Mungkin bukan ini yang mereka maksud entah cepat atau lambat namun yang pasti kali ini langkah kaki mereka bergerak lebih cepat dari dugaan.
"Apa yang kamu inginkan dari aku?" tanya Samantha saat dia merasa bahwa saat ini ada seseorang yang sedang mengintip keberadaan mereka.
"Apa?" tanya mereka bertiga terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Samantha.
Samantha dan juga ketiga teman-temannya tengah sampai di tempat itu dengan keadaan yang tenang tadinya namun saat merasa bahwa kali ini mereka berada dalam ilusi yang seharusnya tak mereka masuki, Samantha khawatir ini akan menjadi salah satu hal yang tidak bagus lagi.
"Apa yang kamu perbuat, Samantha jangan buat kami takut dengan perilaku kamu," cegah mereka terjadi akan hal yang tidak diinginkan.
"Entahlah aku juga bingung tetapi bukankah kalian merasa bahwa ada yang sedang menguntit kita sedari tadi pertama sekali kita memasuki gubuk ini?" tanya Samantha dengan suara yang sangat kecil sekali hampir tidak bisa di dengarkan oleh Elica yang berada tak jauh dari tempat mereka.
Elica tahu dan dia juga sadar bahwa sedari tadi memang ada yang menguntit mereka namun apa daya mereka untuk berada di titik yang paling atas demi air minum dan juga sarapan yang akan menelan sekarang ini sisa makanan yang berada di dalam ransel mereka.
"Apakah yang kamu inginkan juga akan membawa dampak yang besar bagi kami?" tanya Elica dan kali ini mereka dibuat setengah mati oleh Elica dengan perkataan yang begitu sangat tajam artinya.
Mereka berdua, yah siapa lagi kalau bukan Casilda dengan Rachel yang sangat dan merasa ini sangat menjengkelkan sekali bagaimana bisa dengan langkah kaki yang pelan saat memasuki gubuk ini mereka masih mengetahui bahwa ada mahluk halus yang mengikuti mereka.
"Apa yang kalian lakukan? jangan membuat kami berdua semakin tidak berdaya di tempat ini aku mohon," ucap Rachel dengan tangan Samantha yang dia genggam.
Beberapa jam tengah berlalu dan ternyata kali ini mereka malah tertidur di dalam gubuk itu karena hujan yang tiba-tiba datang, dengan perlahan bola mata dari Samantha terbuka dia sadar bahwa sekarang ini mereka sudah melakukan istirahat yang cukup panjang.
Matanya menoleh ke samping dan tentunya melihat sekarang ini wanita yang berada di samping kiri dan kanannya dengan suara yang sayu takut menyebabkan mahluk halus yang lain bangun dua membangunkan kedua temannya.
"Hey, apakah yang kalian lakukan cepat bangun kita akan melanjutkan perjalanan lagi," ucap Samantha dia takut kalau malam ini mereka malah terjebak dalam ilusi yang semakin parah.
"Ayok?" tanya Rachel dia tersadar dengan tatapan yang masih tidak sempurna melihat ke samping kiri kanan.
Beberapa saat yang datang menghampiri mimpinya kali ini Elica selalu takut kalau akan terjadi sesuatu yang lebih parah dari apa yang dia lakukan dia takut kalau semua ini akan menjadi suatu kenyataan nantinya di kedepannya dia hanya bisa menghela napas dan perlahan namun pasti dia mulai bangkit berdiri.
"Apakah ini sudah melewati jam sembilan malam?" tanyanya sembari mengandeng ranselnya.
"Iya, bagaimana ini sudah setengah sepuluh dan lebih parahnya kita ketiduran," geram dari Samantha.
Kedua sahabatnya yang Tidka lain adalah Casilda dan juga Rachel belum bangun dengan sepenuh hati hingga air menetes di hadapan mereka dengan cepat mereka berteriak dan ternyata ketakutan yang lebih dalam terjadi lagi.
"Astaga apa ini? hujan apa yang datang ke dalam mimpi kami," teriak mereka dan kali ini bila mata dari Samantha menatap malas ke arah Elica.
"Bolahkah Volume suara kalian di kecilkan sungguh aku tidak tahu lagi harus memberikan nasihat kepada kalian sepeti apa," ucapnya dengan nada suara yang pasrah.
"Yah, mohon maaf hanya kejadian yang tidak akan terulang lagi," ucap Casilda dengan begitu mudahnya.
Akhirnya mereka mendapatkan air minum itu mungkin pergi adalah salah satu tujuan dari mereka berempat saat ini, dengan lambat namun pasti mereka hampir saja keluar dari gubuk itu namun lagi-lagi Rachel membuat satu kesalahan yang membawa mereka dalam perkara yang nantinya cukup rumit.
"Apa yang kamu lakukan? kenapa kamu berhenti bahkan kita belum sampai di depan," keluh Elica bahkan dia tidak tahu harus melakukan apa yang dia inginkan supaya dia dapat dianggap benar oleh kedua sahabat yang selalu bertingkah aneh itu.
"Botol minum aku ketinggalan di dalam, ayolah tolong kalian mari kita kembali dan melihat di mana botol minum ku, tanpa itu aku bahkan tidak bisa hidup," ucapnya dengan bola mata yang sendu dan meminta pertolongan dari ketigan sahabatnya itu.
"Baiklah, mari kita bantu dia segera jangan pakai lama ini akan membangunkan apa yang tidak perlu di bangunkan," geram Samantha kali ini dia mengalah lebih cepat takut kalau terjadi apa-apa di tengah hutan tadi.
Ketika botol minuman itu tengah berada di tangan dari Rachel dia kembali tersenyum dengan legah dengan begitu dia juga sadar bahwa kali ini dia lebih baik berada di sisi yang lebih terlihat, dia melangkah dan begitu juga dengan ketiga temannya namun kenapa ada hal yang lebih tumit untuk di mengerti lagi.
"Kenapa malah sekarang kamu yang meminta untuk berhenti di sini?" tanya mereka bertiga dan dengan wajah yang sedikit pucat menatap ke depan tepatnya ke arah Samantha yang lakukan sekarang ini.
Samantha tidak tahu entahlah dia harus secepatnya sadar apakah dia mulai terpengaruh oleh kecantikan yang dimiliki oleh benda di depannya ini atau tidak, entahlah dia harus segera membalikkan kelopak matanya dan tersadar bahwa ini adalah hal yang paling penting bagi dirinya.
"Samantha," dia memangil nama temannya dan berhasil membuat Samantha tersadar dari rasa bengongnya sedari tadi.
"Ada apa?" dia bertanya.
"Apakah kita akan berada lebih lama di tempat ini?" keluh mereka dengan lambat dan berhasil membuat Samantha menunjuk ke arah topeng yang berada di gantung tak jauh dari posisi mereka sekarang.
Dengan tatapan yang heran dan sekarang mereka bahkan tidak tahu lagi apa yang akan terjadi, mereka pasti akan melakukan semua ini dengan baik bukan? jangan adalah salah satu kata yang harus mereka terapkan satu kali ini ke dalam hidup mereka.
"Jangan?" tanya mereka berempat dengan binar mata yang tidak bisa di definisikan.
"Apakah ini adalah topeng yang sungguhan? apakah ini yang dimaksud dengan keajaiban botol yang tertinggal?" tanya Elica dia hampir saja memegang bagian dari topeng itu namun segera di tepis oleh Samantha yang juga bingung apa maksud dari topeng indah itu tergantung di tempat yang tidak layak sama sekali.
"Apa yang kamu lakukan? jangan sia-siakan kesempatan yang datang seribu dalam satu tahun ini."
Kali ini Casilda dengan cepat merenggut topeng yang sangat bagus itu terlihat binar yang lebih cerah dari apa yang diduga.