bc

Istri Kedua Sang Yakuza

book_age18+
941
FOLLOW
11.7K
READ
powerful
tragedy
bxg
city
substitute
like
intro-logo
Blurb

Area 21+

Dark romance, kisah ini melibatkan cinta yang rumit, pembunuhan, dendam dan kekuasaan, serta kesetiaan yang dipertanyakan.

sinopsis

Dari awal nyawa dan hidup Cyrene hanya untuk sang Tuan yang menjadikannya b***k. Ia hanyalah yatim piatu yang diangkat menjadi pengawal pribadi sang Tuan.

Bahkan sampai sang Tuan menjadikannya istri kedua pun, Cyrene tetaplah b***k sebagai pengganti nyawa tunangan sang Tuan yang menjadi incaran para Yakuza dan mafia karena suatu kesalahan.

Di sisi lain ada sang Tuan, Anggasta Shaquille Arash adalah pewaris perusahaan besar dan ketua Yakuza dengan banyak musuh di sekitarnya. Ia menempatkan Cyrene, pengawal yang menjadi istri kedua untuk kepentingan dan kelangsungan keturunan keluarga Arash.

“Yren, menikahlah denganku.” Anggasta Shaquille Arash.

“Aku hanya istri jaminan, jangan khawatirkan keselamatanku.” Cyrene.

Akankah Cyrene bisa melakukannya? Karena ini bukan hanya tentang melindungi sang Tuan yang kini menjadi suaminya, tapi juga sebuah kehidupan baru yang diberikan sang suami.

Lalu, bagaimana jika saat sudah hidup bersama, Cyrene tahu suatu rahasia sampai ia menjadi b***k dan sendiri di dunia?

Apa yang akan Cyrene lakukan kepada orang yang menjadi dalang kepahitan dalam hidupnya?

Saksiksan kisahnya di sini…

chap-preview
Free preview
Prolog

Seorang anak perempuan yang baru saja kembali dari bermain tampak berjalan riang memasuki halaman rumahnya, rumah dengan papan nama klan Mamoru itu tampak asri dengan pepohonan di sekitarnya.


Surai hitam gadis kecil itu berkibar dengan sebuah boneka dipelukanya, boneka beruang lucu hadiah dari ayah dan ibunya.

Sesekali ia akan melompati batu dan akan mendarat dengan kekehan lucu terdengar. Semakin mendekat ke arah pintu rumahnya yang terbuka, maka semakin semangat pula langkah kakinya.


Perutnya lapar dan ia sudah tidak sabar untuk menemui sang ibu, kemudian menanyakan makan apa kali ini seperti biasanya. Dalam hatinya sudah menebak-nebak menu menggiurkan apa yang akan dimakannya siang ini.


Ah! Liurnya sampai menetes dan seketika senyumnya semakin lebar saat memikirkannya.


Kakinya baru saja menapaki teras rumah mewah dari lainnnya. Namun, suara pecahan dan benda yang dibanting di dalam sana membuat kepalanya miring, seakan menebak apa yang sebenarnya terjadi.


Apakah ayah dan ibunya sedang bertengkar?


Kepalanya menggeleng dengan surai hitam itu yang turut ikut bergerak, sebelum akhirnya masuk dengan wajah penasaran kala bukan hanya suara pecahan, tapi juga suara tangisan sang ibu dan suara memohon sang ayah terdengar.


Ia berdiri di ambang pintu dengan tatapan tidak mengerti ke arah orang-orang di dalam sana. Maklum, ia hanya anak kecil berumur 7 tahun, yang belum pernah ditunjukan adegan kekerasan oleh kedua orang tuanya. Lalu kini, ia melihat sekitar dengan kernyitan saat ruang tamu luas yang biasanya rapih itu tampak berantakan. Sedangkan di sana, ia juga melihat sang ibu yang memohon dengan mengatupkan tangan dan bersujud berulang kali.


Ada apa ini?


Bola mata coklatnya bergulir ke arah lainnya dan seketika membulat ke arah sang ayah yang tersungkur dengan kaki seseorang menginjak punggungnya.


Ia memang tidak mengerti, tapi ia tahu jika ayahnya sedang disakiti oleh orang jahat.


“Tuan! Maafkan kami, kami janji akan mengganti rug-


“Banyak alasan!”


Plak!

Brugh!


Ka-sama! (Ibu)”


Si bocah kecil refleks meneriaki ibunya yang ditampar dan tersungkur. Sedangkan sang ayah yang diinjak memberontak, entah dapat kekuatan dari mana ia berhasil mendekati sang istri dan memapahnya.


Ia juga menatap kaget putrinya yang kini bersimpuh dan memegangi tangan istrinya.


“Cho, kenapa kamu di sini, Sayang?”


Otou-sama! (Ayah)”


Cho panggilan akrab yang cantik, sama seperti paras imutnya. Tapi sayang sekali, empat pria kekar yang menjadi biang kerusuhan sama sekali tidak peduli, bahkan tega menyela saat sang ayah ingin menjawabnya dengan penjelasan halus.


“Sayang Ay-


“Heh! Bocah! Asal kau orang tuamu ini memiliki dosa dan tidak memegang janjinya dengan benar.”


Tidak peduli sekalian seseorang yang dipanggilnya bocah itu mengerti atau tidak, si pria dengan tato di leher itu mengatakan kata itu menggunakan nada kasar, membuat Cho yang teriaki refleks menggigil ketakutan.


“Tolong beri saya kesempatan sekali lagi. Saya akan mengganti semua kerugian serta meminta maf-


“Kau sudah kami berikan teguran serta kesempatan sampai tiga kali dan kami tidak akan memberikannya lagi. Tuan besar sudah marah, asal kau tahu!”


Teriakan itu semakin membuat Cho takut, tapi ia tidak suka saat ada seseorang memarahi ayahnya dengan suara keras begitu.


“Tolong saya Tu-


Buagh!


Perkataan itu tidak lantas membuat si ayah selamat dari pukulan, karena pada kenyatanya si pria kejam sudah membuang hati sejak menjadi anggota bawah sang Tuan. Cho sontak menangis, tapi ia tidak takut dan justru berlari cepat menuju si pria yang memukul ayahnya dan menggelayuti kaki itu kuat.


“Jangan pukul Ayah Cho!” pintanya, tapi sayang si pria ini justru mengguncang kaki, mencoba untuk melepaskan rangkulan erat si bocah yang sialnya erat sekali.


“Lepas bocah!”


“Tidak mau, jangan puk-


Brugh!


Aww!


Cho terhempas dengan kasar, ternyata si pria berhasil melepaskan diri dengan menariknya dan melempar tubuh mungil itu ke sebuah nakas.


Brugh!


“Helia Cho!”


Kepala Cho terbentur cukup kuat, sang ayah yang melihatnya berteriak panik dan segera meletakan kepala sang istri, hendak menghampiri sang putri.


Namun sayang, sebuah tendangan membuatnya tersungkur dan hanya bisa mengerang sakit, melihat putri kecilnya bersimbah merah di depannya. Sedangkan Cho yang merasakan sakit di kepala merasakan dunianya berputar, ia memandang buram ketika ibu dan ayahnya sama-sama terlentang tak berdaya.


Sebelum ia menutup matanya, ia melihat sang ayah yang mencoba menggapainya dan sebuah tembakan terdengar dengan seseorang yang ambrug seketika.


Dor!

Brugh! 


Sebuah moncong senjata api tampak berasap, dengan seorang bocah laki-laki berdiri tegap sambil menurunkan beda berbahaya bagi anak seusinya.


Ia menatap tubuh seorang pria yang tergelatak dengan kubangan darah membanjiri sinis, sebelum akhirnya menatap si gadis kecil dengan datar.


“Bawa dia.”





Bersambung 

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Jadilah Mamaku

read
36.8K
bc

BELENGGU

read
55.2K
bc

Menggoda Tuan L

read
257.6K
bc

Tergoda Janda Kembang

read
33.9K
bc

Yes, I'm Sugar Baby

read
35.6K
bc

Terpaksa Berjodoh

read
7.9K
bc

Mendadak Nikah

read
47.5K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play