HUTAN HUJAN

1026 Words
Siapa bilang pesan ini adalah pesan sementara? dan siapa yang mengatakan kalau ini adalah sebuah perkara di tengah perkara? Mereka dengan langkah kaki yang perlahan mulai mendekat ke arah yang tidak di setujui oleh Elica hanya bisa berkata bahwa ini bukan hal yang baik. "Kenapa kalian malah berhenti di tempat yang tidak kita seharusnya kita lalui?" tanyanya dengan suara yang sendu. "Benang apa yang terikat di kaki Casilda ini?" tanya Elica saat bola matanya menoleh ke samping yang melilit di bagian pinggangnya juga. "Astaga, saya juga tidak tahu entahlah kenapa saat ini kaki saya bisa di gelumuti oleh benang seperti ini," tangisnya hampir saja menetes kan air mata itu. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Casilda saat dia melihat tangan Elica perlahan hampir mengulur. Tidak ada jawaban sama sekali yang ada saat ini dia hanya menatap fokus ke depan dan dia hanya memohon kepada yang lebih jelas lagi, entahlah dia juga bingung apakah yang layak dia kerjakan saat ini. Dia menatap ke depan dan kembali lagi menarik napas dalam entahlah saat semua ini belum di ambil keputusan mengapa begitu banyak cobaan, padahal ini siang hari kenapa ada benang merah. Mereka kembali memutiskan berjalan setelah Elica berhasil melepaskan benang tadi dari tangan Casilda entahlah kali ini dia hanya bisa mengikuti arah mata angin yang mereka percaya, dan seharusnya misteri ini sudah bisa mereka sudahi agar bisa kembali menarik napas dengan begitu baik. Sama seperti pada film yang ada di berbagai macam sinetron, pemeran utama adalah mereka dan yang lebih tepatnya saat ini mereka akan lebih baik lagi menjelaskan berhenti di mana dan berjalan di mana lagi. "Lantas Samantha apakah kita masih memiliki banyak bekal air minum karena ini akan menjadi hari yang sangat panas," ucap Elica saat itu. Samantha segera bergegas bergerak melihat semuanya dia tersenyum menyemangati Elica dan kedua temannya ternyata minuman mereka masih sangat banyak dan bekal masih sampai untuk beberapa hari ke depan dengan senyum yang meyakinkan dia menggelengkan kepala dengan rasa percaya diri yang sangat besar. "Apakah yang kamu katakan?" tanya Rachel setelah sekian lama dia menahan tawanya dan ternyata sekarang sudah bisa dia keluarkan. "Apa yang kamu katakan tadi jelas membuat saya ngakak karena benang itu bisa berhenti di kaki kamu?" tawanya dengan sangat longgar membuat Casilda dan Elica hanya bisa menggelengkan kepala. "Entahlah, itu benang dari mana tetapi kenapa harus Elica yag selalu berada di belakang kita?" tanyanya dengan nada yang sedikit khawatir. "Iya kenapa, Samantha?" tanya Rachel karena dia sedari tadi menatap Samantha hanya diam dan diam. Samantha berpikir bahwa dia menyesal membawa teman-temannya ke tempat ya g terlalu ekstrim seperti ini apalagi kalau melihat bagaimana perjuangan dari Elica melihat mahluk gaib dan sebagainya hal-hal yang tidak masuk akal sungguh ini membuat dia bosan dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Dia menatap ke depan dengan tatapan kosong dan ini jelas membuat Casikda, Elica dan juga Rachel sangat bodoh apakah ini layak untuk di lakukan atau mereka malah mengejutkan saja wanita ini? yah mereka masih berjalan tetapi dengan langkah yang sangat lambat. "Apakah yang kamu lakukan? kenapa sekarang kamu malah bengong?" tanyanya dan kembali menatap ke depan lagi. "Apakah sekarang ini dia kelaparan atau sebaliknya?" tanya Elica dan dia memukul pundak dari wanita itu. "Hey," terkejutnya dengan suara yang sedikit lebih besar. Saat itu mereka tertawa yah tentunya untuk sekarang ini dia hanya terkejut kala di mana dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia dapatkan, di dia juga bingung harus melakukan apa itu agar matanya tak Selakau meminta dia untuk bengong di hutan belantara ini. Berhenti bukan pilihan yang dia inginkan, dan juga hanya istirahat yang dia inginkan tidak lebih dan tidak kurang karena dia rasa ini sudah lebih dari cukup. "Ayok kita pergi dari pada nanti matahari akan lebih terik dan kulit kita akan di bakar lebih lama lagi," ajak Samantha dengan kekuatan yang hampir tidak terisi lagi karena saking lamanya. "Apakah saat ini kamu perlu melakukan apa yang aku lakukan?" Tawaran dari Elica mungkin akan membuat rasa bersalah dari Samantha sedikit berkurang karena saat ini yang pasti dia akan melakukan satu hal yang lebih berbahaya lagi, yaitu menatap semua mahluk halus yang berada di sisi mereka dengan tujuan untuk menganggu segala aktivitas yang akan mereka lakukan. "Apakah kamu boleh berada di sisi kanan dan saya di sisi kiri biarkan mereka berdua berada di tengah," ucapnya dengan memberikan bagian. "Apakah hanya itu? tidak ada yang lain?" tanyanya dia kira itu pekerja yang mudah tetapi dia belum merasakan hal tadi yang direncanakan oleh Elica selama di perjalanan. "Kerjakan saja, kalau kamu berhasil melewati satu meter tanpa ada hambatan aku rasa itu adalah pilihan yang baik." Dengan mengatakan seperti itu dan keraguan mulai muncul pada benat hati dari Samantha, dia berjalan tetapi kenapa dia merasakan lebih berat langkah kakinya dari pada sebelumnya. Dia menoleh ke arah Elica dan terlihat wajahnya juga menahan begitu banyak luka, kenapa ini? dia menoleh ke depan dan ternyata kedua temannya berjalan dengan begitu santay dengan percakapan yang riang entahlah ini terlihat lebih tidak ada beban. Dia mencoba memangil sahabatnya itu untuk bertanya saja apakah yang di maksud dengan langkah kakinya yang terasa sangat berat ini? apakah dia bisa bertanya-tanya seperti itu? tetapi tidak dia hampir saja menangis hanya untuk bertanya seperti itu. "Elica," ucapnya dengan suara yang berat sekali dan juga tidak ada yang mendengarkan panggilan yang dia tujukan dia rasa semua orang saat itu sudah tidak mendengarkan apa lagi. "Eli." Panggilnya dengan tangan yang mulai berhasil merenggut lengan pakaian dari Elica. Namun takdir berkata lain hujan datang dengan begitu deras tidak ada rintik-rintik sebelumnya dan ini membuat kakinya terasa lebih ringan sedikit namun ketiga temannya malah tidak bisa bergerak dari tempat mereka saat itu, apakah yang harus dia lakukan kalau dia menarik satu orang bagaimana kalau tanah ini semakin masuk? "Apakah yang kamu lakukan Samantha cepat tolong salah satu orang di antara kamu,"teriak wanita yang tidak lain adalah Elica itu. "Aku bingung." "Kenapa bingung di waktu yag tepat seperti ini, sekarang aku membutuhkan bantuan kamu hujan rasa bingung kamu cepat tolong dia keluar dari sini," bentak Elica saking geramnya dia hanya berteriak tanpa memikirkan hati dari seorang Samantha. Hujan semakin deras dan kaki mereka semakin berat saja seperti ada tangan ya g menahan pergerakan kaki mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD