Kuperhatikan Dewi yang sedang menghirup Ice Chocolatenya, namun pikiranku tidak tertuju padanya. Yah...kami sedang menunggu pesawat William yang seharusnya beberapa menit lagi landing di Bandara Ngurah Rai. "Rel...oii!!" tepukan halus Dewi pada lenganku membuyarkan lamunanku. "Lo udah ambil keputusan?" Lanjutnya sambil meletakan gelas di meja. Kugelengkan kepalaku perlahan, "Sorry Dew...gue juga gak enak sama Lo." "Lohh...gak usah pake acara engga enak sama gue Rel. Ini kan buat hidup Lo, kebahagiaan Lo. Jangan karena William itu kakak gue lantas Lo mengambil keputusan yang bertentangan dengan hati nurani Lo. Ngerti?" "Dilema gue Dew...disatu sisi perasaan gue sama Lintang ehm..Alex masih sama seperti yang dulu. Namun disisi lain, ngebayangin kehilangan William hati gue juga serasa ada

