Buatkan surat keterangan hutang, yang bunganya empat kali lipat." ancam Kak Angga yang terdengar serius, membuatku perlahan menghentikan suara tangis. karena takut ancaman itu benar benar terjadi. jangankan untuk membayar hutang empat kali lipat, yang sekali

