Ditengah-tengah keluarga sekarang, Maura duduk di sebelah kanan dekat dengan tante-nya. Iya, ia harus pulang karna Ayahnya yang mengabari acara ini harus ia hadiri. Tak begitu penting memang, tapi bagi keluarga Maura adalah keharusan. Karna berumur entah sampai kapan, sebisa mungkin mereka harus hadir dan mengesampingkan kepentingan lain. Sudah setengah jam berlalu, tiba-tiba ia melihat mobil datang dan terparkir di halaman rumahnya. Ia berpikir keras siapa yang datang, padahal ia sudah yakin tidak ada yang absen kali ini. Turun seorang pria dari mobil itu, lalu diikuti oleh wanita di belakangnya. Alis Maura bertemu, ia tidak mengenal sama sekali siapa pun mereka. Maura menepuk pelan bahu tante nya, "Tante Kia, siapa di deket pintu itu siapa ya?" Ia berbicara sangat lambat, ditakutkan

