Bukan salah mereka ketika memutuskan berada di jalan lain, yang ada ini adalah pilihan yang paling berkualitas di tengah kualitas bukankah sekarang ini yang menjadi kecurigaan mereka adalah pergi bersama-sama?
Saat ini wajah mereka tampak lebih tidak teratur lagi bukan tentang apa namun sekarang lihat saja wajah dengan menahan emosi itu lebih dari apa yang mereka bayangkan terutama untuk sekarang ini yang mereka inginkan.
Samantha bukan hal yang bak lagi menurut dirinya kalau sampai berbuat seperti ini namun yang pasti dia hanya ingin melakukan satu hal yaitu berubah menjadi sosok yang lebih berguna lagi mungkin akan membuatnya merasa nyaman dengan keadaan.
"Apakah yang kamu lakukan saat ini?" tanyanya kepada wanita yang berada di sampingnya
Sekali lagi dia akan pergi menuju hal yang lebih mendominasi kalau semua ini dapat dia sapa, dia tidak hanya bertugas sebagai kepala pemimpin melainkan segala hal yang dia lakukan berkaitan erat dengan keselamatan dari pada temannya dia kembali merasa ini semua bukan permainan melainkan sebuah teka-teki yang memaksa otak-otak nya untuk berjuang lebih keras lagi dia sanggup karena semua ini sudah menjadi teman hidupnya.
Masih ingatkah kalian semua akan apa yang terjadi beberapa hari sebelum mereka memutuskan untuk makan? Yah kenapa sekarang ini warung itu tidak lagi berada di tempat ini? Mereka sangat bingung entah apa yang terjadi namun untuk saat ini mereka bukanlah anak-anak yang mudah di bohongi lagi saat ini diam adalah pilihan dia yang paling baik sekali lagi.
"Mengapa sekarang ini kamu memutuskan untuk pergi ke dalam? bukankah kamu sudah melihat bahwa ibu kemarin tidak membuka dagangannya lantas sekarang kita lebih baik pergi saja," ucap Elica dari dalam mobil dia takut kalau perjalanan ini kembali lagi menelan korban yang berada di luar pemikiran yang ada pada dirinya.
Selebihnya Samantha tahu bahwa itu adalah sebuah permainan ini adalah warung yang pertama kalinya dia lihat di dalam hutan percaya atau tidak percaya dia yakin bahwa semua ini akan menjadi sebuah hal yang istimewa untuk beberapa hati ke depannya tidak mungkin mereka melewati ini bukan?
"Apa yang kamu lakukan sekarang ini?" tanya wanita itu dengan deretan wajah yang tampak bingung karena baru saja bangun.
"Yah, kenapa kalian berdua ingin membuka pintu mobil? apakah kalian ingin meninggalkan kami di tempat ini?" tanya mereka dengan pikiran yang begitu sangat kolot bagaimana bisa seorang teman meningalkan teman.
Mereka tertawa dan saking menoleh ke samping melihat wajah dari lawan masing-masing saat ini satu hal yang lebih menusuk hati mereka yaitu tidak lagi ada kantin mereka sudah sangat lapar maka dari itu semenjak sedari tadi Samantha hanya ingin memasuki dapur itu mana tahu orangnya ada di dalam.
"Apakah yang kamu inginkan? kenapa sekarang ini kamu malah memilih diam? kita semua sudah bangun mari kita pergi ke dalam dan lakukan apa yang biasa kita lakukan," ucap wanita itu dengan cepat.
Dengan keraguan yang belum dapat mereka katakan sebagai keraguan mereka kembali dalam dimensi waktu yang cukup besar mereka yakin bahwa sekarang ini diam bukan menjadi hal yang baik melainkan mereka harus meyakinkan hati dan ibu-ibu penjual nasi beberapa hari yang lalu ketika mereka masih belum tahu apa-apa akan gunung.
Di sisi lain kali ini Ayah Elica selalu saja menghubungi putrinya kalau mereka pergi ke gunung untuk mendaki ini sudha terlalu lama hampir tiga Minggu kekhawatiran yang besar di dalam hatinya kadang kala benar-benar mengusik ketenangan hidupnya dia tidak sama seperti orang lain, sepeti orang tua lain bagaimana bisa dia melakukan semua ini dengan baik atau malah sebaliknya?
Dia menghubungi putrinya yang satu ini bagaimana bisa dia tenang di dalam rumah sedangkan putrinya mau tidak mau di dalam hutan sana telah di makan binatang buas, dua rasa ini semua tidak akan berjalan dengan baik sebelum dia memiliki pola pemikiran yang tenang , dia bergumam sendiri dan meyakinkan bahwa putrinya pasti akan baik.
"Aku yakin dia akan baik-baik saja, dia adalah Elicaku seorang wanita tangguh."
"Aku pasti akan menamai dirinya sebagai sebuah perimpas di tengah kapak kalau dia sampai di tengah hari ini juga dan selamat tanpa ada luka di dalam tubuh."
"Tetapi apakah dia pergi bersama dengan teman-teman laki-lakinya?"
Suatu pertanyaan yang cukup berat saat itu karena dia merasa ini bukan lagi tentang dinamika keselamatan tetapi dinamika akan anaknya yang mungkin tidak melakukan apa-apa di dalam hutan apalagi kalau udara mendukung bukankah ini sebuah hal yang bagus untuk perkembangan setiap manusia di dalam bumi ini.
"Kenapa pikiranku semakin bodoh semakin malam, lebih baik aku tidur dan memangil istri tercintaku sudah lama aku ingin memeluk dia lebih lama dalam deretan hangat yang lebih mantap," pikirnya dan kembali memanggil istrinya dengan namanya.
"Anabel," dia berucap sembari bersandar pada dinding dari kamarnya yang besar dan juga memiliki banyak sekali fasilitas kamar yang sangat estetik.
Di sisi lain Anabel merasa namanya kembali di panggil oleh semuanya dia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali saat ini menunjukkan bahwa dia sedang bekerja, tetapi ini adalah hari di mana suaminya dapat pulang dengan sangat cepat tidak seperti biasanya maka dari itu dia lebih baik memberikan semua ini kepada bibi yang bertugas di sampingnya.
"Bi, bibi kerjakan ini dahulu saya akan pergi melayani Bapak jangan sampai gosong yah Bu ini spesial untuk suami saya," ucapnya dan membersihkan tangannya yang berlumut karena tepung itu.
Hanya tersenyum ekspresi yang diberikan oleh si wanita itu dia tahu bahwa keluarga ini cukup harmonis tidak Selalu mementingkan rasa egois yang besar, keluarga yang cukup hangat bukan karena uang namun karena waktu satu sama lain yang mereka sempatkan.
"Kenapa dengan wajah bibi yang senyum-senyum sendiri?" tanya Anabel dia kembali mundur satu langkah ke belakang saat melihat perubahan asing yang tampak pada wajah anak itu.
"Tidak apa, hanya saja saya yakin bahwa rasa dari kue yang ibu racik ini telah menjadi racik yang baik saya juga yakin ini semua akan menjadi malam yang terindah bagi kalian berdua," dia mulai menggombal tuan dan nyonya nya.
"Apa? Bibi bisa-bisa saja segera kerjakan apa yang saya minta," ucapnya saat itu bahkan dia mencoba untuk menamai ini sebagai bentuk dari apa yang dia lihat.
Beberapa menit berjalan dan sekarang Anabel melihat suaminya telah berada di atas ranjang dengan kemeja yang kancingnya terbuka ini dapat membuat dia hapal dengan apa yang ada di hati dan pikiran suaminya