MENANGIS MASA MUDA

1016 Words
Setelah mengatakan bahwa ini semua adalah hal yang paling terbaik akhirnya mereka mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan dan kini Samantha kembali merasa tenang dengan apa yang dia lihat di depan. "Ada apa ini?" tanya Samantha menoleh ke belakang melihat siapa yang sekarang ini memegang pundaknya "Tidak, aku hanya ingin memastikan saja bahwa kali ini aku merasa ini semua tidak benar lagi ini adalah," ucapnya tergantung saat semuanya susah mereka lihat dengan mata kepala sendiri. Mobil mereka tutup dengan suara yang keras sehingga siapapun yang pasti mendengarkan itu akan merasa merinding dan hanya bisa mengatakan ini bukan apa-apa melainkan halusinasi saja. "Dinamika apa yang dia butuhkan sehingga kita harus seperti ini?" kesal Casilda akhirnya dia bisa bebas dari rasa kesalnya sedari tadi. "Yah, aku juga tidak tahu tetapi mengapa mereka memperlakukan ini seperti suatu hal yang tidak baik bagiku? saya juga bisa hantu ketika mereka menginginkan saya hantu dan saya bisa manusia ketika mereka memanusiakan saya," dan yah gaya bicaranya sepertinya menunjukkan bahwa dia tidak lagi tidak suka dengan wanita itu. "Apakah kamu benar dan serius mengatakan ini?" tanya wanita itu dengan wajahnya yang saat ini tampak ingin tertawa. "Yah, bagaimana kalau kita melawan mereka saja, saya tidak sanggup lagi di gangu oleh para setan itu dasar tidak tahu malu," ucapnya dan kembali membuka sealbeth yang dia kenakan sedari tadi. Bukan apa-apa tidak ada yang lucu atau apapun itu namun sekarang ini Samantha malah tertawa melihat keberanian dari si wanita itu dia heran kenapa bisa temannya seperti ini tetapi tidak apa-apa yang terpenting dia bisa kembali hadir menemani setiap sisi yang berbeda dari sebelumnya. Melihat reaksi yang diberikan oleh si wanita itu akhirnya dia melakukan ini dia bisa mengatakan bahwa ini adalah sebuah keberanian yang kebetulan saja dia kembali lagi memasang sealbeth itu dan menundukkan wajahnya ketakutan. "Sudja kuduka kamu akan seperti ini tetapi kenapa tadi kamu sok pahlawan kesiangan?" tanya Samantha ketika tawanya belum juga sepenuhnya untuk berhenti. "Tidak apa, tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa saya benar-benar tidak ingin berdebat dengan hantu lagi biarkan saja hanya dirimu yang melawan dia," ucapnya dan malah membuat temannya menjadi mangsa di malam ini. Dengan wajahnya yang tampak antusias dia mencoba menakut-nakuti wanita itu dia rasa dengan seperti itu dia yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar dan juga tidak apa kalau sekarang ini dia membuat temannya takut bukan? karena ini sebuah kesalahpahaman bukan kesalahan nantinya. Dia mengatur napas dan juga ekspresi wajahnya karena dengan itu dia bisa mengatakan ini semua bukan apa-apa. "Kenapa kamu berbuat seperti itu kepada aku? siapakah namamu?" tanyanya dengan suara yang sepertinya suda oyong dan suaranya benar-benar membuat merinding bulu kuduk wanita itu. "Kenapa kamu seperti itu?" tanya Casilda dan yah benar saja kakinya sudah gemetaran sekarang ini napasnya mungkin tak lagi kayak di sebut nafas. "Kenapa seperti ini?" tanyanya lagi dia takut kalau benar-benar Samantha kesurupan arwah cantik dan nantinya hantu itu nanti yang akan menguasai tubuh dari lelaki itu. "Kenapa kamu seperti itu?" suaranya semakin ngeri saja bagaimana ini? Karena bila matanya juga ikut berubah dia memikirkan akan segera melompat dari tempat ini dan meninggalkan mobil ini serta pergi ke tempat yang lain yang tidak lain adalah mobil teman-temannya. Dengan langkah yang cepat dan pergerakan tangan yang luar biasa dia mencoba untuk menggerakkan tangganya membuka sealbeth itu dan benar saja sekarang ini dia bisa kabur menghindari apa yang di maksud dengan arwah gentayang. "Lepaskan aku, jijik," ucapnya karena itu Samantha benar-benar ingin memantapkan apa yang sedari tadi rencananya. "Kenapa kamu seperti itu?" gumamnya dan kembali mendekat ke arah leher dari Casilda. "Samantha? kamu jangan bermain-main dengan air karena dia akan mengamuk ketika bertemu dengan api bukan?" tanyanya semakin tidak sambung lagi hingga pada akhirnya dia mengatakan ini bukan apa-apa hanya sekedar gurauan di tengah candaan. Pintu mobil berhasil dia buka dan akhirnya dia mendapatkan apa yang dia yakini dia tempat itu dia bisa menanami ini sebagai sebuah kejuaraan yang paling indah semasa hidupnya. "Astaga kenapa kamu begitu takut? saya Samantha saya hanya bercanda sedari tadi," tawanya ketika sedari tadi dia tengah berhasil untuk membuat temannya semakin takut dengan dirinya. Tidak bisa lagi mengatakan apapun itu kecuali mengeluarkan kata-kata jahat dari mulutnya dengan tangannya yang sekarang ini mengepal kuat dan juga nyawanya yang tadi tidak di situ dengan mudahnya sahabat sendiri memakan dia hidup-hidup. "Apakah ini sebuah ajang kompetisi yang membuat wajah mu semakin cantik dari aku?" tanya wanita itu dengan nada kesal dan perlahan dia memasuki kembali tempat duduknya. Dengan tenang Samantha hanya mencoba memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa dengan Casilda karena dia takut ini yang akan dia sebut sebagai sebuah perusak hubungan mereka nantinya. "Saat ini dia sudah pergi kita bisa melanjutkan perjalanan ini karena hanya membutuhkan beberapa jam lagi kita sampai di tujuan," ucapnya dan kembali mengenjak pedal gas dengan sangat keras. "Apa-apaan kamu, jangan seperti itu juga," dia kaget dan memasang sealtbeth itu dengan sangat keras. Bukan karena apa melainkan ini hanya sebuah permainan kecil sebelum mereka sampai dan nantinya tidak akan ada lagi hal yang lain kecuali menjadi sebuah hal yang berbeda. "Apa yang kamu lakukan? jangan membangunkan saya nantinya kalau kamu belum menempatkan saya di depan rumah saya yang mewah itu nantinya saya akan bisa makan enak dan ganti pakaian ini serta rambutku," dia mulai mengoceh kepada Samantha yang sebenarnya dia belum dan tidak menginginkan apa itu kata pulang. Setelah melewati beberapa jalur tol akhirnya mereka sampai tidak terasa ini adalah udara yang jauh lebih buruk dari apa yang ada di pegunungan hanya saja mereka tidak boleh lagu mengatakan apapun itu kecuali saat ini mereka hanya bisa mengatakan ini sebuah acara untuk berdamai dengan diri sendiri. Dia menggoyangkan pundak dari temannya dan segera membangunkannya begitu juga dengan mobil yang di samping mereka, akhirnya ini menjadi kenyataan mereka sampai di rumah dengan keadaan baik tidak ada kesalahpahaman apapun dan mereka sebagai wanita bangga dengan prestasi ini. "Apakah kalian menikmati perjalanan ini?" tanya Samantha dia segera memeluk ketiga temannya dengan damai dan tangis air mata. "Jangan menangis, kita sudah hebat karena berada di tempat ini setelah melewati semua ya bukankah itu cukup membuat terasa cool di bandingkan wanita lain?" tanya mereka berempat ketika saling berpelukan satu sama lain.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD