PERTENGAHAN

1019 Words
Ada apa dengan mereka sekarang ini? kenapa melakukan hal-hal yang tidak-tidak bukankah saat ini mereka lebih baik diam dan menjalani semua ini dengan baik? Bukan karena apa namun yang pasti sekarang ini mereka harus segera tahu membedakan ilusi dan nyata karena ini adalah sebuah perintah bukan permainan ini hanyalah sekedar rasa untuk mengetahui apa yang mereka jalani sekarang ini. Samantha dan juga Elica adalah orang yang memiliki Indra keenam namun Samantha adalah orang yang memiliki Indra keenam paling tajam bukan karena apa namun bukankah sekarang ini mereka tahu bahwa apa yang mereka lihat akan menjadi sebuah bencana untuk beberapa hari ke depannya lagi. Wajah dari Samantha sudah sembuh dari pucat pasifnya dia hanya tahu dan mengatakan bahwa ini semua tidak benar lagi ini adalah hal yang perlu di lakukan bukan di laksanakan. "Kenapa dengan dirimu saat ini?" tanya Elica memberikan dia air secangkir yang sepertinya di mata Samantha adalah darah merah yang sungguh pekat. Samantha segera membuangnya jauh-jauh dari depannya dia hanya ingin mengatakan bahwa ini semua bukan formula bagi mereka tapi ini semua adalah sebuah hal yang baik untuk mereka. "Kenapa kamu buang?" tanya Casilda karena minuman itu jatuh ke atas pahanya. "Apa yang kamu lakukan sekarang ini?" tanya Rachel dia juga bingung dengan sikap sahabatnya beberapa waktu belakangan ini. Entahlah tetapi mengapa mereka melakukan hal yang rumit di entah yang rumit? Samantha kembali menarik napas kembali lagi hingga satu detik kemudian dia tersadar bahwa ini adalah satu hal yang perlu di jelaskan. Mereka semua setengah sadar apakah ini Samantha atau hanya sebuah ilusi dari sahabatnya takutnya nanti kalau ini semua akan membawa dampak yang tidak baik bagi mereka, wajahnya penuh dengan misteri yang masih belum terungkap sama sekali hingga pada akhirnya ini adalah sebuah makam di tengah kuburan. Sepertinya Samantha butuh istirahat lihat saja dirinya yang saat ini mulai menutup mata hingga akhirnya sekarang ini ketiga sahabatnya bisa makan dengan tenang tanpa ada Indra keenam yang selalu menguntit mereka kemanapun mereka berada. "Apakah yang kamu lakukan sekarang ini?" tanya Elica dia menoleh ke samping melihat ke arah bibi penjual nasi itu yang menoleh ke arah mereka sedari tadi. Beberapa hari berlalu dan kali ini menurutnya ini adalah sebuah hal yang tidak bisa di katakan hari yang baik sebab hari ini hanya untuk hari bibi itu saja bukan untuk mereka. Di sisi lain kali ini wajah dari Anabel kembali lagi merasa tidak tenang sebab ini sudah satu hari tetapi belum ada kabar akan hadirnya kembali putri mereka bukan karena apa tetapi ini menjadi sebuah hal yang tidak baik lagi. Dia takut Putrinya akan mengalami beberapa hal yang tidak perlu untuk di lakukan, satu saat berlalu dan kali ini mereka mengatakan ini adalah jalan yang benar di atas kebingungan mereka saat ini. Tiba-tiba pintu kamar dari ruangan yang besar itu terbuka kembali pasalnya dia datang, yah dia adalah lelaki yag saat itu memakai kemeja yang berwarna hitam dan juga dengan setelan jas yang sangat memikat bahkan bola mata dari wanita itu kembali lagi tidak tahu harus melakukan reaksi apa lagi agar dia tidak kembali merasa termakan oleh rayuan suaminya sendiri. Yah itu adalah suami dari Anabel selaku ayah dari Rachel bukan karena apa memang Rachel adalah wanita yang paling beruntung pada pertemanan mereka yang pertama saat itu dia mendapatkan kasih sayang dan yang kedua dia benar-benar kaya hanya pacarnya yang kurang, dia belum mendapatkan pacarnya lantas apa yang akan dia lakukan. "Kenapa kamu begitu tampan sekali suami ku?" ratapnya dengan wajah yang sangat heran menatap lelaki yang datang itu. Sekarang ini lelaki yang baru datang itu menatapnya ke depan dengan tatapan yang tajam serta menghangatkan dia rasa ini adalah salah satu hal yang baik untuk mentalnya sendiri karena ini adalah sebuah pujian bukan apa-apa. "Kenapa kamu hanya diam saja?" Anabel bertanya. "Bukan, hanya saja aku hanya ingin terlihat sangat cantik di depan wajahmu, dan kamu tidak berpaling dari hadapan aku," ucap suaminya dengan mengecup kening dari wanita itu. Dengan hangat wanita itu kembali mengecup tangan dari suaminya dia merasa bahwa ini adalah sebuah hal yang baik dia merasa dengan begini tidak ada masalah yang datang menghakimi mereka. Mereka mulai duduk di sebelah kursi yang paling dekat dan karena ini adlah satu hal yang baik ini membuat mereka merasa damai dan indah, beberapa menit kemudian ada beberapa hal yang mereka katakan sebagai sebuah kekhawatiran yang cukup besar. "Apa yang kamu inginkan sayang?" tanya suaminya kepada Anabel yang merubah ekspresi wajahnya. "Anak kita, Mas anak kita belum pulang dari perjalanan yang dia lakukan apakah ada sesuatu hal yang terjadi kepada mereka saya sungguh sangatlah takut," ucapnya saat itu dengan kepala yang menunduk dan juga perasaan yang tidak tenang lagi. Seketika raut wajah dari lelaki itu berubah karena tampannya dia bahkan sekarang ini dia takut kalau tidak menginginkan anak itu lagi dan benar saja dia adalah orang tua yang baik dia menginginkan anak itu dalam keadaan sehat. "Apakah dia tidak memberikan kamu kabar beberapa hari ini?" tanyanya saat itu dan kembali menoleh ke samping. "Tidak sama sekali sayang, itu yang membuat saya tidak tahu lagi akan apa yang harus aku lakukan sebagai seorang istri," dia kembali melihat ke bawah dengan tatapan bersalah. "Apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan ini sekarang sudah mengatakan bahwa ini menunjukkan sikap kamu sebagai seorang istri yang baik," ucap lelaki itu sembari mengelus rambut hitam panjang dari lelaki itu. Beberapa menit kembali berlalu dengan sejuta kenangan tidak ada kembali lagi sesuatu yang lain melainkan sekarang ini mereka berdua hanya perlu berpikiran bahwa ini adalah sesuatu yang baik untuk mereka. "Apakah ada sesuatu hal yang kamu katakan lagi? dan apakah kamu tidak akan menyiapkan air hangat untuk permandian saya?" tanyanya dan kali ini kembali menoleh ke samping. Beberapa jam berlalu mereka hanya sebuah objek saja bukan menjadi pilihan yang menentu, saat ini mereka kembali berjalan ke arah ranjang karena malam telah larut malam dan juga suaminya telah selesai bekerja ini adalah malam yang paling di nantikan oleh Anabel karena dia rasa ini adalah sebuah sinonim dari pertemanan mereka semua. "Kenapa mereka semua selalu saja merasa bahwa keluarga kita tidak seharmonis dari keluarga Samantha?" tanya Anabel ketika dia hampir menarik bulu matanya dan akan terlelap ke alam bawah sadarnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD