Bab 9 Mempermalukan Tiara

1424 Words

Sore hari setelah selesai kelas, aku segera berlari ke hotel kecil di sebelah sekolah dan langsung memesan sebuah kamar. Kemudian, aku mengirimkan lokasi hotel dan nomor kamar pada Tiara. Pada pukul enam lebih lima puluh menit, aku mendengar ketukan di pintu kamar. Ternyata itu adalah Tiara. Dia masih mengenakan pakaian yang ia pakai kemarin dan tidak memakai riasan. Mungkin, di matanya, aku sama sekali tidak pantas untuknya. Setelah masuk ke hotel, dia mengipasi wajahnya dengan ekspresi jijik sambil menekan hidungnya, “Bau apa ini? Aku seorang gadis idaman di sekolah, kenapa kamu tidak memesan hotel yang bagus saja?” Bahkan ketika kondisi ekonominya mendesak, kenapa dia masih saja bersikap seperti ini di depanku? Aku mencibir, “Jika kamu bicara macam-macam lagi, percaya atau tidak, aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD