Pernyataan

1809 Words
Ayla menghadapkan badannya ke arah Alyo sepenuhnya, ia menggigit ujung bibir bawahnya mengurangi rasa gugupnya. "Gu-gue..." Alyo yang tadinya tersenyum menatap Ayla aneh, ada apa dengan adiknya? "Lo mau ngomong apaan Ay?" "Gue mau jawab pernyataan lo, kak!" jawab Ayla. "Pertanyaan yang mana?" Ayla mengerutkan keningnya, Alyo seperti orang kebingungan. "Yang itu, yang lo nemb--" "Jadi lo mau nerima gue? Makasih Ayla, gue senang banget!" teriak suara di belakang Ayla. Degh Ayla segera menoleh ke bangku belakangnya, di sana terlihat sepasang kekasih yang berpelukan erat. "Akhirnya lo bisa jadi pacar gue, udah lama gue nunggu lo selesai kuliah!" Jadi? Suara yang didengar Ayla tadi bukan suara Alyo? Melainkan suara pria lain yang sedang menyatakan perasaannya kepada gadis yang bernama Ayla, sama dengan namanya. Ayla sudah salah paham, pipinya merah menahan malu, untung saja Ayla belum menjawabnya kepada Alyo. "Lo kenapa sih Ay?" tanya Alyo masih keheranan. "Lupakan aja kak," balas Ayla cuek lalu kembali menonton film yang hampir selesai. Beberapa menit kemudian, film itu berakhir. Ayla segera keluar dari studio tanpa menunggu Alyo, ia berlari ke toilet. Ayla menatap pantulan wajahnya di cermin toilet, Ayla melirik seorang gadis yang asik berfoto ria di depan cermin, mungkin inilah kebiasaan anak muda zaman sekarang. "Lo gak boleh suka sama kakak lo sendiri, Ay! Itu mustahil terjadi!" tekan Ayla menatap dirinya di cermin. "Lo jangan berharap sama dia, lo pasti bisa suka sama cowok lain, selain kak Alyo," tekan Ayla lagi. "Kakak kok ngomong sama cermin? Kakak kesurupan ya?" tanya seorang gadis du samping Ayla tadi. "Kalau iya kenapa?" tanya Ayla tajam menatap gadis itu. "AAA TOLONG ADA YANG KESURUPAN!" teriak gadis itu keluar dari toilet. "Huh dasar anak alay," dengus Ayla berlalu dari situ. Ayla keluar dari toilet, di luar sudah ada Alyo menunggunya, Ayla berjalan melewati Alyo begitu saja. Alyo menatap heran, Ayla berubah seperti itu saja padanya, Alyo tak tahu salahnya dengan gadis itu. "Emang salah rang ganteng apaan?" tanya Alyo heran. Alyo menyusul saja kemana adiknya itu pergi, Ayla berjalan tanpa henti sampai di parkiran. *** Bunyi dentingan sendok beradu dengan piring terdengar di meja makan keluarga Zaqi. Ayla fokus dengan makanannya tak berbicara, Alyo menatap bingung dengan suasana akward itu, lalu Alyo memulai memecahkan keheningan. "Pa, gimana kerjaannya?" tanya Alyo membuka suara. "Sejak kapan kamu ingin tahu sama kerjaan papa?" "Sejak gatau ngomong apaan lagi, Pa!" jawab Alyo jujur. "Mau papa ceritain kisah papa sama mama dulu?" tanya Zaqi, Ayla melirik sebentar namun tatapannya kembali ke makanan di piringnya. "Mau dong pa, ceritain aja," suruh Alyo. "Papa dulu udah suka sama mama kamu sejak SMA, tapi papa gak mau ngungkapin perasaan papa ke mama kamu, eh malah keduluan sama sahabat papa nembak mama kamu." "Ahahahaha, kasian banget deh papa," ledek Alyo. "Ah papa ngapain ceritain ke anak-anak," malu Fira. "Gapapa Ma, kita kan juga kepo sama kisah papa dan mama, ya kan Ay?" tanya Alyo meminta persetujuan. "Hem," gumam Ayla. "Eits, jangan ketawain dulu, ternyata mama sama papa dijodohin," ucap Zaqi sumringah. "Trus-trus?" tanya Alyo. "Mama kamu masih cinta sama mantannya, ya papa berusaha ngambil hati mama kamu," ucap Zaqi. "Gimana usahanya? Mama minta dibeliin apa aja?" "Wah, mama kamu mah pertama minta sesuatu langsung minta mobil, Yo!" Alyo menganga tak percaya, namun bibirnya tersenyum pongah, biasa orang kaya, ucap Alyo dalam hati. "Mendingan mama, Pa! Emaknya teman Alyo aja mau kawin langsung minta warisan," ucap Alyo membuat Fira tersedak, Ayla segera memberikan air putih ke mamanya, karena gadis itu duduk di hadapan mamanya. Zaqi tertawa pelan, "siapa tuh?" tanya Zaqi. "Emaknya si Jaya, Pa." "Oh." "Papa kamu dulu romantis, dia nyatain cinta lewat surat ke mama, dan kertasnya itu dikasih parfum kesukaan mama," ujar Fira ikut bercerita. "Romantisnya dimana Ma? Toh cuma dikasih kertas doang pake baper segala," kata Alyo tanpa beban. "Kata-katanya lah, papa kamu pernah ngasih mama puisi, walaupun mama tau puisinya contekan dari internet," ucap Fira santai, Zaqi langsung tersedak, giliran Alyo yang memberikan Zaqi air minum. "Kok kamu tahu?" tanya Zaqi. "Tau lah," jawab Fira. Zaqi menahan malu, ia baru mengetahui sekarang jika istrinya tahu puisi yang ia berikan hasil contekan dari internet, Zaqi tak punya bakat sama sekali membuat puisi. "Lagian siapa yang tak tahu, puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar," ucap Fira memutar bola matanya. "Pfft--" Ayla yang tadi hanya dia menahan untuk tidak tertawa, dan akhirnya tawa pecah menggelegar di ruang makan, menertawakan Zaqi yang sudah malu tujuh kepalang. "Itu kan puisi pahlawan, kenapa Papa kasih ke mama?" tanya Ayla angkat bicara. "Ya gimana lagi Ay, papa taunya cuma puisi doang, puisi itu pernah jadi tugas papa waktu kuliah," ujar Zaqi. "Hahaha gokil-gokil," ledek Alyo. Dan makan malam terasa sangat indah walaupun Zaqi menjadi korban yang ditertawakan keluarganya, tapi Zaqi pasrah saja, setidaknya sekali-kali ia di rumah bisa tertawa bersama keluarganya. *** Ayla merapikan roknya, pagi ini ia sudah mules di sekolahnya, sepertinya Ayla diare. Ayla membuka pintu toilet, gadis itu terkejut melihat Angel berdiri di depan toilet. "Ra-rara?" kaget Ayla melihat tampilan Angel seperti dahulu. Angel memakai jacket hitam dan rambutnya yang diikat kuda, ditambah lagi permen karet yang sedang dikunyahnya. "Ay!" panggil Angel pelan. "Mau ngapain lo?" tanya Ayla ketus. Ayla yang akan melewati Angel ditahan oleh gadis berpenampilan tomboy itu. "Bentar Ay!" tahan Angel. Lalu Angel membuka ikatan rambutnya, melepaskan jacketnya dan membuat permen karet di tong sampah. "Rara yang lo kenal dulu sudah berubah, Ayla!" ucapnya dengan tatapan sayu, Angel mengembangkan senyuman tulusnya kepada Ayla. "G-gue gak percaya, lo pasti ada niatan jahat kan," tuduh Ayla, Angel menggeleng pelan. "Gue ke sini, dengan diri gue yang baru, percaya sama gue," ucap Angel memegang tangan Ayla, namun ditepis oleh Ayla. "Sampai kapanpun lo tetap Rara yang dulu, dan lo adalah orang paling sadis yang pernah gue kenal," ucap Ayla berlalu dari situ. Angel melengos pasrah, Ayla tak mau memaafkannya. "Vio, maaffin gue," ucap Angel menatap lirih. Perbicaraan Ayla dan Angel didengar oleh seseorang yang bersembunyi tak jauh dari sana, ia mendengar semuanya dan ia penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya. *** Alyo masuk ke kelas Ayla namun bukan menghampiri adiknya, melainkan untuk mencari Kina. "Jam 4 sore nanti gue tunggu di Cafe dekat sekolah, lo jangan bilang ke Ayla, cukup kita berdua aja yang tau," bisik Alyo lebih seperti perintah kepada Kina, gadis itu awalnya heran namu ia mengangguk mengiyakan saja. Setelah itu Alyo keluar dari kelas Ayla tanpa melirik adiknya itu sedikitpun. "Lo berantem sama kak Alyo?" tanya Tusa kepada Ayla. "Nggak," jawab Ayla seadanya. "Trus kenapa Kak Alyo gak nyapa lo?" tanya Tusa semakin kepo. "Mana gue tau," balas Ayla cuek walaupun sebenarnya ia pacaran apa yang dikatakan Alyo kepada Kina. "Na, Kak Alyo ngomong apa sama lo?" tanya Ayla curiga. "Oh itu, ehm kat-katanya dia tadi salah masuk kelas, hehe iya," jawab Kina mencari alasan. "Hah?" tanya Ayla tak mengerti. "Ah gak penting kok Ay," ucap Kina meyakinkan. *** Pukul 16.00 WIB. Alyo sudah duduk di Cafe ini dari 15 menit yang lalu, menunggu Kina yang belum juga datang. Alyo mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja karena bosan duduk terlalu lama. 16.11 WIB "Mana sih si Kina, gaktau apa nih kursi udah panas dingin gue dudukin daritadi," ucap Alyo. Tak lama kemudian Kina datang, ia langsung duduk di hadapan Alyo. "Maaf kak gue telat," ucap Kina masih ngos-ngosan. "Iyee," balas Alyo. "Ada apa kak Alyo nyuruh gue ke sini?" "Jadi gini, gue mau nanya lo kenal sama si Angel gak?" tanya Alyo. "Ya kenal lah Kak, Angel pacar lo dan sekelas sama lo kan kak?" "Iya, si Ayla kenal gak sama Angel sebelum gue kenalin?" "G-ga tau kak," jawab Kina berbohong. "Jujur aja sama cowok ganteng," suruh Alyo menatap mata Kina. "Apa yang lo tau tentang Angel dan Ayla? Bilang semuanya ke gue!" "O-oke kak, gue bakal ceritain semuanya," ucap Ayla menghela nafasnya. "Jadi dulu, Ayla punya pacar namanya Viono, awal pertemuan mereka adalah pada saat Ayla liburan ke Bali  tak sengaja bertemu dengan Vio, dan selama liburan di sana Vio menemani Ayla kurang lebih satu minggu," Kina memulai ceritanya. "Mereka berdua jadi akrab walaupun hanya satu minggu di sana, nah pada saat Ayla pulang ke Jakarta ternyata Vio juga mengikuti Ayla, kebetulan ada nenek dari papa Vio tinggal di Jakarta." "Vio pindah sekolah di sini, Ayla dan Vio semakin dekat sampai akhirnya mereka pacaran." "Sudah 1 tahun Vio di jakarta akhirnya Rara eh maksud gue Angel dia datang ke Jakarta untuk bertemu Vio, Angel tak menyukai Ayla karena gara-gara Ayla Vio meninggalkannya, Angel merasa kesepian sejak ditinggal oleh Vio karena Angel gak pernah punya teman di sekolahnya kecuali Vio." "Lo tau kak? Angel dan Vio ternyata sepupuan, tapi Angel tak mau kehilangan Vio, ia mau terus bersama-sama Vio, makanya Angel membenci Ayla, Angel selalu meneror Ayla, memberikan surat-surat ancaman, berisi perintah agar Ayla menjauhi Vio, namun Ayla tak takut, sampai akhirnya Angel nekat ingin mencelakakan Ayla, dia menyuruh preman untuk mencelakakan Ayla," tangan Alyo tiba-tiba terkepal begitu saja. Alyo memang tidak mengetahui kisak adiknya selama SMP, karena sejak Alyo kelas 6 SD, Alyo tinggal di Padang bersama papanya karena ada kerjaan papanya di sana, makanya Alyo menemano papanya untuk tinggal di Padang. "Hampir aja Ayla celaka, jika tidak ada Vio yang menolongnya, preman-preman itu akhirnya menabrak Ayla dengan mobil namun yang tertabrak adalah Vio karena Vio kembali menyelamatkan Ayla." Oh ayolah, Alyo merasa sangat tak berguna mendengar itu, ia sebagai kakak merasa kalah dibandingkan pacar Ayla, tapi bagaimana lagi, Alyo tak mengetahui itu, ia juga tak mendapat kabar dari mamanya jika ada kejadian seperti itu. "Vio sekarat langsung dibawa ke rumah sakit, Vio hanya bertahan selama tiga hari setelah sadar dari komanya empat hari, yah bisa dibilang umurnya hanya bertahan seminggu setelah ditabrak itu." "Akhirnya Vio meninggal dunia dan Ayla tahu dalang dari semua itu, bersyukur keluarga Vio tak menuntut Angel karena Angel adalah sepupu Vio, sejak itu Ayla membenci Angel dia takut kalau Angel masih dendam dengannya, makanya pada saat Angel lo kenalin waktu itu Ayla pernah nyuruh lo menjauhi Angel karena Ayla takut lo kenapa-napa Kak, Ayla takut jika Angel berbuat sesuatu yang buruk ke lo kak," jelas Kina lalu menarik nafasnya karena sudah menceritakan panjang lebar. Alyo tak menyangka jika Angel bisa sekejam itu, berbeda sekali dengan sekarang. "Tapi ada hal yang harus lo tahu kak, Angel udah berubah, 4 hari yang lalu Angel nyamperin gue dan bilang kalau dia sudah berubah, dia sudah menjadi lebih baik karena kejadian itu merubahnya, Angel juga berterima kasih kepada Ayla karena Ayla sudah menyadarkannya, lo gak perlu takut, Angel sudah jadi orang yang baik, kita harus menghargai perubahannya," ucap Kina bijak, Alyo mengiyakan. Mungkin masa lalu pernah menjadikan Angel kejam, namun jika ia berubah Alyo percaya ia pasti akan belajar dari masa lalu dan akan berubah menjadi lebih baik di masa depan. Alyo menghembuskan nafas menerima dan mencerna informasi yang didapatkan dari Kina. "Makasih ya Na, infonya! Akhirnya gue tau yang selama ini terjadi, mama sama Ayla gak pernah cerita kalau ada kejadian seperti itu, parahnya lagi gue gatau Ayla pernah hampir celaka," ucap Alyo penuh penyesalan. Harusnya ia menyelidiki masalah ini sejak awal, memang Alyo sudah curiga dengan Ayla dan Angel sejak mereka pertama bertemu, ada aura yang berbeda jika mereka saling bertatapan. Waktu SMP Alyo juga menyimpan rahasia, dan sampai sekarang rahasia itu tak pernah terbongkar, yang tau hanya Alyo, papanya, dan dia, dia yang menjadi sahabat Alyo di Padang. "Sama-sama Kak, gue sebenarnya mau memperbaiki hubungan Ayla dan Angel, bagaimana caranya supaya Ayla percaya kalau Angel sudah berubah?" "Itu biar jadi masalah gue, biar gue yang menyatukan mereka berdua," jawab Alyo. "Oke Kak." "Sekali lagi makasih banyak udah ceritain semuanya ke gue," ucap Alyo. "Iya Kak!" Akhirnya Alyo mendapatkan pernyataan yang selama ini ia pertanyakan. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD