Sahabat Baru

1399 Words
Ayla mengganti sprei kasurnya yang sudah 2 minggu tak diganti karena kemageran gadis itu. Ayla menepuk-nepuk kasur mengusap untuk merapikannya. Setelah itu Ayla mencari pewangi ruangan untuk mengharumkan kamarnya, Ayla membuka laci nakasnya mencari keberadaan botol pewangi itu. "Mana sih?" tanya Ayla tak kunjung menemukannya. Bukk Suatu benda jatuh dari atas nakas karena Ayla terlalu mengguncang laci nakasnya. Ayla menarik benda itu, ternyata sebuah album foto-foto waktu ia SMP dahulu. Ayla membukanya, tangan gadis itu melihat lembaran-lembaran foto dirinya bersama teman-temannya, walaupun lebih banyak foto bersama Kina. Ayla semakin membuka lembaran itu sampai akhir, namun di pertengahan... Degh Terlihat sebuah foto dirinya bersama mantan pacarnya yang bernama... Viono. Perasaan nyeusek langsung Ayla rasakan, tenggorokannya terasa tercekat, lalu air mata langsung mengalir di sudut mata Ayla. "V-vioo," lirih Ayla mengusap foto seorang pria yang berpenampilan berantakan namun sangat tampan. Ayla tiba-tiba teringat kenangan ia bersama pacar yang sangat dicintainya itu dulu. FLASH BACK ON Ayla membuka kamera hpnya lalu mengarahkannya kepada pria di sampingnya. "Foto bareng yuk," ajak Ayla. "Aku gak pandai foto-foto," jawab pria itu lembut. Pria yang bernama Viono, seorang Badboy yang kenakalannya sudah dikenal banyak orang, berhati keras dan semena-mena namun berhati lembut hanya kepada seorang gadis yang sudah masuk ke dalam hatinya, yaitu Ayla. Vio banyak menyakiti hati orang lain atas perkataan, perbuatannya namun ia sama sekali tak melakukan itu kepada Ayla. Sejak bertemu dengan Ayla, Vio merasakan dirinya berbeda, berbicara dengan Ayla sangat lembut takut menyinggung perasaan gadis itu, Vio sangat mespesialkan Ayla. "Aaa ayo dong, aku mau foto bareng kamu," rengek Ayla, inilah yang membuat Vio tergila-gila dengan Ayla, sikap manja gadis itu membuat ia semakin menyayanginya. "Yaudah deh, sini kameranya," Vio menarik hp Ayla lalu menghadapkan ke dirinya dan Ayla lalu menekan tombol yang berbunyi cekrek. Cekrek... Cekrek... Cekrek... Mereka berdua asik berfoto dengan gaya yang mereka buat segokil mungkin, sampai pada pose terakhir, Ayla menyenderkan kepalanya ke bahu Vio, dan pria itu menatap muka Ayla ke samping sambil tersenyum. Cekrek... Itulah foto paling bagus diantara yang lainnya, Ayla memekik girang ia tak sabar ingin mencucinya. "Vio," panggil Ayla. "Iya sayang?" Pipi Ayla langsung merona, ia sekan terbang ke awan. "Aku mau nanya," ucap Ayla ragu-ragu. "Nanya apa?" "Kenapa kamu baik banget sama aku? Kok ke orang lain kamu jahat banget." Vio terkekeh lalu merangkul bahu Ayla. "Karena kamu pacar aku, Ay!" "Jadi, kalau aku bukan pacar kamu, kamu bakalan jahat juga sama aku?" "Nggak lah, aku pertama kali ketemu kamu aja, hati aku berubah jadi lembut, aku kadang merasa aneh, tapi ya mungkin ini pertanda kalau kita jodoh, Ay!" "Kamu janji ya gak akan pernah jahat sama aku, dan selalu ada di samping aku," Ayla menyodorkan jari kelingkingnya kepada Vio. Pria itu terkekeh pelan, lalu mengaitkan jari kelingkingnya ke jari gadis itu, saling mengikat janji. "Aku janji Ayla." Ayla tersenyum puas, Vio selalu ada untuknya, Vio yang akan membelanya jika ada yang mengganggunya, Vio yang selalu perhatian dengannya, Vio yang selalu menjaganya, Vio yang lembut dan penyayang. FLASH BACK OFF Ayla terisak mengingat kenangan bersama Vio, ia menghapus air mata yang mengalir terus di pipinya. "Kenapa kamu pergi ninggalin aku, Vio!" "Kenapa kamu pergi secepat ini!" "Aku kangen sama kamu!" Vio sudah mengorbankan nyawanya untuk Ayla. Ayla pernah akan ditabrak oleh mobil atas suruhan seseorang, yaitu suruhan Angel. Rara yang iri dengannya karena Vio tak lagi bersama Rara. "Ini semua gara-gara lo Ra," ucap Ayla yang sangat membenci Angel. Ayla kembali teringat dengan kata-kata Vio yang terakhir kalinya kepadanya. "Ayla, janji sama aku bahagia terus ya, aku akan selalu menjaga kamu, jangan pernah sedih aku gak suka liat kamu nangis, jangan benci sama Rara aku udah suruh dia untuk berubah, kamu bantu Rara supaya jadi lebih baik lagi ya, aku pengen liat orang yang aku sayang bersahabat baik," ucap Vio lalu mengambil tangan Ayla dan menarik tangan Angel menyatukannya. "Kalian jangan saling membenci!" "Kalian bisa janji kan untuk berbaikan?" tanya Vio. "Iya gue janji," ucap Angel menatap Ayla. "I-iya aku janji, Vio!" ucap Ayla pula. Vio tersenyum lega, lalu perlahan matanya meredup dan tertutup sempurna tak akan terbuka lagi untuk selamanya. Tangis raung Ayla dan Angel pecah ketika dokter bilang jika Vio sudah meninggal dunia. Ayla sangat terpuruk ia kehilangan orang yang sangat mencintainya, Angel juga tak kalah rapuh, ia ditinggal oleh sepupu sekaligus sahabatnya untuk selama-lamanya, Angel merasa sangat menyesal karena ini adalah ulah perbuatannya. *** "Maafin aku Vio, aku belum bisa berbaikan dengan sepupu kamu, aku masih takut dan trauma, aku takut dia belum benar-benar berubah menjadi baik, aku gakmau dia nyakitin aku untuk kedua kalinya." "Aku gatau maksud dia ngedeketin kak Alyo itu apa, mungkin dia masih dendam sama aku, cukup aku kehilangan kamu aja tapi, jangan sampai kehilangan kak Alyo juga, aku udah gak punya siapa-siapa lagi." "Aku udah kehilangan kamu, orang yang aku sayang, dan aku gakmau jika Rara kembali berulah." "Gue benar-benar udah berubah, Ay!" sahut suara dari belakang yang mengagetkan Ayla. Ayla terkejut melihat Angel yang sudah ada di kamarnya. Rara dengan penampilan barunya. "Ngapain lo di kamar gue? Jangan macam-macam ya!" "Ayla, percaya sama gue, gue udah berubah, Ay!" mohon Angel. "Gue gak percaya." Angel memang daritadi sudah ada di depan pintu kamar Ayla, Alyo yang menyuruhnya menghampiri Ayla ke kamar gadis itu langsung, namun Angel mengurungkan niatnya membuka pintu karena mendengar Ayla membicarakan dirinya dan Vio. "Rara emang sudah berubah, Ay! Gue jamin dia gak bakal jahat lagi," ucap Kina yang juga masuk ke dalam kamar Ayla. "Na, lo pasti udah dipengaruhi sama dia kan!" "Sejak kehilangan Vio, gue jadi gak bersemangat hidup, gue berubah menjadi seorang introvet, gue hanya hidup di dalam kamar, makan di kamar, belajar di kamar, gue harus homeschooling dan itupun belajarnya di dalam kamar gue, gue gak pernah lagi keluar kamar sejak itu, sampai akhirnya guru gue bilang kalau gue gak boleh diam begini saja dengan penyesalan gue, gue ngajak bunda ke Jakarta untuk menemui lo dan bisa berbaikan sama lo, gue gak mau lagi hidup dengan penyesalan seperti dulu, makanya gue ingin bebas dari penyesalan ini, gue mohon banget sama lo, percaya sama gue, gue udah berubah menjadi baik, Ay!" ucap Angel dengan air mata yang membasahi pipinya. Angel benar sungguh-sungguh dengan perkataannya. Ayla menatap mata Angel, ia melihat kejujuran di sana, Ayla merentangkan tangannya menyuruh Angel masuk ke dalam pelukannya. Angel menatap ragu, apakah Ayla sudah memaafkannya? Kina mengangguk kepada Angel, lalu gadis itu langsung berhamburan memeluk Ayla. "Gue minta maaf sama lo Ay, gue minta maaf, gue nyesel sama perbuatan gue dulu, gue emang g****k Ay!" "Gue udah maaffin lo, bagaimanapun kita harus menepati janji kita sama Vio!" "Kita sama-sama kehilangan Vio, Ay! Gue minta maaf, karena gue kita jadi kehilangan Vio." "Iya, gue juga minta maaf sama lo!" Keduanya melepaskan pelukan lalu saling menatap satu sama lain. "Mulai saat ini lo, gue, dan Kina adalah sahabat!" ucap Ayla, Angel tersenyum senang tak menyangka ia diterima baik oleh Ayla dan Kina. "Makasih Ay, lo baik banget, gue nyesel udah pernah jahatin lo!" "Udah, jangan ingat masa lalu kita, sekarang yang penting kita sudah berbaikan," ucap Ayla tersenyum senang. Lalu Ayla kembali merentangkan tangannya lebar-lebar, menyuruh Angel dan Kina masuk ke dalam pelukannya. Mereka berpelukan bersama, dan tertawa bahagia. Alyo yang melihat mereka baikan tersenyum senang. Masalah Ayla dan Angel sudah kelar. Ayla mendapatkan sahabat baru, dan mulai sekarang Ayla bertekad untuk menerima Angel sebagai sahabat serta pacar dari kakaknya. Sepertinya Angel membantu Ayla untuk keluar dari perasaan anehnya kepada Alyo, ia harus menghilangkan perasaan ini, tak mungkin juga ia bersatu dengan Alyo. *** Ayla, Angel, dan Kina pergi ke Mall berbelanja sebagai tanda merayakan persahabatan baru mereka. Mereka juga masuk ke dalam studio fotobox untuk berselfie ria. Ketiganya tertawa bersama menghadap kamera. Ayla memasangkan rambut keribo ke kepala Angel, dan Kina memasangkan kacamata bulat ke mata Angel, ketiganya tertawa lepas melihat kekonyolan tampilan Angel. Kina ikut mengambil topi kelinci lalu memasanh di kepalanya, Ayla mengambil bendo dan kacamata lalu memakainya. Ketiganya berpose menatap kamera lalu Angel yang berada di tengah-tengah menekan tombol untuk mengabadikan foto mereka. Setelah selesai, mereka mencuci foto itu. "Alay banget yah kita!" kekeh Kina melihat foto-foto mereka yang sudah jadi. "Ahaha gue bakal pajang foto ini di kamar," ucap Angel. "Iya gue juga bakal masukin ke album," ucap Ayla pula. Lalu ketiganya melangkah ke Cafe yang ada di dalam Mall itu untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan karena asik berkeliling Mall sejak tadi. Mereka memilih duduk di pojok Cafe supaya tak banyak orang yang memperhatikan mereka makan. "Lo mau pesan apa, Ay?" tanya Kina. "Hm nasi goreng seafood sama ice coffe aja deh." "Kalau lo, Ngel?" tanya Kina. "Spaghetti ayam sama Ice lemon tee aja, Na." Kina mengangguk singkat lalu memesan makanan yang disebutkan itu kepada pelayan. Tak lama kemudian, pesanan mereka sampai, ketiganya langsung melahap makanan itu. Ayla menyuapkan satu sendok Kina nasi goreng miliknya, selanjutnya Kina menyodorkan minuman miliknya kepada Angel. Sedangkan Angel menyuapkan Ayla spaghetti kepada Ayla. Ketiganya saling bersuap-suapan, terasa sangat nikmat dan menyenangkan. Tak sadar ada sepasang mata yang menatap tak suka melihat persahabatan mereka. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD