74. Kembali ke Ibu Kota

1710 Words

Ando telah menyabuni tubuhnya berulang kali, memastikan dengan seksama apakah bau bawang yang menempel pada tubuhnya telah menghilang atau tidak. Namun yang paling sulit adalah aroma bawang di tangannya, meskipun dia telah mencuci tangannya dengan sabun berulang kali. Setelah mandi Ando menyempatkan diri untuk memotong kukunya terlebih dahulu agar bau bawang yang terselip di kukunya benar-benar menghilang. Setelah dirasa bersih dan tidak ada lagi bau bawang di tubuhnya, Ando kini berjalan mendekat ke arah Meisya. Rupanya selagi menunggunya selesai mandi tadi, Meisya kembali tertidur. “Sayang, bangun yuk. Opor ayamnya keburu dingin, katanya kamu ngidam opor ayam. Mas udah masakin opor ayam special buat kamu.” Ando menepuk pelan pipi Meisya, namun Meisya hanya bergerak sebentar dan melanju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD