Raziq pulang dalam keadaan yang masih kesal karena kejadian tadi di jalan. Apalagi dengan sikap Salfa yang menurut Raziq begitu agresif. Nenek Raziq yang melihat cucunya pulang menggunakan taksi pun bertanya-tanya. Kemudian dia langsung menghampiri Raziq yang baru saja duduk di ruang tamu.
“ Ziq.”
“ Iya nek.”
“ Kenapa kamu pulang menggunakan taksi, memang kemana pak Timo.” Tanya nenek Maryam.
“ Oh, itu nek tadi ada insiden yang membuat mobil masuk bengkel.”
“ Kenapa memangnya.”
“ Tadi ada mobil yang ngga sengaja menabrak mobilku dari belakang. Dan sekarang pak Timo lagi benerin mobilnya.”
“ Gimana sih tuh mobil kalau ngga bisa nyetir sebaiknya kan ngga usah nyetir.” Omel nenek Maryam.
“ Mungkin cewek itu baru bisa nyetir nek. Keliatannya juga masih muda.” Balas Raziq.
Nenek Maryam pun langsung melototi Raziq ketika dia mengetahui kalau mobil yang menabrak cucunya seorang wanita.
“ Kenapa nenek ngliatin Raziq begitu.”
“ Jangan-jangan wanita itu mau menggoda kamu dan mencari keuntungan karena dia tahu kamu adalah penerus Raditya group.” Tebak nenek Maryam.
Tapi Raziq justru tertawa mendengar jawaban neneknya. “ Nenek ada-ada aja deh. Ya ngga mungkin nek masa wanita mudah seperti dia begitu.”
“ Ingat Raziq di luar sana banyak orang yang ngga baik, contohnya saja keluarga Nizar. Mereka sekeluarga itu sama liciknya. Dan nenek ngga mau cucu nenek kelak sembarangan dalam memilih pendamping. Kamu harus benar-benar memilih wanita yang tepat Ziq. Dan nenek tahu wanita yang tepat untuk di jadikan pendamping.” Ujar neneknya.
“ Aduh nek, kok masalah kecelakaan kecil ini jadi di sangkut pautkan dengan pendamping Raziq sih nek. Untuk saat ini Raziq benar-benar belum memikirkan hal ini nek. Raziq masih mau fokus untuk mengembangkan perusahaan. Dan Raziq juga yakin kalau suatu saat Raziq akan bertemu dengan wanita yang tepat. Dan wanita itu pun harus seseorang yang menyayngi nenek dan keluarga Raziq juga.” Balas Raziq.
Nenek Maryam langsung menggenggam tangan Raziq. “ Kamu memang cucu nenek yang terbaik Ziq. Nenek percaya kalau cucu nenek ini bisa melakukan semuanya dengan baik. Kamu juga harus ingat janji kamu dengan nenek ya.”
“ Iya nek, Raziq ngga akan lupa dengan apa yang sudah Raziq janjikan ke nenek. Kalau gitu Raziq mau ke kamar dulu ya nek.” Ucapnya yang langsung naik ke kamarnya.
Dan kali ini ketika Raziq masuk ke kamar, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Raziq pun membukakannya, dan ternyata mamanya yang datang menemuinya.
“ Mama.”
“ Mama bawakan teh hangat buat kamu.”
“ Ya ampun ma, kenapa mama repot-repot bawain teh buat Raziq sih. Nanti Raziq kan bisa ambil sendiri atau suruh bibi bawa ke sini.” Ucap Raziq yang langsung mengambil teh dari tangan ibunya.
“ Ngga apa-apa Ziq ini kemauan mama kok.”
Kemudian Raziq menuntun mamanya masuk ke dalam kamar. Raziq pun heran ketika mamanya memandangnya dengan tatapan sendu.
“ Ada apa ma.” Tanya Raziq, namun mamanya hanya menggeleng.
“ Ngga ada apa-apa kok Ziq mama cuma ingin ngliat wajah anak mama.” Jawab mamanya.
“ Kan tiap hari Raziq pulang ma.” Jawabnya.
“ Kamu memang ada di rumah Ziq, tapi mama benar-benar bersyukur kalau Allah masih menyelematkan Raziq.” Balas mamanya.
“Alhamdulillah ma, Raziq pun bersyukur karena saat ini Raziq masih bisa berkumpul dengan keluarga Raziq. Oh iya ma, ada yang ingin Raziq tanyakan.”
“ Apa itu Ziq.”
“ Kata nenek kan Raziq sudah setahun bantuin papa, tapi kenapa papa baru ngumumin ke orang-orang kalau Raziq ini CEOnya. Kenapa ngga dari dulu aja ma.” Tanya Raziq yang heran, apalagi melihat semua gerak-gerik para pegawainya yang terlihat masih asing dengan dirinya.
“ Owh itu.... mungkin karena papa ingin melihat dulu kemampuan Raziq. Mungkin papa dan nenek merasa sekarang Raziq sudah pantas mengemban tanggung jawab ini nak.” Jawab mamanya yang mencoba mencari alasan. Sebenarnya mamanya tidak menyukai hal yang di lakukan oleh suami dan ibu mertuanya yang terus mencoba membohongi putranya. Tapi dia pun tidak bisa berbuat apapun.
“ Benar juga sih ma, maaf ya ma pasti selama Raziq sakit, Raziq banyak ngrepotin mama, di tambah lagi dengan hilang ingatan yang Raziq alami ini.” Ujarnya.
“ Kamu sama sekali ngga ngrepotin mama Ziq, justru mama bahagia karena mama akan selalu ada untuk anak-anak mama. Mama ingin yang terbaik untuk Raziq. Dan mama harap Raziq ngga berbuat hal-hal yang bisa membahayakan nak.”
“ Maksud mama.”
“ Mama dengar apa yang Raziq bicarakan dengan nenek beberapa waktu yang lalu. Mama ngga mau anak mama melangkah terlalu jauh. Mama takut Raziq akan terluka dengan apa yang Raziq lakukan nak.” Ucap mamanya.
“ Mama tenang aja, Insyaallah Raziq akan baik-baik aja ma. Raziq Cuma berniat menolong nenek dan papa ma. Raziq pun ngga suka kalau sampai nama baik keluarga kita di injak-injak oleh orang lain. Raziq hanya ingin mengembalikan semuanya ke tempat yang benar ma.” Balas Raziq.
“ Tapi mama takut anak mama ini akan menyesal dengan yang sudah Raziq perbuat.”
“ Insyaallah Raziq ngga akan menyesal ma, apalagi Raziq lakukan semua ini untuk keluarga Raziq sendiri.” Ujarnya.
Mendengar Raziq yang tetap kekeuh pun membuat mamanya berhenti bicara, dia langsung memeluk Raziq.
“ Mama takut Raziq akan terluka ketika Raziq tahu semuanya nak, karena wanita yang akan Raziq lukai adalah wanita yang pernah ada kamu cintai.” Batin sang mama. Dia memang sudah mengetahui kalau putranya ini memiliki hubungan yang spesial dengan anak dari musuh suaminya dan mertuanya. Dia pun tahu kalau suami dan mertuanya yang sudah mengetahu hal ini, mereka ingin menyembunyikan semuanya dari Raziq. Pertama mereka tahu Raziq memiliki hubungan khusus dengan anak dari musuhnya pun membuat mereka murka. Dan salah satu keuntungan bagi mereka karena Raziq mengalami hilang ingatan. Mereka membuaang semua hal tentang Salfa yang ada dalam kamar Raziq. Nenek Raziq pun menyuruh orang untuk selalu mengawasi gerak-gerik Raziq, dia tidak mau Salfa mencoba untuk mendekati Raziq lagi. Maka dari itu nenek serta papanya selalu membuat cara supaya Raziq membenci keluarga Nizar, dengan begitu akan mudah bagi Raziq untuk membenci Salfa.
***
Kali ini di kediaman Salfa, orang tuanya sedang memarahi Salfa ketika mereka tahu Salfa menabrak mobil lain. Dan Salfa pun hanya terlihat pasrah, karena dia memang sengaja melakukan ini supaya bisa bertemu dengan suami yang begitu dia rindukan.
“ Mulai besok biar kamu diantar supir. Papa ngga mau kejadian seperti ini terulang kembali.” Ucap papanya.
“ Ngga bisa begitu dong pa, Salfa kan ngga sengaja pa. Salfa janji Salfa akan lebih hati-hati tapi please pa jangan minta Salfa ngga mengendarai mobil kesayangan Salfa pa.” Pinta Salfa yang terus merayu pada papanya.
“ Tapi liat apa yang terjadi sekarang fa.”
“ Pa ini Cuma kecelakaan kecil. Jadi papa tenang aja. Salfa janji kalau Salfa akan lebih hati-hati.” Ucapnya yang langsung memeluk papanya dan pergi dari sana.
Papa dan mamanya hanya bisa menghela nafas, karena mereka ngga bisa memaksakan kehendak mereka yang menginginkan Salfa untuk sementara ini tidak mengendarai mobilnya.
Hani yang memang di telfon Salfa pun datang ke rumah sahabatnya. Dia khawatir ketika Salfa bilang kalau dia mengalami insiden.
“ Fa.... Salfa.” Panggil Hani yang langsung khawatir pun langsung masuk ke kamar Salfa. “ Ya Allah fa, apa yang terjadi denganmu, kenapa kamu bisa sampai kecelakaan.” Tanya Hani yang khawatir dan langsung memeluk sahabatnya itu.
“ Tenang Han, aku baik-baik aja. Aku ngga kenapa-napa kok. Liat nih ngga ada yang kurang dalam diriku.” Ucap Salfa dengan memperlihatkan dirinya yang memang benar-benar dalam keadaan baik.
“ Syukurlah, memangnya kamu nabrak apa sih. Kenapa tuh mobil hancur begitu.”
“ Jadi kamu udah liat.”
“ Ya pastilah aku liat. Aku khawatir banget waktu kamu tadi telfon aku, makannya aku langsung datang kesini.”
“ Aku sengaja Han, kecelakaan itu memang aku yang buat Han.” Ucap Salfa dengan suara pelan karena takut orang tuanya akan mendengar ucapannya.
“ Apa kamu sengaja, kenapa bisa fa, buat apa fa.” Tanya Hani yang tidak percaya bahwa sahabatnya sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil orang lain.
“ Jangan keras-keras Han, sini aku ceritain.” Balasnya yang langsung menarik tangan Hani, supaya dirinya bisa menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Dan setelah Hani mendengar semua yang Salfa ceritakan dia pun terkejut dan tidak menyangka kalau sahabatnya akan senekad ini.
“ Kamu benar-benar udah gila ya fa, aku ngga percaya kalau kamu bisa senekad ini.” Ungkap Hani.
“ Aku tadi benar-benar udah buntu Han, aku ngga tahu lagi harus cari cara apa biar mas Raziq bisa keluar dari mobilnya.”
“ Ternyata cinta mengalahkan segalanya” balas Hani.
“ Namanya juga usaha Han. Aku bakalan lakukan berbagai cara untuk membuat mas Raziq bisa kembali mengingatku Han. Walaupun aku tahu semua itu ngga akan mudah.”
“ Ya, aku bisa ngerti gimana perasaanmu sekarang. Apa kamu bahagia bisa melihat dia fa.” Tanya Hani.
“ Perasaanku benar-benar campur aduk Han, aku bahagia, aku sedih, aku sakit.” Jawab Salfa.
“ Sabar ya fa, pasti akan ada jalan lain lagi buat kamu.”
“ Aku yakin ada Han, aku ada ide Han. Tapi kali ini aku butuh batuan kamu buat menjalankan ideku ini.” Ucap Salfa sambil menatap Hani dengan wajah memohonnya.
“ Kenapa perasaanku ngga enak ya fa”
“ Please Han, katanya kamu sahabatku, kamu sayang ke aku.”
“ Aku memang sahabat terbaikmu, aku memang sayang ke kamu. Tapi aku rasa idemu ini bakalan memojokkan aku.”
“ Ngga kok, ngga memojokkan. Jadi gimana kamu mau bantu ngga.”
“ Ok... ok aku bakalan bantuin kamu. Memangnya apa rencana kamu.” Tanya Hani.
Kemudian Salfa pun membisikkan ide yang ada di kepalanya ke telinga Hani. Hani pun dengan begitu cermat mendengar semua yang Salfa katakan. Dan akhirnya dia hanya bisa terbengong mendengar semuanya. Sedangkan Salfa tersenyum puas karena ia yakin idenya akan berhasil membuat dia pelan-pelan mengembalikkan ingatan suaminya.