10. KIC

1718 Words
Pagi ini Salfa tidak datang ke rumah Raziq, melainkan pergi ke toko Diana. Tapi kali ini Salfa tidak datang sendiri. Dia meminta Hani untuk menemaninya, dan Hani pun bersedia membantu Salfa. Karena dia ingin masalah yang Salfa hadapi saat ini cepat selesai. “ Fa, sebaiknya aku aja ya yang tanya pada Diana. Nanti kalau kamu yang bertanya padanya bisa-bisa dia curiga. Apalagi kalau sampai dia tahu kamu anak dari Nizar. Pasti akan semakin sulit untukmu mengetahui keadaan suamimu.” Saran Hani. “ Benar juga yang kamu bilang Han, kalau gitu aku nunggu disini ya Han. Tolong bantu aku ya Han. Aku pingin banget tahu keadaan mas Raziq. Aku ingin sekali bertemu dengannya.” Balas Salfa. “ Iya fa, aku akan berusaha sampai aku bisa mendapatkan kabar tentang suamimu.” Ucap Hani. Yang setelah itu langsung masuk ke toko milik Diana dan mencari keberadaannya. “ Permisi mba, saya mau ketemu sama Diana pemilik dari toko ini.” Tanya Hani pada salah satu karyawan di toko tersebut. Tapi ternyata Diana ada di belakang Hani mendengar kalau ada yang mencarinya. “ Apa mba mencari saya.” Tanya Diana. Hani pun langsung berbalik, dia langsung tak menyangka ketika melihat Diana. “ Diana.” “ Kak Hani.” “ Jadi kamu pemilik toko ini.” Ucap Hani yang tidak menyangka kalau Diana adik Raziq adalah Diana yang dia kenal. Diana ini adalah teman dekat atau kekasih dari sepupunya yang cukup dekat dengannya. Dia pun pernah di kenalkan dengan Diana, tapi Hani tidak tahu kalau ternyata Diana yang ia kenal adalah adik ipar dari sahabatnya. “ Iya kak, kok kak Hani ada disini. Dan ada apa kak Hani cari Diana.” Tanya Diana. “ Owh, itu Di. Maksudnya ada yang mau kakak bicarakan denganmu. Apa kamu ada waktu.” Tanya Hani. “ Ada kok kak, kalau gitu kita ke ruangan Diana aja ya.” Ajaknya. Sesampainya disana, Hani masih tidak menyangka. Dia pun selalu terkagum-kagum dengan apa yang dia lihat sekarang. “ Kakak benar-benar ngga menyangka di usia Diana yang masih terbilang muda tapi Diana sudah bisa memiliki toko furniture sebesar dan dan seterkenal ini.” Ucap Hani. “ Kak Hani bisa aja deh, Diana bisa memiliki semua ini pun berkat bantuan keluarga kak. Diana hanya mengembangkan dan menjalankan apa yang sudah mereka percayakan ke Diana.” “ Wah, pasti keluargamu itu hebat-hebat ya Di. Berarti kamu itu anaknya Fendy Raditya dong Di. Seorang pengusaha sukses.” Ujar Hani. Diana hanya tersenyum mendengar semua pujian yang Hani lontarkan untuknya. “ Diana masih perlu banyak belajar kok kak.” Balasnya. “ Kalau kamu anaknya Fendy Raditya berarti kamu adiknya Maulana Raziq Raditya dong Han.” Tanya Hani. “ Iya kak, aku adiknya kak Raziq. Oh iya hampir aja lupa tadi katanya ada yang mau kakak bicarakan dengan Diana, memangnya apa kak.” Tanya Diana. “ Oh iya, ini ada sangkut pautnya dengan kakakmu Di. Awalnya kakak datang kemari itu pingin ketemu sama adiknya Raziq. Dan ada yang bilang kalau dia pemilikdari toko ini. Dan yang ngga kakak sangka ternyata dia itu Diana yang kakak kenal. Dunia ini memang sempit ya Di.” Jawab Hani. “ Owh gitu. Memangnya kakak kenapa nyari kak Raziq.” Tanya Diana. “ Gini kakak mau tanya deh Di, emangnya nomor kakak kamu ganti ya.” Tanya Hani mencari topik supaya Diana tidak curiga padanya. “ Mmmm iya mungkin kak. Memangnya kenapa kak.” Jawab Diana yang terlihat bingung dalam menjawabnya. “ Gini kakak ada perlu sama dia Di. Tapi ternyata nomornya ngga bisa di hubungi lagi.” “ Kok kak Hani bisa kenal dengan kak Raziq. Memangnya apa hubungan kakak sama kak Raziq.” Tanya Diana. Hani pun diam sejenak mencari alasan yang masuk akal supaya Diana ngga curiga dengannya. “ Mmmm, kak Hani ini adik kelasnya kak Raziq waktu SMA. Dan kali ini pihak SMA mau ngadain reuni. Sehubung dulu kakakmu itu famous di sekolah. Jadi dari teman-teman mau minta bantuan dia buat ikut jadi panitia Reuni Di. Maka dari itu kakak datang kesini di mintai tolong sama teman-teman buat ketemu kamu. Biar kakak bisa ketemu sama kakakmu. ” Jawab Hani. Diana pun kembali bingung mendengar jawaban Hani. Dia bingung apa iya dia harus menceritakan keadaan kakaknya pada orang lain. Tapi alasan yang Hani berikan masuk akal bagi Diana, jika Diana tidak memberitahukan alasannya pada Hani. Maka Hani dan teman-temannya pasti masih mengharapkan kehadiran kakaknya. “ Mmmm, gini kak Hani keliatannya kak Raziq ngga bisa deh hadir di acara reuni itu. Apalagi jadi panitianya.” Ucap Diana. “ Kenapa ngga bisa Di.” Tanya Hani lagi. “ Keadaan kak Raziq ngga seperti dulu lagi kak.” Jawab Diana. “ Maksudnya.” “ Pasti kakak udah dengar kan tentang kecelakaan yang dialami oleh kak Raziq dari berita.” Tebak Diana. “ Oh iya, kakak dengar masalah itu. Apa lukanya cukup parah Di sampai dia ngga bisa ikut serta dalam acara ini.” Tanya Hani. “ Alhamdulillah sekarang kak Raziq udah pulang ke rumah. Keadaannya pun mulai berangsur memabik kak. Tapi ada hal lain yang perlu kakak tahu.” Ucap Diana. “ Apa itu Di.” “ Kak Raziq yang sekarang bukan kak Raiq yang dulu kak. Dia ngga bisa mengingat siapapun. Dia mengalami amnesia setelah kecelakaan itu terjadi.” Jawab Diana. “ Apa !! Raziq mengalami Amnesia.” Ucap Hani yang benar-benar terkejut mendengar hal itu. Dia pun langsung memikirkan reaksi Salfa ketika mengetahui kabar buruk tentang suaminya sekarang. “ Iya kak. Jadi ngga mungkin untuk saat ini kak Raziq datang ke acara seperti itu. Diana khawatir, kak Raziq akan bingung karena dia lupa dengan semua orang. Kita sebagai keluarganya saja ngga bisa dia ingat kak apalagi teman-temannya.” Balas Diana. “ Ya Allah, kakak benar-benar ngga menyangka kalau kecelakaan itu akan membuat Raziq seperti ini Di, kakak benar-benar sedih dan terkejut mendengar kabar ini.” “ Kita sebagai keluarga pun sedang terus berusaha untuk membantunya agar dia bisa mengingat kembali masa lalunya. Tapi semua itu pun perlahan, karena yang di khawatirkan jika tergesa-gesa kondisinya bukannya membaik tapi makin buruk.” Balas Diana. “ Kakak ngerti sekarang Di, kakak benar-benar ikut sedih mengetahui kabar ini. Kalau gitu kakak akan bicara hal ini pada teman-teman kakak. Pasti mereka akan mengerti kok kalau keadaan Raziq seperti ini.” “ Kak, ada hal yang mau Diana minta tolong ke kak Hani.” “ Apa itu Di.” “ Kak, Diana mohon jangan beritahukan kondisi kak Raziq pada siapapun ya. Diana kasih tahu hal ini pada kak Hani, karena Diana udah kenal kak Hani. Dan Diana juga percaya kalau kak Hani bisa menyimpan hal ini dari siapapun. Karena dari pihak keluarga ngga mau semua ini tersebar, karena kita ngga mau ada yang menyalah gunakan keadaan kak Raziq sekarang. ” Pinta Diana. “ Owh gitu ya Di. Ok deh kakak ngerti. Nanti kakak akan cari alasan lain. Biar teman-teman pada ngerti. Kalau gitu kakak pulang dulu ya Di. Kakak senang bisa ketemu kamu lagi. Dan kakak juga akan mendoakan untuk kesembuhan Raziq.” “ Makasih ya kak Hani.” “ Sama-sama Di, Assalamualaikum.” “ Waalaikumsalam.” Hani pun keluar dari toko Diana, namun dia pun masih khawatir dengan keadaan Salfa ketika dirinya mengetahui tentang keadaan suaminya yang sekarang. Sebelum masuk kedalam mobil Hani menghela nafas panjang, karena dia bingung harus memulai dari mana untuk memberitahukan ini pada Salfa. “ Han. Gimana Han ? Apa kamu udah tahu tentang keadaan mas Raziq ? Kamu ketemu sama Diana kan Han, dia ada di toko kan Han. Mas Raziq baik-baik aja kan Han. Dia selamat kan Han.  Ayo dong Han ngomong.” Tanya Salfa yang sudah tidak sabar sedangkan Hani hanya diam tidak menanggapi apapun. “ Sabar fa, aku akan cerita semuanya ke kamu tapi ngga disini fa. Sebaiknya kita cari tempat.” Ucap Hani yang langsung melajukan mobilnya menuju rumahnya. “ Tapi kenapa Han, kamu kan bisa cerita sekarang Han.” “ Please fa, kita bicara nanti ya. Aku ngga akan kasih tahu apapun ke kamu sampai kita tiba di rumahku.” Balas Hani tanpa melihat kearah Salfa. Salfa pun hanya diam dan bingung dengan sikap yang Hani tunjukkan padanya. “ Apa ada sesuatu yang buruk terjadi pada mas Raziq, makannya Hani ngga mau ngasih tahu aku disini. Ngga biasanya Hani bersikap seperti ini ke aku.” Batin Salfa sambil memandang kearah Hani. Setelah sampai di rumah Hani, dia pun langsung menarik Salfa masuk kedalam. Dan disana Hani mengambilkan Salfa minum dulu. “ Han, kamu kenapa sih mau cerita aja ribet banget begini. Aku ngga sabar pingin tahu keadaan mas Raziq.” Ujar Salfa. “ Iya fa, aku akan kasih tahu ke kamu tentang keadaan suamimu sekarang. Aku tadi udah ketemu sama Diana. Dan yang ngga aku sangka ternyata Diana itu kekasih dari sepupuku. Sebelum ini aku pernah bertemu dengannya beberapa kali. Dan hal ini membuat aku mudah bertanya padanya tentang Raziq. Dan tadi aku pun membuat satu alasan kenapa aku mencari Raziq. Untung aja Diana percaya, dia ngga curiga sama sekali ke aku.” Jawab Hani. “ Syukurlah kalau begitu, terus sekarang mas Raziq gimana Han.” “ Fa, kamu harus percaya dengan apapun yang terjadi di dunia ini pasti karena kehendak dari Allah. Termasuk dengan apa yang akan kamu ketahui ini. Dan aku janji sama kamu fa, kalau aku akan selalu ada buat kamu, kapanpun kamu butuh aku Insyaallah aku siap fa.” “ Han, kok kamu jadi bicaranya ngelantur begini sih, aku kan jadi takut Han. Mas Raziq ngga kenapa-napa kan Han, dia baik-baik aja kan Han.” Tanya Salfa lagi. “ Fa, suamimu, Raziq dia mengalami amnesia fa. Dia ngga bisa mengingat apapun termasuk kamu isterinya. Dia ngga bisa ingat kamu fa.” Ucap Hani. Hati Salfa langsung hancur mendengar kabar mengejutkan tentang suaminya. Dia ngga menyangka kalau dia akan mendengar kabar buruk ini dari sahabatnya. “ Kamu lagi bercanda kan Han.” “ Aku serius fa, aku ngga bercanda untuk masalah seperti ini.” “ Ngga mungkin, ngga mungkin mas Raziq hilang ingatan. Dia pasti masih bisa ingat aku Han. Dia udah janji bakalan ketemu aku sehabis dari sana Han, dia pasti ngga amnesia Han, dia baik-baik aja kan Han.” Ucap Salfa yang masih belum menerima kabar buruk yang terjadi pada suaminya. Hani pun langsung merengkuh Salfa dalam dekapannya. Dan dalam pelukan Hani, Salfa menangis meraung-raung, hatinya terluka mendengar kabar bahwa suaminya mengalami amnesia, suaminya tidak bisa mengingat dirinya lagi. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD