Bahagia

2358 Words
Ayla memilih milih baju yang akan dipakaimya nanti malam. Gadis itu sudah tak sabar ingin pergi ke acara Promnight. Seumur-umur Ayla baru pertama kalinya pergi ke pesta prom di sekolahnya, sesuatu yang tak boleh dilewatkan. Tiba-tiba Alyo masuk ke dalam kamar Ayla memperhatikan gadis itu yang tengah memilih baju di lemarinya. "Pakai yang warna pink itu aja." suruh Alyo menyarankan. "Nggak ah, warnanya norak banget." Alyo hanya mengedikkan bahunya terserah. "Btw, lo mau pakai baju apa ntar malam?" tanya Ayla menatap Alyo. Alyo termenung sebentar, ia berpikir keras nanti takut Ayla plagiat dengan baju yang dipakainya. Alyo kan tak mau jika memakai baju samaan dengan Ayla, ntar dikira anak kembar kehilangan emaknya lagi. "Woy Kak, lo kok bengong sih!" sentak Ayla mengejutkan Alyo. "Gue mau pakai baju Super-man." Alyo merutuki ucapannya sendiri, ntah kenapa mulutnya asal nyambar begitu saja. Lagian mana mungkin ia pakai baju Superman kan makainya kebalik, masa celana dalam di luar celana luar di dalam, bisa malu kepalang Alyo, katanya. "AHAHAHHA, lo mau jadi super hiro nanti malam?" Ayla tertawa terbahak-bahak, Alyo mendengus pelan. "Eh eh gue mau pakai baju koko aja biar keliatan alim, ntar gue pakai sarung sama peci sekalian." "Ahahaha boleh juga, hemm yaudah gue juga mau pake daster aja ah biar keliatan keibuaan." balas Ayla pula. "Terserah lo deh." pasrah Alyo memilih keluar membiarkan Ayla melanjutkan kegiatannya. Alyo kembali masuk ke dalam kamarnya, mengecek ponselnya memeriksa notif yang masuk. "Orang ganteng mah gini, fansnya bejibun, liat deh banyak yang ngechatt gue ngajakin berangkat bareng." Tiba-tiba ponsel Alyo berdering tanda adanya panggilan masuk. Alyo mengabaikan saja karena dianggap tak penting, namun sudah 7 kali hpnya tak berhenti berdering, akhirnya Alyo mengangkat saja. "Apaansih!" ucap Alyo tanpa basa basi. "Sayang, kamu kok gitu jawab telponnya?" "Yee, udah deh mau lo apaan? Rang ganteng lagi sibuk!" "Alyo, kamu nanti jadi pasangan prom aku yah!" "Gak, males banget pasangan sama nenek lampir." "Alyoo! Kok kamu tega banget sih sama aku." "Bodo amat, mending lo pergi bareng si Jono aja noh." Alyo terkekeh membayangkan Jono, laki-laki setengah perempuan yang alay dan lebay. Dan kalau pria itu berbicara mungkin sampai maghrib baru kelar. "Gamau, aku maunya sama kamu!" rengek Tari. "Gue pergi bareng Caca, bye!" Alyo langsung mematikan ponselnya, lalu memode pesawatkan supaya Tari tak bisa lagi menelponnya. Alyo beralih membuka lemari, memilih baju yang akan dipakainya nanti malam. *** Setelah 2 jam memilih akhirnya Ayla menemukan gaun bewarna maroon tanpa lengan selutut. Hiasan mutiara yang melekat di gaun itu membuat kesan mewah. Ini adalah gaun hadiah dari papanya dua bulan yang lalu ketika papanya pulang dari Paris. Ayla jadi tak sabar memakainya. Ia menyetrika terlebih dahulu agar terlihat lebih rapi, setelah itu Ayla masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. 2 jam kemudian, eits jangan kaget jika mandi Ayla memang lama kecualj pada saat mau ke sekolah. Ayla menjadikan kamar mandi tempat berhalusinasi paling nyaman, ia akan melamun sambil berendam di bath up miliknya. Setelah selesai Ayla memakai gaunnya yang melekat indah di tubuhnya, Ayla bercermin menatap badannya yang sangat pas memakai gaun itu. Ayla menata rambutnya, ia berpikir seperti apa gaya rambut yang cocok untuknya malam ini. Ayla menggeraikan namun tak jadi karena sudah terlalu biasa dilihat orang. "Apa gue sanggul aja ya?" Ayla menyisir kembali rambutnya lalu menaikkan ke atas kepala, menggulung rambut itu lalu menyanggulnya. Terlihat jelas leher putih bersih jenjang Ayla jika rambutnya seperti ini. Membuat ia tampak sedikit dewasa dan menawan. Di depan mukanya, Ayla menyisakan anak rambutnya di samping kanan dan kiri pelipisnya. Ayla tersenyum puas, lalu ia memoles mukanya dengan make up ala kadarnya saja ia tak ingin tampak menor. Setelah selesai Ayla mengambil higheelsnya di rak sepatu. Lalu memyesuaikan dengan warna bajunya. "Perfect." puji Ayla memandang tampilannya di cermin. "Gue pengen tampil maksimal malam ini, supaya semua mata melihat ke arah gue, mata cicak, mata lalat, mata kucing, mata kambing, pokoknya semua mata deh." oceh Ayla sendiri. Lalu Ayla berjalan keluar kamar menuruni anak tangga menuju ruang tamu, di sana sudah ada seorang pria yang duduk bersama mamanya, apa mungkin itu Veri yang menjemputnya? Ayla menatap siapa yang sedang duduk bersama mamanya, matanya melebar sempurna melihat seorang pria dengan setelan jas bewarna merah maroon yang senada dengan gaunnya. Ayla tercengang melihat ternyata itu adalah Alyo, kakaknya. Kenapa pria itu sangat tampan malam ini? Rambut yang dirapikan ke samping menambah kegantengannya, di tambah rahang kokoh yang tegas serta bibir merah muda alami yang tampak sexy. Mata pria itu juga sama menatap tak berkedip ke arah Ayla. Alyo terpesona melihat kecantikan Ayla yang sangat anggun malam ini. Pesona yang sangat memikat siapa saja melihatnya. Tersadar saling bertatapan keduanya tersenyum salah tingkah, Alyo menggaruk tengkuhnya tak gatal. Tiba-tiba telpon Ayla berdering, ada panggilan dari Veri, Ayla segera menjauh lalu mengangkatnya. Tak lama kemudian hp Alyo juga berdering, ia memilih mengangkat di sana saja. "Hallo!" "Alyo maaf, aku gak bisa pergi bareng kamu soalnya tante aku melahirkan malam inu aku harus ke rumah sakit sekarang gak bisa ke sekolah." "Oh yaudah gapapa kok santai bae lah sama cowok ganteng." "Okelah." Alyo mematikan telponnya sepihak, ntah kenapa Caca membatalkan janji mereka membuat ia senang. Tak lama Ayla kembali ke ruang tamu. "Kak, gue berangkat bareng lo ya soalnya motor si Veri masih di bengkel kayaknya dia telat datangnya, gue nebeng ke sekolah ya." mohon Ayla memelas. Yesss Alyo malah berteriak senang di dalam hati karena bisa berangkat bersama Ayla. "Iya, ah lagian ko kayak sama siapa aja deh, ayo berangkat."  ajak Alyo. "Ingat loh kalian pulangnya jangan kemaleman." pesan Fira kepada anak-anaknya. "Iya Ma." jawab keduanya kompak. "Kalian serasi banget loh, bajunya couplelan lagi." goda Fira membuat Ayla merona malu. "Sini mama fotoin dulu, berdiri di sana." suruh Fira mengambil handphonenya. CEKKREKK.... CEKKREKK... CEKREKKK... Setelah selesai berfoto ria, Alyo dan Ayla berangkat menuju sekolah. *** Setelah sampai di sekolah, Alyo keluar dari mobilnya membukakan pintu untuk Ayla. "Duh, kenapa Kak Alyo romantis banget sih ah!" gemas Ayla dalam hati. Alyo mengulurkan tangannya yang disambut oleh Ayla, gadis itu keluar dari mobil. Keduanya berjalan memasuki sekolah bersamaan, Alyo menggandeng tangan Ayla layaknya sepasang kekasih. Semua orang memusatkan perhatian kepada Alyo dan Ayla, mereka berdecak kagum melihat keduanya seperti sepasang kekasih yang sangat romantis. Ayla ditatap seperti itu merona malu, sedangkan Alyo malah semakin tebar pesona memperlihatkan kegantengannya. "Alyo!" tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggil Alyo. Pria itu menoleh ke asal suara. "Angel!" panggil Alyo melihat Angel berjalan mendekat ke arahnya. Gadis yang memakai gaun lengan panjang selutut bewarna abu-abu, rambutnya dibiarkan tergerai bergelombang seperti biasanya. Alyo melepaskan genggaman tangannya dari Ayla, lalu berjalan mendekati Angel. Ayla memutar bola matanya kesal kenapa Angel merusak suasananya? "Lo udah sembuh? Kok gak bilang gue mau datang ke sini? Tau gini biar gue jemput ke rumah lo." ucap Alyo beruntun, Angel tersenyum menampilkan senyuman khasnya. "Gue mendadak aja pengen ke sini." jawab Angel. "Yaudah ayo kita ke sana." ajak Alyo menggandeng Angel membawa ke lantai acara. Ayla menghentakkan kakinya kesal, kenapa kakaknya itu lebih memilih Angel lalu mengabaikannya? Oh Ayla, apakah ia lupa jika dirinya hanyalah adik Alyo, mana mungkin bersatu bukan? "Ish, si Veri mana lagi gak datang-datang." Ayla menatap alroji yang melingkar di pergelangan tangannya. Hp Ayla kembali berdering ada sms masuk dari Veri, Ayla segera membacanya. Maaf ya Ayla, gue gak bisa ke sana karena nyokap gue nyuruh pulang ada masalah do rumah. Lo cari pengganti gue aja ya. Sekali lagi maaf. Ayla menghembuskan nafas gusar, tahu begini Ayla tak akan memilih Veri. "Hai Ay." sapa seseorang, Ayla menatap orang itu bibirnya terangkat mengembangkan senyuman. Ah Ayla melupakan sesuatu, kenapa ia tak mengajak pria ini saja? Penyakit pelupa Ayla memang sudah mendarah daging. "Viki!" balas Ayla. "Sendirian aja, Ay?" "Iya nih." Ayla berharap Viki mengajaknya menjadi pasangan prom malam ini, karena jika tidak Ayla akan jadi nyamuk di antara Alyo dan Angel "Mau jadi pasangan prom gue?" Yess... sepertinya doa Ayla terkabulkan, tanpa basa basi Ayla menganggukkan kepalanya. "Oke." Viki mengulurkan lengannya, Ayla langsung memasukkan tangannya ke sela lengan Viki lalu mereka berdua berjalan menuju lantai acara, sepertinya pembukaan akan segera dimulai. 1 jam berlalu... Acara pembukaan, kata sambutan dan potong kue perayaan sekolah berlalu sangat cepat. Sekarang saatnya acara puncak yang dilaksanakan sekolah untuk para siswa dan alumni. Yaitu dansa berpasangan. "Baiklah sebelum acara dansa dimulai, diingatkan kembali cara bermainnya, pada saat musik pertama berbunyi kalian boleh berdansa dengan pasangan pilihan kalian, lalu pada saat musik pertama berhenti lampu akan dimatikan, semuanya harus memakai topeng dan jubah yang telah disediakan. Yang kanan untuk cewek dan yang kiri untuk yang cowok, ingat jangan sampai salah ya." "Dan ketika musik kedua berbunyi kalian segera mencari pasangan kalian lagi lalu berdansa dalam keadaan bertopeng dan berjubah, di sini kita akan melihat siapa yang bener-bener bisa menemukan pasangannya kembali." "Nah pada musik kedua berhenti, lampu akan kembali menyala dan kalian silahkan membuka topengnya, lalu musik ketiga berbunyi silahkan berdansa kembali dengan pasangan kalian semula, bagi yang menemukan pasangannya pada sesi musik kedua maka kalian lanjutkan saja." "Di sini kita akan melihat dansa siapa yang paling romantis dan cocok untuk dinobatkan sebagai Qing and Queen sekolah kita, okeyy?" jelas MC panjang lebar, semuanya bersorak oke dan akhirnya dansa dimulai. Musik pertama mengalun pelan, Alyo menarik Angel ke lantai dansa, mereka berdansa bersama. "Mau dansa bareng sama gue?" tanya Viki kepada Ayla yang masih tercengang melihat Alyo bersama Angel. "Ah iya mau." Ayla dan Viki menyusul Alyo ke lantai dansa, keduanya juka ikut menyamakan langkah dengan musik yang mengalun indah. "Gue akan menemukan lo." ucap Alyo kepada Angel yang dibalas gadis itu senyuman khasnya. Ayla masih memperhatikan Alyo, ntah kenapa hatinya memanas melihat Alyo berdansa dengan cewek lain, tanpa sadar Ayla menginjak kaki Viki dengan sepatu haknya. "Awwh." ringis Viki. "Eh eh maaf Vik, gue gak sengaja." ucap Ayla tak enak. "Iya gapapa kok." Lalu musikpun berhenti dan semuanya berpisah bergegas mengambil topeng. Ayla pamit kepada Viki begitupun sebaliknya. Ayla berjalan ke sisi kanan di sana ada panitia yang menyiapkan topeng dan jubah. Ayla memakai jubah terlebih dahulu yang bewarna hitam, memang jubah hanya satu warna. "Ish kalau tau gini, ngapain gue pake gaun segala, gak sekalian pakai karung goni aja." kesal Ayla. Lalu Ayla memakai topeng bewarna pink yang terletak di sana, ia mengambil acak saja lalu menyesuaikan topeng itu di matanya. Topeng itu menutup sebagian  wajah Ayla, memang corak-corak yang ada di topeng itu menjalar menutupi wajahnya sehingga wajah Ayla tak terlihat begitu jelas. Setelah selesai musikpun kembali berbunyi menandakan dansa pada sesi kedua. Ayla tak bersemangat lagi untuk berdansa. Lagian siapa yang akan mengajaknya berdansa? Viki pasti tak mengenalinya lagi. Sedangkan Alyo? Kakaknya itu pasti sudah menghampiri Angel sesuai ucapannya tadi. Tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengulur di depan Ayla, tanpa pikir panjang Ayla menerima uluran tangan itu. Bersyukur sudah ada yang mengajaknya berdansa. Ayla akan mengajaknya nanti berkenalan. Mata hitam tajam itu memanah mata Ayla, ntah kenapa Ayla menyukai mata itu, Pria itu mengajaknya berdansa di tengah-tengah lantai dansa. Ayla tanpa segan meletakkan sebelah tangannya ke d**a bidang pria bertopeng itu, sebelah tangannya lagi digenggam oleh pria itu. Pelan tapi pasti tangan Ayla diayunkan mengikuti irama. Mata Ayla tak lepas dari mata pria itu begitupun sebaliknya, musik mengalun menggerakkan kaki mereka berdansa. Ayla dapat melihat senyuman pria itu di balik topengnya, Ayla juga ikut tersenyum. Hanyut dalam suasana. Pria itu mendekatkan keningnya ke dahi Ayla, bak terhipnotis Ayla juga ikut mendekatkan keningnya, menyatukan kening mereka dengan mata yang masih terus memanah. Musik tiba-tiba berhenti, Ayla tersadar melepaskan tangannya sedikit menjauh, lampu yang tadinya remang-remang kembali terang. Banyak yang mendesah kecewa karena salah memilih pasangan mereka, Ayla masih memakai topengnya begitupun dengan pria di hadapannya. Keduanya tampak penasaran, Ayla hendak melepaskan topeng pria itu namun tangannya ditahan. "Kita buka bareng-bareng." ucap pria itu, Ayla seperti tak asing mendengarnya. Ayla mengangguk saja, lalu tangannya mulai melepaskan  topeng pria itu, dan pria itu juga ikut melepaskan topeng Ayla. Mata Ayla melotot sempurna serta mulutnya terbuka lebar tak menyangka. "Ternyata gue gak salah pilih." ucap pria itu tersenyum menatap Ayla. Bagaimana mungkin? Ini di luar dugaan Ayla, ia benar-benar tak menyangka. Apakah ini takdir atau apa? Ntah Ayla juga tak tahu, ia masih dilanda keterkejutannya. "KAK ALYO?" kaget Ayla, ia masih tak bisa mengontrol keterkejutannya. "Iya, lo pasti kaget kan gue bisa nemuin lo?" Ayla tak menjawab ia menutup keterkejutannya. "Kok bisa?" tanya Ayla. "Apa sih yang orang ganteng gak bisa lakuin?" ucap Alyo pede. Ayla hanya tersenyum singkat, bahagia ternyata Alyo yang berdansa bersamanya. Perasaan Ayla tiba-tiba menghangat. Musik dansa ketiga pun berbunyi, Ayla mendumel kesal di dalam hati, terasa sangat singkat sekali. "Gak mau samperin Angel?" tanya Ayla. "Buat apa?" tanya Alyo, Ayla menatap aneh. "Kan dansa sesi ketiga, kembali dansa dengan pasangan semula." "Buat apa nyari yang lain, kalau udah ada cewek secantik lo di depan gue?" Ayla menggigit bibir bawahnya terharu mendengar ucapan Alyo, bibirnya menyunggingkan senyum lebar, hatinya dipenuhi kebahagiaan, jantungnya tak berhentinya berdegub kencang. Alyo menarik Ayla mendekatinya, pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Ayla. Gadis itu juga ikut mengalungkan tangannya di tengkuh Alyo memperkikis jarak. Alyo menyatukan kening mereka kembali, Alyo harus menundukkan kepalanya menyesuaikan tinggi Ayla. Keduanya kembali hanyut dalam suasana, kaki mereka melangkah pelan mengikuti irama dengan posisi masih sama seperti tadi. Ayla menutup matanya merasakan hembusan nafas Alyo yang menyapu wajahnya, terasa sangat nyaman. Ayla kembali membuka matanya dengan mengembangkan senyum termanisnya, Alyo juga ikut tersenyum, mata mereka kembali beradu memanah lalu Ayla membenamkan kepalanya di d**a bidang Alyo, tangannya beralih memeluk Alyo erat, tak ingin melepaskan pria itu. Alyo mengusap rambut Ayla pelan, menjaga Ayla dan melindungi gadis itu sudah menjadi tanggung jawabnya. Namun kenapa rasa sayang Alyo kali ini rasanya sedikit berlebihan. Alyo merasakan detakan jantungnya begitu cepat bila berdekatan dengan Ayla, apa yang terjadi padanya? Musik pun berhenti, Ayla segera melepaskan pelukannya. Semua orang sudah kembali pada pasangannya masing-masing. MC kembali naik ke atas panggung. "Wow gimana pesta dansanya? Banyak yang salah memilih pasangan ya?" tanya MC itu terkekeh pelan. "Baiklah kita akan mengumumkan siapa yang terpilih menjadi King and Queen malam ini, keputusan juri tak bisa diganggu gugat ya, ini juga termasuk keeksisan mereka di sekolah." Ayla hanya mengabaikan, ia juga tak akan terpilih wong ia saja berdansa dengan kakaknya sendiri. "KING AND QUEEN JATUH KEPADA..." "ALYO MICHEL ZAQI DAN AYLA MICHELLA ZAQI!" Tepukan meriah langsung memenuhi aula. Ayla menutup mulutnya tak percaya. Apa benar ia terpilih menjadi queen? Alyo yang berdiri di sebelah Ayla langsung menarik gadis itu naik ke atas panggung. Tepukan tangan semakin bergemuruh melihat Alyo menaiki panggung bersama adiknya, Ayla. "Ini dia pasangan dansa yang membuat lantai dansa hanya milik mereka berdua yang ternyata sepasang adik-kakak kalian emang BroSist-Goals banget deh!" ucap MC. Lalu kepala panitia memasangkan mahkota dan selempang ke Alyo dan Ayla. Ayla menatap mahkota yang terpasang indah di kepalanya, mahkota itu sangat cocok dengannya. Ayla menatap Alyo yang juga menatapnya, lalu Alyo mengacak-ngacak rambut Ayla seperti biasa. Sorak teriakan langsung menggelegar atas tindakan Alyo barusan. Ayla tertawa bahagia, malam ini adalah malam terindah bagi Ayla ia akan selalu mengingat momen ini, momennya bersama Alyo. Ayla sangat bahagia, apalagi bersama Alyo di sampingnya. "Aku berharap kita akan selalu tertawa seperti ini, saling berdampingan dan bahagia bersama, berdua, selamanya." *** Hai Semuanyaa!!! Jangan lupa abiss baca tinggalkan jejaknyaa Yaa Thank u guysss ~Amalia Ulan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD