Bab.6 Cinta Terlarang

1100 Words
Setelah melewati jam pelajaran Pak Victor dan Pak Robby, Alona bergegas merapikan tasnya, baru saja dia ingin keluar kelas, ada salah satu mahasiswi yang menemuinya, dia bernama Rachel. "Al, loe ditunggu Pak Victor tuch diparkiran mobil khusus dosen." "Hah! Sekarang?' "Ya lah sekarang, cieee loe jadi anak kesayangannya Pak Victor ya?" goda Rachel pada Alona "Jangan gosip aja loe ahh, nggak usah ngomong sembarangan, loe mau gue aduin sama Pak Victor." "Eh janganlah, gue cuman bercanda, ya udah sana temuin dulu, mana tahu penting." "Okay makasih ya Rachel." "Ya sama - sama." Alona keluar kelas lalu berjalan menuju parkiran mobil khusus dosen. Sesampainya di sebuah mobil yang sudah dia hafal, Alona mengetuk kaca mobil itu, kemudian Pak Victor mempersilahkan masuk. "Masuk my dear, kita pulang ke rumahku ya." "Pak, asli apa nggak berlebihan ya, anak - anak kampus lama - lama curiga, mereka anggep saya nanti cewek nggak bener." "Sejak kapan kamu mau musingin omongan orang, kan memang kamu pacar saya, mau apa mereka, saya tahu tanpa kamu cerita, inget sekali aja mereka niat jahatin kamu, apalagi mereka sampai berani merendahkan kamu, maka jangan salahkan saya, semua akan selesai dalam hitungan detik, dan dengan mudah saya jadikan debu semuanya." "Ya nggak gitu juga Pak, saya masih berani kok lawan mereka." "Nggak bisa begitulah, kamu itu pacar saya, nggak akan saya biarkan mereka seinci pun melukai kamu, walaupun itu hanya sekedar ucapan belaka." "Terus ini kita mau kemana sich pak?" "Ke rumahku, sudahlah rehat saja nanti saya bangunkan." "Tetapi saya belum ngantuk Pak, masih mikirin malam kedua itu." "Oh ya, kenapa lagi my dear, apa kamu kangen sama sosok Vlad?" "Ya sangat dan ingin setiap hari bersama." "As soon as my dear." "Maksudnya?" tanya Alona dengan rasa penuh kebingungan "Nanti kamu akan tahu, sebentar lagi, jika sudah sampai di rumah saya." "Hmm... you always mysterious." "Ya, karena aku diciptakan untuk menjadi misterius." "Jangan aneh - aneh ya, intinya jangan lupa anterin aku pulang, kalau urusan kita sudah selesai." "Of Course My Dear." "So kalau di luar kampus, apa perlu saya manggil Pak Victor lagi?" "No.. just call me Victor." "Okay.. aku tidur dulu ya, entah kenapa kalau ada di mobil kamu, di rumah kamu, aku cepet banget ngantuknya." "Because you are my truly mate." "Tetapi... apa mungkin kamu dan aku benar - benar bisa menyatu." "Bisa dan memang sudah digariskan semuanya, kamu adalah permaisuriku." "Aku belum ngomong sama Papah dan Mamah tentang siapa diri kamu sebenarnya, apa bisa mereka menerima identitas aslimu, Victor?" "Aku yakin, mereka akan memberikan restu, namun masalah kebenaran, selama mereka tidak curiga, semua akan baik - baik aja my dear." "Ya kamu mah selalu gampangin Victor, kamu nggak mikir panjang kan, kalau kita paksakan hubungan ini dengan demikian akan ada resiko besar, bagaimana kalau mereka sampai tahu, kalau pacarku adalah dari bangsa..." "Hmm semua sudah aku pikirkan my dear, udah kamu tenang aja, sekarang kamu tidur aja" "Enak aja, nggak sesimple itu Victor, kamu itu aahh, capek." "Aku yang akan menjadi garda terdepan, kalau sampai nanti ada apa - apa, karena menurutku tidak ada yang salah." "Ya cinta kita memang nggak salah, tetapi darah kita yang beda, kamu paham nggak sich?" "I know my dear, just calm dawn, aku ini bisa melakukan apapun, aku pastikan tidak akan jadi masalah." "Ya tetapi jika ada aja yang bisa lihat siapa kamu sebenarnya, cinta kita ini terlarang." "Terlarang karena apa, beda darah, beda dunia, itu kan maksud kamu, siapapun kita, berhak saling mencintai, tidak ada satu pun manusia yang boleh memisahkan kita, karena jika ada, aku pastikan mereka yang akan aku musnahkan dengan sekali jentikan jariku ini." "Ya nggak boleh lah, itu namanya kamu jahat." "Sekarang aku tanya, jika kamu sangat menyayangi seseorang, terus kamu dipaksa untuk berpisah, apa kamu akan diam aja, nggak kan?" "Ya sich, tetapi nggak pake cara ekstreem juga Victor." "Bangsaku nggak mengenal akan dosa atau apapun, yang terpenting bagi kami adalah sebuah keabadian, aku hanya mau kamu satu - satunya yang menjadi permaisuriku, nggak perlu aku wanita lainnya." "Hmm... lalu bagaimana bisa kamu abadi hingga ribuan tahun Victor?" "Silsilahku memang sudah kerajaan my dear, namun keturunan kami pernah menganut perjanjian dengan salah satu raja drakula, karena bisa membawa sebuah keabadian. Sekarang setelah kamu tahu semuanya, apa kamu masih mau bersamaku, karena nggak selamanya wajahku seperti ini, jika aku dalam keadaan marah dan ada yang berusaha menganggu kamu, maka kamu nggak akan lihat lagi wajah tampanku ini, melainkan wajah yang sangat menakutkan my dear." "Aku sudah siap dengan semua konsekuensinya, tidak perduli apapun wujudmu, asalkan kamu benar - benar hanya mencintaiku." "Tenang saja, jika mungkin suatu saat aku menghianatimu, kamu bisa tusukan pisau perak di jantungku, silahkan, namun jika aku benar - benar setia padamu, maka jangan pernah menduakan aku my dear, karena aku tidak akan segan - segan melukai siapapun yang ingin merebutmu dari sisiku." "Lalu bagaimana bisa kamu tahu, aku ini satu - satunya wanita yang kamu inginkan." "Sejak kamu lahir, aku sudah jatuh cinta padamu, karena hatimu yang sangat spesial my dear." "What! Jadi kamu sudah lama mengintaiku, sampai - sampai kamu renggut kesucianku waktu malam itu." "Ya, karena takdirmu adalah bersamaku, bukan lelaki lain, hanya aku satu - satunya yang pantas dan layak menemanimu sampai kapan pun, aku akan berikan segalanya, bahkan keabadian wajah dan cinta yang tidak akan pernah mati." "Ya tetapi kamu jahat banget Victor, kamu mengendap masuk kamarku, dan merenggut mahkota milikku." "Ehmm jika kamu menyesal dan merasa keberatan, mengapa kamu tidak menolaknya malam itu, kamu terbuai dan terhanyut dengan semuanya." "Tenagaku tidak cukup kuat untuk menahan kekuatanmu." "Alasan saja, dari caramu menerima semua kenikmatan itu, aku tahu kamu tidak akan mau lari dari pelukanku, dan semakin kamu terhanyut, semakin kamu menanggalkan apapun yang ada di dirimu my dear, sudahlah, itu adalah ikatan kita, dengan demikian kamu hanya milikku sampai selamanya." "Ya aku bodoh, seharusnya waktu itu aku bangun dan lari sekuat tenaga." "Lalu kenapa tidak kamu lakukan my dear, kamu sudah menikmatinya bahkan saat kita melakukan itu untuk kedua kalinya, kamu semakin menunjukkan rasa sayang dan rasa butuhmu padaku, kamu bilang kangen dan rindu pada sosok Vlad." "Magnet kamu yang terlalu kuat, membuatku tidak bisa menolak semua pesona dan rasa yang kamu berikan." "Itulah yang aku maksud, aku tidak salah pilih, karena memang aku tahu, kamu akan menyayangiku." "Udah ah jangan meledekku terus, aku masih belum tenang." "Apalagi my dear, aku sudah bilang, tidak akan ada yang berani menganggu hubungan kita." "Aku takut kehilangan kamu, sungguh aku takut, seperti yang di film - film, drakulanya dibunuh dan ceweknya jadi dijodohkan sama orang lain." "Udah jangan mikir macem - macem, itu tidak akan pernah terjadi, This I Promise You."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD