Kini Ando berakhir dengan berada di bawah pohon kelapa. Ya benar, dia sudah berkeliling mencari janur kuning atau ketupat namun tidak mendapatkannya sama sekali. Hingga dia bertemu dengan seorang bapak-bapak penjual anyaman yang memberitahunya bahwa dia punya pohon kelapa yang mungkin ada janur kuning di atasnya. Hingga kini Ando sekali lagi harus meyakinkan dirinya untuk memanjat pohon kelapa yang lumayan tinggi di malam hari. Hal ini mengingatkannya tentang bagaimana pada malam pertama dia datang menemui istrinya dan Meisya tiba-tiba mengidam buah mangga muda hingga dia berakhir harus memanjat pohon buah mangga milik ibu penjual buah. Situasi kali ini membuatnya merasa tidak bisa berkutik. “Mas, semangat!” Meisya lagi-lagi sangat senang dan memberikan dia semangat hingga Ando akhirnya

