Ayla terusik dari tidur nyenyaknya, pagi sudah menjemput mentari bersinar cerah, gadis itu mengerjab-ngerjabkan matanya mengumpulkan nyawanya.
Hari ini sekolah membebaskan datang jam berapa saja karena hari ini adalah ulang tahun sekolah mereka.
Ayla bersiap-siap untuk berangkat ke sekolahnya, setelah selesai ia keluar dari kamar untuk sarapan bersama dengan keluarganya, di sana sudah ada Alyo beserta mamanya.
"Papa gak sarapan, Ma?" tanya Ayla yang tak melihat papanya.
"Papa udah berangkat dari tadi Ay." jawab Fira.
Ayla menarik kursi lalu ikut sarapan mengambil nasi goreng yang sudah tersedia.
"Lo udah sembuh?" tanya Alyo menatap Ayla.
"Emang kamu sakit apa, Ay?" tanya Fira khawatir.
"Udah kok Kak, Ayla cuma demam dikit doang kok Ma kemaren." jawab Ayla menyendokkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Kamu kuat sekolah kan? Kalau belum enakan gak usah sekolah aja ya, kan gak belajar juga." ujar Fira.
"Gapapa kok Ma, Ayla udah sembuh, percaya deh sama Ayla."
"Yaudah Alyo jaga adik kamu, kalau dia sakit kamu bawa pulang ya."
"Iya Ma."
***
"Ay, kalau mau pulang bilang ke gue ya," pesan Alyo setelah mengantarkan Ayla ke kelas gadis itu.
"Iya Kak!" jawab Ayla patuh.
Alyo mengacak rambut Ayla seperti biasanya, gadis itu tersenyum menyakinkan Alyo jika ia baik-baik saja.
"Ntar malam lo ikutan Acara Promnight?"
"Iya dong kak, masa enggak rugi banget kalau gak ikut."
"Udah ada pasangannya?" tanya Alyo meledek adiknya.
"A-ada dong, ish emang gue gak laku apa, masa cewek secantik dan seimut gue gak ada pasangan prom nanti sih."
"Kalau gitu siapa?"
"Belum ada, ya tapi kan gue masih bisa nyari."
"Mau gue cariin?"
"Mau banget!" jawab Ayla girang, matanya berbinar cerah.
"Oke, nanti gue kirim foto-fotonya, lo tinggal milih aja," ucap Alyo tersenyum songong.
"Oke makasih Kak." Ayla refleks memeluk Alyo membuat pria itu mematung sebentar, Alyo tersenyum lalu membalas pelukan Ayla.
"Iya sama-sama, biasa cowok ganteng mah bisa segalanya."
"Pede banget sih."
"Itu fakta bukan pede." ucap Alyo santai.
"Terserah lo deh kak, cewek cantik mah ngikut aja."
"Eits, tunggu dulu, lo juga harus nyariin gue pasangan yah, dimana diletakkin muka ganteng papan atas ini kalau ke pesta gak bawa pasangan, bisa malu tujuh turunan gue." ucap Alyo menahan tangan Ayla yang hendak masuk ke kelasnya.
"Terus lo mau gue nyariin lo pasangan juga? Gitu?" tanya Ayla.
"Iya dong Ay, sesama adek-kakak kita harus saling tolong menolong dalam suka maupun duka, makanya bantuin gue juga."
"Bukannyo lo pergi sama Angel?" tanya Ayla, matanya memutar tak suka ketika mengingat gadis itu.
"Lah, lo kan tau dia lagi sakit, belum tentu dia bisa datang nanti malam."
"Yaudah deh kak, ntar gue cariin." ucap Ayla yang malas jika membahas tentang Angel.
"Iya, gue ke kelas dulu ya."
Walaupun sekolah mengadakan berbagai lomba untuk merayakan ulang tahun sekolah, tetap saja murid-murid menjadikan kelas tempat peristirahatan mereka, ada yang hanya mengobrol bersama teman-teman sekelas tanpa ikut acara, ada juga yang konser di kelas, bahkan menjadikan kamar sebagai tempat untuk tidur ternyaman yang pernah ada.
Ayla memilih untuk berbincang-bincang saja dengan sahabat-sahabatnya.
"Lo kenapa si Ay, sibuk banget keknya daritadi sama hp." tegur Kina melihat mata Ayla sejak tadi tak berhentinya menatap benda pipih itu di tangannya.
"Gue lagi nyariin kak Alyo pasangan." jawab Ayla masih fokus dengan ponselnya.
"Lo kasih aja noh si Markonah," suruh Kina santai.
"Bisa dicincang gue sama kak Alyo kalau ngasih gayung martabak." jawab Ayla yang membuat Tusa ngakak.
"Kenapa Kak Alyo gak pergi sama si Angel itu aja? Mereka kan deket akhir-akhir ini." saran Tusa yang diangguki Kina. Ayla menghela nafas pelan.
"Angel sakit, keknya dia nanti gak bisa datang."
"Oh, sakit apa?" tanya Kina penasaran.
"Kemaren dia dikroyok sama geng Tari."
"Serius? Trus si Angel bonyok dong? Dia masih hidup kan?" tanya Tusa syok.
"Lebay lo Tuti, dia belum mati, kan gue bilang dia sakit."
"Tusa Ay, lo mah bener-bener." elak Tusa tak mau dipanggil Tuti.
"Bodo amat TUTI SYAIDAH!"
"Trus lo mau datang sama siapa?" tanya Kina menengahi kedua sahabatnya.
"Gatau, kak Alyo yang nyariin." balas Ayla cuek.
"Lo Tus? Pasangan lo siapa?" tanya Kina menatap Tusa.
"Gue sama Riko, gebetan baru hehe." jawab Tusa cengengesan.
"Kalau lo Na?" tanya Ayla dan Tusa kompak.
"Tumben kompak!" cibir Kina.
"Jawab aja!" suruh keduanya lagi kompak.
"Tuhkan kompak lagi!" ledek Kina, kedua sahabatnya hanya membuang muka.
"Gue sama Kak Jaya." ucap Kina membuat kedua sahabatnya kembali menoleh menatap Kina.
"Ciee udah jadian ya?"
"Hekhem Pajak jadian dong."
"Cie ciee."
Kina menutup telinganya mendengar ledekan dari kedua sahabatnya itu.
"Tau gak nanti malam kenapa panitia menganjurkan membawa pasangan?" tanya Kina mengalihkan pembicaraan.
"Emang kenapa?" tanya Tusa.
"Karena nanti malam ada pesta dansa gitu, dan dansanya pake topeng sama jubah biar kita dansa sama pangeran impian, Auuw!" ucap Kina lebay.
"Beneran?" tanya Ayla berbinar-binar.
"Iya."
"Aaaa jadi gak sabar nanti malam."
***
"Jaya!" panggil Alyo kepada sahabatnya.
Perkenalkan sahabat dekat Alyo, namanya Jaya tapi orangnya agak rada-rada.
"Ape?"
"Lo cariin gw cowok dong." suruh Alyo. Mata Jaya melotot sempurna dan mulut menganga lebar, hampir saja lalat hijau hinggap di mulut pria itu.
"WHAT? Lo udah bosan sama yang punya gunung, dan sekarang lo mau cari yang punya pisang? Aduh Alyo lo kesambet apaan bisa kaya gini bilang sama gue, " kata Jaya heboh sendiri.
Takkk..
Alyo langsung menjitak kepala Jaya, sembarangan mengatakan itu kepada Alyo, ia masih normal.
"Enak aja lo, gue masih normal kali, makanya sebelum gue selesai ngomong jangan dipotong dulu."
"Ehehe iye-iye sorry deh,mane gw tau, lo nyari cowok buat apaan?"
"Buat adek gue untuk pasangan dia ke Acara Promnight!" jaya manggut manggut paham.
"Lo mau kan bantuin gw nyarinya?"
"Yaudah deh gue bantuin, trus gue harus apa?" tanya Jaya.
"Lo fotoin orang orang yang menurut lo baik-baik, truss lo cari tahu nama dan nomor WA-nya." perintah Alyo pria tertampan, katanya.
"Oke itu doang? Yaudah deh ntar gue bantuin."
"Pulang sekolah foto sama nomor WA-nya udah dikasih ke gue ya!"
"Iya." jawab Jaya malas.
***
Bel pulang sekolah berbunyi, walaupun hari ini tak belajar namun sekolah masih menertibkan siswanya untuk mengambil absen dan pulang jika sudah saatnya waktu pulang.
Alyo segera keluar dari kelasnya menarik Jaya ikut keluar kelas dan menyuruh sahabatnya duduk di bangku panjang depan kelas mereka.
"Jay, lo udah dapat foto sama nomernya?" tanya Alyo ke jaya to the point.
"Udah kok, tinggal lo pilih aja."
"Mana sebutin nama dan liatin fotonya." suruh Alyo tanpa beban.
"Oke, yang pertama ini namanya Kino, dia anak pramuka." kata jaya melihatkan foto Kino kepada Alyo.
"Gak deh kehiteman banget, pasti bau matahari" tolak Alyo santai.
"Yaelah, yaudah deh ini diclear, lanjut ini namanya Lio, salah satu anak osis."
"Mmm ini boleh deh." balas Alyo, Jaya mengangguk paham.
"Oke ini iyaa, lanjut yang ini namanya Juka anggota basket."
"Enggak deh, dikakinya ada kutil." tolak Alyo tanpa beban, Jaya menggelengkan kepalanya.
"Darimana lo tau? Di kakinya ada kutil?" tanya Jaya.
"Ya tau lah, gue kan satu tim basket sama dia, main basket kan pake celana pendek jay, kalau pake celana panjang emang mau jum'atan?"
"Yeiye, yaudah nih Tino, anak kelas 10 IPS.1!"
"Gak deh orangnya rada rada perempuan gitu, masa gue ngasih ke ayla banci sih." ucap Alyo tak mau jika adiknya yang cantik bergandengan dengan laki-laki separo masak seperti itu.
"Yaelah rempong banget sih lo milihnya, udah kaya milih presiden aja." cibir Jaya.
"Ya harus dong, ini untuk adek gue jadi orangnya gak boleh sembarangan aja."
"Nah, ini namanya Santoso, anak kelas 12 yang tinggal kelas 3 kali."
"Nggak gak, di pipinya ada tompel malah besar lagi ada bulunya juga, gue aja ngeri apalagi si Ayla."
Jaya menghela nafas kasar, sadis sekali ejekan Alyo walaupun yang dikatakan Alyo memang benar adanya.
"Ini namanya Toriq sekelas sama si Ayla."
"Boleh-boleh, walaupun mukanya pas-pasan dan kecil kayak kecebong tapi nih anak kayaknya anak baek-baek, boleh deh." ucap Alyo santai.
Akhirnya dari 25 orang, 5 yang terpilih untuk jadi pasangan Ayla yang sudah difilter oleh Alyo.
***
"Oke nih cowok-cowok pilihan gue, lo tinggal pilih antara 5 ini aja," Alyo menyodorkan hpnya ke Ayla.
"Gw mau yang ini nih." kata Ayla menunjuk ke layar hp Alyo.
"Oh ini namanya Veri, nanti gue kasih nomor WA-nya, sekarang mana cewek pilihan lo?" tanya Alyo tak sabaran.
Alyo hanya mengerutkan keningnya ketika Ayla menunjukkan foto itu di hpnya, lalu Ayla malah melanjutkan menggeser layar hpnya ke samping, Alyo makin mengerutkan keningnya bingung sama foto yang ditunjukkan Ayla.
"Maksud lo ngasih foto ini ke gue apa?" tanya Alyo karena sudah kelewat bingung.
"Yah gw bingung mau cariin lo yang mana Kak, soalnya gue gak tau tipe cewek idaman lo kaya gimana, yaudah gw kasih ini aja biar lo bisa milih." kata Ayla santai.
Alyo melebarkan matanya tak percaya. Yang bener saja masa Ayla ngasih foto segerombolan anak chers, segerombolan anak pramuka, segerombolan anak paduan suara, segerombolan anak osis.
Mana bisa gue milih gambar mukanya aja segede upil karena fotonya rame bener kaya mau pergi tawuran. Ucap Alyo dalam hati.
"Aduhh Ayla lo gimana sih, mana bisa gue milih, gambar mukanya aja segede upil gini gak keliatan lah." Ayla hanya menaikkan bahunya acuh.
"Yaudah lo kenal Caca gak?" tanya Alyo.
"Caca yang pernah mau lo jadiin gebetan tapi gak jadi karna ketauan lo pergi jalan bareng cewek?, dan yang numpahin kuah bakso ke baju lo sampe lo nangis ngadu ke mama?" emang perlu bangett ya dijelasin?Gak usah dijelasinn juga kali Ay gue malu tau gak, turun dong derajat gue sebagai cowok ganteng perisa apel tiada ampun ini. Rutuk Alyo dalam hati.
"Iya, lo bujukin dia aja supaya besok malam mau jalan sama gue, oke."
"Okee."
Akhirnya mereka selesai memilih pasangan untuk acara nanti malam.
****
Hai Semuanya ayo jangan lupa like and commentnya yaa.
Makasih yang udah mau baca
Thanks
~Amalia Ulan