"Kenapa Mas bisa kepikiran kayak gitu?" "Mas ini laki-laki sayang, Mas bisa tahu apa yang ada di pikirannya saat dia terus saja ngelihatin kamu. Tatapan dia juga udah sangat jelas kalau dia suka sama kamu. Mas pokoknya nggak rela kamu manggil orang itu Mas juga. Nanti dia malah makin ngelunjak sukanya sama kamu." Meisya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, agak lucu juga saat melihat bagaimana tingkah suaminya saat merasa cemburu. Sangat jarang terjadi, namun entah mengapa Meisya justru tidak merasa risih atau keberatan. Dia malah menyukai sikap Ando yang seakan takut kehilangannya. "Mas tenang aja, dia nggak setampan dan nggak bisa bikin aku senyaman ini. Aku hanya nyaman sama Mas, jadi Mas nggak perlu khawatir aku bakal suka sama pria lain." Meisya lalu membalikkan badannya, masi

