"Di mana?" Tanya nya to the point. "Tempat makan." Jawabnya di sebrang sana. "Sama cewe?" Ia diam sejenak sebelum menjawab. "Urusan sama kamu apa?" "Lo nanya urusan sama gue apa, Ska?" Tanya nya berapi-api. Aska naik darah, "Ra, ayolah! Kamu yang meminta kita istirahat. Dan kamu yang sekarang aku larang. Mau kamu apa?" Aska naik darah, ia tidak perduli di mana Nadira hadir di hadapannya. Nadira perlu tahu bagaimana mengembalikannya dengan Anira sekarang. "Aska, kita istirahat buat sama-sama nyadarin apa yang kurang dan apa yang harus kita perbaiki. Bukan kaya gini, bukan dengan kamu jalan sama cewe lain." Aska terkekeh, "Dengan kaya begitu, gue akan tahu. Sebenarnya hati gue masih buat lo atau engga, Ra." Nadira tersentak saat berbicara kalimat-kalimat yang Ale ucapkan di telepo

