Sabtu pagi yang cerah, Lexa baru saja selesai berjoging dengan Alex di alun-alun kota. Sesampainya di rumah, teh yuni sudah menyiapkan sarapan untuk keduanya. Dan disana ada anak teh yuni yang sedang bermain dihalaman rumah.
“Icky… “ teriak Lexa sambil memeluk icky.
“Teh lesa sama aa Al teh dari mana?” tanya icky.
“aa sama teteh dari alun-alun habis olahraga. Aa icky udah sarapan belum?” tanya Alex.
“Belom a. icky nunggu aa jeung teteh” jawab icky.
Mereka pun memasuki rumah. Teh yuni sudah menata makanan di meja makan. Mereka pun makan bersama-sama
“Dek, kakak nanti minggu depan mau PKL. Kemungkinan kakak PKL di Binong jati. Itu jaraknya cukup jauh dari sini. Jadi kakak mungkin bakal nginep di mes kantor atau ngekos disana biar gak terlalu capek. Kamu nggak apa-apa tinggal disini sendiri?” tanya Alex.
“Nggak papa. Aku bisa jaga diri kak” ujar Lexa dengan santai.
“Atau kakak minta mama temani kamu disini?”
“Jangan kak. Nanti papa nggak ada yang temenin disana”
“Coba nanti kakak tanya ke mama dulu deh”
Segar. Lexa keluar dari kamar mandinya. Masih dengan bathrobe nya. Dan siang ini rencananya dia akan pergi jalan dengan Raya. Ia akan ke bioskop dengan Raya untuk menonton film horror. Ya lexa sudah benar-benar berteman dengan raya. Gadis manis berkacamata itu telah bisa mengetuk hatinya untuk sebuah pertemanan.
‘Tring!’
Satu pesan masuk ke hp Lexa.
Malam ini jam tujuh di café Skyline
–Bara-
“Hah? Mendadak banget ni anak.” Gerutu lexa “gimana bilang sama ka alex?” lexa bingung sendiri. Ini pertama kali ia akan keluar malam selain dengan kakaknya. Apalagi ini agenda dinner dengan seorang laki-laki. Bagaimana kakaknya menanggapi itu?.
Sepertinya Lexa mengganti jadwal keluarnya. Ia mengambil handphone nya, membuka applikasi chatting dan mencari nama Raya disana. Lexa mengirim pesan pada Raya
To Raya:
Ray, kerumah gua ya. Kita ganti jadwal.
To Lexa:
Loh kenapa lex? Gak di bolehin sama kak Alex?
To Raya:
Bukan. Nanti gua certain deh. Pokoknya lo kesini dulu
To Lexa :
Oke. Kamu shareloc aja
Lexa memilih baju rumahan dan menunggu Raya datang kerumahnya. Sembari menunggu Raya datang, Lexa mencoba buat cemilan. Ia rencananya akan bercerita dengan satu-satunya teman gadis itu.
“Ngapain dek?” tanya Alex yang masuk ke dapur.
“Mau bikin cemilan”
“Loh, bukannya kamu mau jalan sama temen kamu?”
“Nggak jadi, Raya Lexa ajak kesini aja” ujar Lexa sambil mengaduk pop corn yang ia buat.
“Hah? Si cupu itu kamu bawa kesini?” tanya Alex sambil menenggak minumannya. Lexa langsung melirik sinis sang kakak.
“Kak Al..! dia temen lexa sekarang. Kalo dia cupu terus kenapa? nggak boleh dia kesini?” ketus Lexa sambil menuangkan popcorn kedalam mangkuk.
“Syukurlah, akhirnya edek tersayang gua punya temen. Boleh aja dong kalo Cuma satu aja. Cuma aneh aja ada cewek lain kerumah ini” Lexa mengerutkan keningnya. Memangnya kakaknya tidak pernah membawa cewek kerumah ini? masa sih?
“Emang kakak gak pernah ajak cewek kerumah ini?” dan di jawab gelengan oleh Alex. “emang kakak gak ada temen cewek? Atau pacar kakak?” tanya Lexa.
“Ada sih temen cewek, Cuma gak pernah kakak bawa kesini.” Jawab Alex sambil mecoba popcorn buatan Lexa.
“Kalo pacar? Lexa denger kakak punya pacar” selidik Lexa.
“Tau dari mana kamu?”
“Aku denger bisik-bisik tetangga di sekolah” jawab Lexa sambil mengunyah makanan.
“Ada. Cuma… gak mau aja ngajak kesini. Aneh aja.” Jawab Alex sambil menggaruk lehernya yang tak gatal. Kening Lexa kembali berkerut. Aneh? Bukannya wajar kalo pacar bertandang kerumah pacarnya. Kakaknya ini pacaran iklas nggak sih.
“Nanti deh kalo dia udah balik PKL”ujar Alex. Mereka mengobrol ria di dapur sambil Alex menemani Lexa yang sedang membuat pudding keju. Jujur saja Alex cukup kaget bahwa adik tomboynya ini cukup pintar masak. Dia kira adiknya itu hanya bisa main bola basket, bela diri, dan bikin pening kakak-kakaknya saja. Cukup ada kemajuan.
Tak lama mereka mengobrol didapur, terdengar bunyi bel rumah. Raya sepertinya sudah datang, hampir jam makan siang. Lexa juga membantu teh yuni membuat makan siang. Sedangkan Alex dengan icky sedang bermain leggo di lantai dua.
“Assalamualaikum” sapa Raya berada di depan pintu.
“Walaikumsalam” jawab Lexa seRaya membuka pintu. Wah Lexa cukup terkejut sedikit. Dia melihat Raya cukup cantik dan imut hari ini.
Raya memakai dress putih selutut, dibalut jaket levi’s dan sepatu slop warna putih, rambut di kuncir satu, dan tak ketinggalan kacamata.
“Hai ray. Masuk yuk” ujar Lexa sambil membuka pintu. Raya hanya tersenyum malu dan keduanya masuk kedalam rumah. Lexa langsung menggiring Raya ke meja makan. Karena ia dan teh yuni sudah menata makan siangnya.
“Sebentar ya ray, gua panggil kak Alex dulu. Kita makan sama-sama” ujar Lexa. Raya mengangguk. Lexa memanggil Alex di lantai dua agar segera turun. Alex turun bersama Icky di gendongannya.
Alex mematung sejenak saat memasuki ruang makan. Ia baru pertama kali melihat Raya disana dengan penampilan diluar sekolah. ‘Manisnya’ kalimat itu keluar di benaknya.
“Kak! Ngapain disitu. Ayo sini” Lexa membuyarkan lamunan Alex. Alex sedikit kikuk dan bergabung di meja makan. Mereka makan dengan damai sambil di selingi beberapa ocehan Icky. Raya pun menyautin semua ocehan icky. Kadang ia terkikuk dengan ocehan tak jelas icky.
Setelah selesai Raya dan Lexa menuju lantai dua. Lexa mengajak Raya ke kamarnya. Disamping itu Alex memperhatikan Raya diam-diam. Dia suka melihat penampilan Raya yang manis dan terkesan natural seperti ini. wajahnya terlihat lembut dan polos. Berbanding terbalik dengan adiknya yang cuek.
Raya memasuki kamar Lexa yang terkesan simple tapi sangat nyaman. Raya melihat ada dua foto di nakas samping tempat tidur Lexa. Satu Foto itu berisi gambar Lexa dan orang tuanya, satu nya lagi berisi gambar Lexa dengan ketiga kakak-kakaknya.
“Ini siapa lex?” tanya Raya sembari memegang figura foto
“Itu kakak-kakak gua. Kak Alex, kak excel sama kak axen.”
“Wuah.. ternyata kamu punya tiga kakak ganteng semua ya. Tapi… paling ganteng kak Alex” jawab Raya malu-malu.
“Lo naksir ya sama kak Alex”
“Eh..? nggak. I.. ini.. aku liat kak Alex gayanya paling cool dan dewasa dari yang lain” kilah Raya tergugup. Lexa tertawa melihat Raya salting.
“Naksir juga gak papa kok. Tapi… katanya kak Alex udah punya pacar.” Ujar Lexa. Dan tak ada respon dari Raya.
Mereka duduk di lantai beralas permadani. Menyala Tv di depan mereka dan duduk sambil memakan camilan yang Raya buat. Sambil mereka menonton acara music MNET.
“Oya, katanya kamu mau cerita, tentang apa?” tanya Raya. Lexa Nampak berfikir. Sedikit banyak, ia agak trauma tentang hal pribadi yang dibagi pada sahabatnya sejak kejadian dulu. Tapi Lexa memutuskan untuk menceritakan. Ia peercaya, Raya tak seperti sandra dan yang lainnya.
“Bara ngajak dinner gua nanti malam” ujar Lexa dengan menundukan pandangannya. Entah malu atau gugup pada raya namun ia merasakan itu.
“HAH?! Bara? Anak Sipil?” tanya Raya yang terkejut dengan mata membola dan antusias bertanya. Lexa mengangguk. Matanya masih berbinar antusias mendengar cerita selanjutnya.
“Trus trus trus. Kapan kamu dinner sama dia?”
“Nanti malam. Jam tujuh di Skyline café”
“Loh, dia jemput nggak?” kening Raya berkerut.
“Nggak lah ngapain dijemput. Lagian gua mau bilang apa sama kak alex?
“Loh emang kak alex nggak tau? Terus gimana?” tanya raya. Lexa mengendikkan bahunya. Ia juga bingung. Mereka diam sejenak, tiba-tiba raya menjentikkan jarinya.
“Aku punya ide lex. Kamu mau dandan?” Lexa berjengkit kaget dengan pernyataan Raya lalu menggeleng keras.
“Nggak.. nggak.. ngapain dandan, emang mau ngedate. Pake baju biasa aja lah” ujar Lexa terkesan cuek.
“Nggak boleh biasalah. Kamu itu cantik. Siapa tau Bara naksir sama kamu.” Ujar Raya dengan jahil mengedipkan satu matanya. Ternyata Raya bisa juga menggoda. Lalu Raya menarik ku bangkit.
“Eh, mau ngapain?” tanya Lexa .
“Kita ke tempat tante aku. Ke salon tante aku. Dan kamu izin sama kak alex, mau keluar sama aku sampai malam” sembari Raya tetap menyeret dan mengambil clutch lexa di atas meja rias, dan langsung menarik lexa keluar. Di lantai satu Alex sedang bermain game online bersama teman-temannya yang juga datang kerumah. Ada Dicky, Bima, Habib dan Deon. Mereka sempat terkaget melihat lexa dan Raya datang dari lantai dua.
“Eh,, ada siapa nih? Kok ada cewek dirumah ini?” tanya habib. Teman Alex yang baru pulang dari PKL nya.
“Kenalin, ini adek gua Alexa. Dek, itu temen kakak, Habib. Dia baru pulang PKL nya” ujar Alex sambil menepuk-nepuk kepala Lexa. Lexa dan habib keduanya bersalaman.
“Meni halus euy.” Ujar habib dan mendapat pelototan Alex.
“Ini Raya temen Lexa. Mereka sekelas” ujar Alex sambil menunjuk Raya. Semuanya tersenyum melihat Raya dan Lexa.
“Kak Al, Lexa keluar dulu ya sama Raya.” Izin Lexa.
“Iya boleh, jangan malam-malam ya pulangnya” jawab Alex. Keduanya langsung pergi dari rumah tersebut. Alex yang masih menatap keduanya tersenyum. Bukan karena keduanya. Namun karena Raya bersikap sangat manis.
“Senyum-senyum aja lu! Inget si Geby.” Ujar Dicky. Dan langsung mendapat lemparan bantal dari Alex.