Sandiwara dalam Mistery

1124 Words
Kau tahu siapa yang paling mudah berbohong? Jika kau menebak iblis, maka kau salah... Rasa adalah hal yang bisa dengan mudah membohongi dan menipu siapapun Namun waktu akan mengungkap apa yang disembunyikan rasa Entah cepat atau lambat Entah duka atau tawa Waktu akan menjawab segalanya Sosok itu berdiri dengan setelan kaos hitam dan jaket kulit senada yang kontras dengan kulit putihnya. Celana jeans dan sepatu mahal yang ia kenakan terlihat membaur dengan aura dingin yang ia pancarkan “ Kau?” Diana gemetar, bola matanya masih berair, ia tampak sangat terluka Siapakah sosok itu? Kenapa ia bisa berada di sana? “ Diana, kau di sini rupanya.” Suara yang Diana kenal memecah suasana, sebuah langkah berhenti di hadapan Diana . gadis itu menatap pemuda di hadapannya dengan air mata yang banjir dipipi. Harusnya saat itu Diana bisa merasakan keanehan, tapi keadaan dan rasa sedih justru membawanya semakin berduka. Rasa menguasai seluruh indranya. Hingga... “ Zaynn!!” Tangisnya serak kemudian berdiri memeluk tubuh yang berdiri tegak dengan mata terarah tajam pada si tua penjaga makam itu. Ya, sosok itu tidak lain adalah Zayn Abraham. Pemuda yang akhir akhir ini begitu dekat dengan Diana. “ It’s okay,, aku di sini.. jangan menangis, sebenarnya ada apa, siapa si tua ini, apa dia mengganggumu?” Tanya Zayn dengan nada sinis sambil menghapus air mata gadis lugu di hadapannya. Diana menggeleng pelan, ia sesenggukan. “ Zayn, aku baru tau, Malika.. Malikaa kemungkinan tidak bunuh diri , dia.. dia.. dibunuh Zayn, dia dibunuh!” Tangis Diana dengan suara terbata bata. Zayn tertegun mendengar cerita Diana, bibirnya terkatup rapat. Wajahnya berubah pucat, beberapa detik kemudian ia menghela napas panjang. “ Sudahlah Diana , aku kan pernah bilang jangan memikirkan hal yang sudah berlalu, anggapanmu itu mungkin saja salah kan, lagi pula tidak ada bukti yang mengatakan kalau dia dibunuh, siapa yang akan membunuhnya? Apakah mungkin Malika memiliki musuh, tidak kan!! Sudahlah kamu tenang ya!”senyum Zayn membelai lembut rambut Diana yang kemudian mengangguk lirih dan bersandar dipundaknya. “ Maafkan bapak ya peri kecil, jika kata kata dan anggapan bapak membuatmu sedih. Bapak jadi merasa bersalah dan membebanimu.” Pak Sam bangkit dari duduknya dengan wajah iba. Namun… tatapan itu… bukan Diana yang seolah merasa terganggu tapi tatapan sinis dari pemuda berwajah timur tengah di hadapannya. “ Jangan ganggu dia lagi pak, saya MOHON! Pinta Zayn “ Saya tidak bermaksud mengganggu nak Diana. Saya hanya...” “ Cukup! Jangan mengatakan apapun lagi! Anda tidak tahu betapa sedihnya Diana bukan? Jangan menambah bebannya dengan teory konspirasi tidak jelas yang anda sampaikan. Saya mohon berhenti mengatakan omong kosong ini pada siapapun!” Tekan Zayn dengan tatapan membunuh “ Maafkan saya.” “ Ayo Diana! Aku akan membawamu pulang!” Tutur Zayn kemudian membawa Diana melangkah pergi dari tempat itu, Pak Sam diam ditempatnya sembari terus menatap kepergian Zayn dan Diana, sejenak pria tua itu berdecak lirih sambil menggelengkan kepalanya. “ Pemuda yang tampak sangat baik, selalu memiliki sisi buruk yang tak terduga, semoga saja neng Diana tidak salah memilih orang.” Ucapnya kemudian melanjutkan pekerjaan. “ Kenapa kau ada di sini Zayn?” Tanya Diana setelah meneguk sekaleng minuman dari tangan pemuda berkulit putih itu. Zayn tampak menarik nafas panjang “ Aku mencarimu kerumahmu, dan kau tidak ada.” Jawabnya dengan suara lembut “ Dari mana kau tau aku ada di sini?” Pertanyaan Diana sempat membuat Zayn mengalihkan pandangannya, seakan mencoba mencari jawaban “ Dari nenek, dia bercerita tentang mimpimu, aku cemas. Jadi aku berpikir kau mungkin langsung datang ke tempat Malika dimakamkan.” Jawabnya dengan senyum sumbar “ Tidak biasanya kamu datang sepagi ini, ada apa?” Tanya gadis bermata coklat itu antunias. Zayn menarik nafas panjang kemudian tersenyum ramah padanya. “ Kau tau arti namamu?” Ucapnya kemudian, Diana mengkerutkan keningnya “ Diana, dalam bahasa prancis artinya dewi Rembulan, itu sangat cocok denganmu, dan arti namaku dalam bahasa arab adalah perhiasan, seorang putri tanpa adanya perhiasan tidak akan sempurna , begitu pula perhiasan akan menjadi lebih indah jika yang memakainya orang yang tepat.” Senyum Zayn membuat nafas Diana turun naik mencoba mengartikan apa maksudnya. “ Zayn, maksudmu apa, kau mau mengajarkanku tentang syair?” Tanyanya. Pemuda itu menatap Diana dalam dalam, senyumnya begitu manis mengembang membuat siapapun yang melihat pasti terpikat. Ya memang sangat sulit untuk menolak kata sempurna dari sosok pemuda di hadapannya. Perlahan, Zayn memegang tangan Diana lembut. “ Apa ini Zayn?” Tanya Diana dengan suara gemetar dan pipi yang merona Zayn menghela napas, mengulas senyum yang semanis dewa yunani, menatap iris Diana lekat. “ Aku melamarmu, Diana.. jadilah milikku.” Tuturnya kemudian. “ Aa.. aapp.. apa, tidak, kau pasti bercanda kan?” Wajah Diana begitu tampak lugu dan berbinar terang saat itu. Seakan semuanya hanya mimpi saja. “ Hanya denganmu kedamaian yang aku temukan, menikahlah denganku agar hubungan kita terlindungi, apa kau tidak menyukai aku??” Senyum Zayn memancing. Wajah Diana tertunduk, mana mungkin dia menolak orang seperti Zayn yang bagaikan wujud nyata dari mimpinya selama ini. Tapi bagaimana caranya agar wajah senangnya itu tidak terlalu tampak, haruskah dia langsung menjawab iya? Apa itu tidak akan membuat dia terlihat memalukan, beberapa saat pikiran Diana kalut. Namun tiba- tiba… Deg Kali ini nafas Diana seolah benar benar akan terhenti. Bagaimana tidak, Zayn langsung memeluknya erat dan berbisik lembut. “ Aku sudah tau jawabanmu.” Ucapnya tersenyum senang. Diana memejamkan mata merasakan kehangatan pelukan itu. Jadi ini rasanya jatuh cinta? Rasanya begitu hangat, seakan tidak ada yang bisa membuat Diana menangis lagi di dunia ini. Bahkan duka yang ia rasakan sebelumnya seakan memudar perlahan “ Tapi Zayn, aku tidak mengenal keluargamu. Bagaimana jika mereka menolak? Maksudku. Statusku tidak sebanding denganmu. Aku hanya gadis desa tamatan SMA, sedangkan kau, dengan melihatmu saja aku bisa tahu kau dari dunia yang berbeda denganku. Aku takut ini terlalu cepat.” Diana menatap Zayn ragu Lagi lagi, sosok itu mengulas senyum lembut kemudian memegang dagu Diana dan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu. Seakan Diana bisa merasakan hembusan napasnya yang begitu wangi “ Apa yang kau takutkan tidak akan terjadi. Aku mencintai semua kekuranganmu, bagaimana bisa keluargaku menolak kelebihanmu. Lagipula, di desa ini tidak ada yang secantik dirimu. Aku mencintaimu dan itu sudah cukup.” Bisiknya membuat Diana mengulas senyum senang Harusnya saat itu aku tidak mempercayainya begitu saja Kata kata yang terlalu manis terkadang bisa lebih menusuk dari pada beling Tapi rasa mengalahkan segalanya Cintaku, adalah penghianatan terbesar dalam hidupku Zayn hendak mengecup bibir Diana pelan. Tapi gadis itu menghindar dan menolak dengan rona wajah yang menggemaskan “ Jangan! Ini belum waktunya.” Ujarnya tersipu Zayn pun mengulas senyum “ Jadi, mari kita temui nenek. Aku ingin melamarmu secara langsung.” Ajak pemuda itu mengulurkan tangan “ Ayo!” Diana pun menyambut uluran tangan itu Ia melangkah riang mendahului Zayn. Dan saat itulah tatapan pemuda itu berubah Senyum yang sedari tadi terlihat begitu tulus, berubah menjadi tatapan nakal yang mencurigakan. Zayn menatap Diana dari belakang, dari ujung rambut sampai kaki “ Menggemaskan.” Gumamnya pada angin Diana begitu cantik, ia seperti mutiara mahal yang tenggelam di kedalaman lautan Siapa yang tidak tertarik saat melihat dirinya? Semoga Zayn memang benar benar malaikat yang akan menjaganya, bukan iblis yang berniat menghancurkannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD