Pov dali "Aira," jawabnya, sambil menerima uluran tangan Angga. "Sudah ngga, ayo kita pergi, jangan buatku malu. " ajakku. sambil menarik lengan Angga, supaya menjauh dari Aira. "Aira, nama yang cantik, serasi dengan orangnya," ujar Angga, sambil mengibaskan tangannya yang aku pegang. "Maaf ya, Ra. temanku agak rada-rada," tegasku, sambil menaruh telunjuk di depan kening, lalu memegang kembali tangan Angga mengajaknya untuk segera pergi. "Apaan sih, kamu duluan aja" sanggah Angga, sambil memberikan kunci mobilnya "Ya Sudahlah, aku duluan ya, Ra." pamitku sama Aira, sambil berlalu meninggalkan mereka berdua. Setelah duduk di kursi, Angga masih mengobrol dengan Aira, terlihat mereka berdua mengeluarkan handphone, mungkin untuk bertukaran nomor kontaknya. Aku hanya bisa memperhatikan

