"Ehm, siapa key?" tanya afy penasaran
" Oh itu anak bos aku di kantor, jadi tadi pagi itu bos aku nyuruh anaknya datang cuma untuk ngenalin ke aku, gila kan tuh gak habis pikir" celoteh key
Sementara afy yang dengar rasanya langsung terbakar cemburu dan terdiam untuk beberapa saat.
" Oh iya tadi pembahasan kita apa ya? aku sampe lupa maaf maaf " celetuk key lagi tapi gak ada tanggapan dari afy karena masih diam.
" Hey.. fy are you okey? [kamu gak apa-apa?] nunduk terus dari tadi" mengagetkan afy
" Eh i..iya key kenapa tadi? " tergagap
" Tadi kita bahas apa ya sampe lupa" tanya key
" Eumm aku juga lupa sih hehe" jelas afy bohong.
Maksud afy mau mengutarakan perasaan malam ini tapi gak mau terburu-buru juga takut key gak siap dan kaget.
Afy ingin lebih dekat lagi supaya key juga merasakan perasaan yang sama ke afy, mungkin dengan sering jalan bisa menumbuhkan perasaan di hati key. Tapi disisi lain afy juga bimbang dan takut ditikung oleh pemuda yang bernama Danish tadi.
"Oh ya besok ada film baru nih key, nonton yuk" ajak afy
" Eumm..." key masih mikir
" Kalau kamu mau ajak kakak kamu gak apa-apa kok, ntar aku ajak Lisa juga" jelas afy
" Jadi kami (aku dan kakakku) disuruh nemenin kalian gitu? ucap key dalam hati
" Eumm... yauda besok aku kabarin ya tanya kakak aku dulu manatau dia udah ada schdule [jadwal] besok" jelas key
" Okey"
" Yuk balek yuk keknya aku dah ngantuk nih" ajak key
" Hah cepat banget" jawab afy
" Iya lagian Lisa juga udah gak ada kan, yuk" Berdiri hendak meninggalkan cafe tapi hati key seperti berkecamuk sulit untuk dia pahami sendiri.
Afy gak banyak ngomong sepanjang jalan pulang, lebih milih diam antara kecewa dengan moment yang tadi dan perasaan bimbangnya karena kepikiran Danish. Jadi ia hanya mikir keras menerka-nerka seperti biasa ia lakukan.
***
Keesokan harinya mereka hanya bertiga ( Afy, Key, & Lisa ) karena kakaknya Key lagi ada urusan.
Saat baru keluar dari komplek perumahan, Handphone key berbunyi. Dilihatnya panggilan dari Bos kantornya Pak Indra.
" Halo iya pak? oh ibu... iya bu key lagi di luar nih baru aja pergi, kenapa bu? Haah udah di depan rumah?? Astaga yauda tunggu bentar ya bu" sahut key dan mematikan telepon.
" Aduh guys [teman teman ], maaf banget ini sepertinya aku gak jadi ikut deh bareng kalian soalnya istri bos aku tiba-tiba datang udah di depan rumah, aku juga gak tau kalau dia bakalan datang hari ini karena gak ada ngabarin sih maaf ya fy, sa" jelas keyla buru-buru.
Sesaat wajah afy langsung berubah murung.
"Yauda aku anterin balik ya" kata afy dengan nada lesuh
" O gak usah gak usah, kalian lanjut aja aku turun disini aja deket kok" Keyla langsung buka pintu mobil dan buru-buru turun.
" Maaf ya guys, aku segan sama bu bos jadi gak tau bakal kek gini" Jelas keyla lagi setelah itu meninggalkan mobil.
" Oke gak papa kok" Jawab afy dan Lisa serentak.
***
Di Depan Rumah
" Duh pak, bu, kok gak bilang-bilang mau datang" tanya key terengap-engap karena lelah berjalan cepat.
" Iya maaf ya key jadi ganggu jadwalnya, ini ibu mau ajak key temenin ibu yuk ke Mall"
" Lho gak masuk dulu bu?"
" Nanti aja, kita pergi aja dulu yuk, lagian key nya juga udah cantik nih"
" Eumm.. Gak enak mau nolak (ucap key dalam hati) Okey yuk" Masuk ke dalam mobil.
" Key, kamu duduk di depan aja ya" Pinta bu Indra
" lho ibu dimana?" tanya Key heran
" Udah yuk masuk aja dulu" Sambil menuntun Key ke pintu depan.
Ternyata ada Danish yang nyetir. Sengaja mereka gak bilang ke Key.
" Hey, Maaf ya aku di paksa ikut sama bokap nyokap" Jelas Danish
" Gapapa" Jawab key singkat sambil senyum
***
Di Mall
" Mama keknya pengen nonton deh, ada film baru tuh udah lama gak nonton" Kata bu Indra
" Duuuh ma, kalo nonton kelamaan deh keknya takut nanti ganggu waktunya key" Sela Danish
" Lho kok kamu yang sotoy [sok tahu] deh, keyla aja mau tuh ya kan key.. kamu punya waktu banyak kan?" tanya Bu indra menekankan
" Eumm i.. iya bu" jawab key terbata karena segan mau nolak juga.
" Yauda yuk langsung aja ke bioskop" bu Indra langsung berjalan menuju bioskop sementara mereka mengikuti dari belakang dengan terpaksa.
Sengaja bu Indra mengatur seat nya dua dua. Menyiasati agar Danish dan key duduk berdua jauh dari pak indra dan bu indra supaya mereka lebih akrab satu sama lain.
Sementara itu afy yang sudah memesan tiket untuk tiga orang terpaksa juga harus melanjutkan nonton berdua bareng Lisa.
Pada saat mereka mau masuk ke bioskop gak sengaja ketemu dengan afy dan Lisa di Mall yang sama. Dan pada saat itulah hati afy galau lagi karena melihat key berjalan dengan orang yang dia lihat kemarin di Cafe. Danish.
" Eh key, nonton juga jadinya? " Sapa afy mengejutkan mereka
" Eh hay ketemu disini jadinya kita ya guys, iya nih diajakin sama buk bos, gak bisa nolak " bisik key di telinga Lisa.
Lisa hanya tertawa mendengarnya sementara afy hanya terdiam sambil melihat perawakan lelaki di sebelah key.
" Siapa key?" tanya bu indra
" Oh ini teman satu komplek bu, tadi janjian sama mereka juga mau nonton tapi key batalin karena ibu tiba-tiba datang" jelas key
" Oo maaf ya nak, ibu yang salah gak kasih tau ke key dulu tadi.. tapi btw [ngomong-ngomong] jadi juga nonton barengnya kan satu bioskop lagi" jelas bu Indra tertawa
" Hehe iya bu" singkat Lisa.
Sementara itu ketika key melihat Lisa dan afy ada perasaan yang susah dijelaskan dalam hatinya. Tapi di satu sisi dia juga senang karena akhirnya mereka berdua bisa berduaan tanpa kehadiran keyla ditengah mereka.
" Kalau afy mau ajak Lisa nonton ngapa mesti aku ikut sih padahal tinggal ajak aja" Gumam key dalam hati.
Sepanjang film di putar, afy yang gelisah terus menoleh ke arah key dan danish dengan perasaan yang gundah gulana. Cemburu buta tapi key bukan siapa-siapanya. Ada satu ketakutan dalam hatinya kalau cintanya bakal ditikung orang lain.
" Kak.. Woy dari tadi gelisah amat liatin kak key" Ledek Lisa mengejutkan
" Hehe itu cowok yang aku ceritain tadi, jadi menurut kamu gimana?" tanya afy
" Jangan kelamaan nanti ketikung tuh, apalagi doi anak bosnya pasti segan tuh nolaknya eh tiba-tiba udah dilamar aja ntar haahaha" ledek Lisa lagi
"Lisa..! teriak afy jengkel
" Coba deh kakak lihat, itu pasti akal-akalan emaknya buat jodohin anaknya makanya seat [bangku] nya di atur berjauhan begitu" jelas Lisa manas-manasin lagi
" Huuuuh" Helaan nafas yang berat
" Pantang menyerah kak yok gas kan sebelum dapat undangan nikah" semangat lisa.
" Hmmm" jawab afy singkat.
Film selesai diputar dan mereka semua keluar. Afy bergegas nyamperin key lagi.
" Key, masih ada acara lagi? mau pulang sama kami aja kan sekalian jalan tuh" tanya afy
Tiba-tiba bu indra nyamperin dan jawab
" Masih dong hehe, key tadi katanya mau nemenin ibu dulu. Karena tadi ibu yang jemput jadi pulangnya harus ibu juga yang anterin" Jelas bu indra
Key gak bisa ngomong apa-apa lagi dan menjawab dengan senyuman saja.
" Duluan ya guys [teman-teman], Have fun [selamat bersenang-senang]" kata key meninggalkan mereka.
" Mereka pacaran key?" tanya Danish tiba-tiba
" Belum sih, lagi proses mungkin "
" Itu cowok yang tadi malam bareng kamu di cafe kan?"
" Iya Den, kenapa? oh tadi malam kami bertiga juga cuma cewek yang tadi itu pulang duluan karena sakit perut" jelas keyla yang berjalan di samping Danish.
" Oh gitu, tapi dari tadi sepanjang film di putar dia lihatin kamu aja deh" ucap danish
" Ah masak sih? perasaan kamu aja kali"
" Tapi keknya aku gak salah lihat" kata danish lagi
" Eumm" jawab key singkat tanpa bahas afy lagi tapi dalam hati masih penasaran juga.
Key menemani Bu indra belanja ke Fresh market tiba-tiba...
" Key, ibu sama bapak ada acara mendadak nih" sela bu Indra diantara key dan danish
" Acara apa ma?" Tanya pak indra juga heran
" Eh mmm itu pa, si Rita nyuruh ke rumahnya katanya ada yang penting mau di omongin sekarang jadi kita kesana ya sekarang naik taksi aja gak apa biar nanti Danish yang anterin key pulang sekalian makan malam dulu gih" kata bu Indra
" Hah?" pak indra yang heran mengikut saja apa istrinya
" Mama ada-ada aja deh, yauda kita anterin aja" kata Danish
" Oo gak usah gak usah, kasian key udah laper tuh pasti. Mama sama papa naik taksi aja okey have fun ya [selamat bersenang-senang]" Terburu-buru pergi meninggalkan Danish dan Key sambil menarik tangan pak indra. Pak indra yang masih bingung tetap mengikuti langkah istrinya.
" Duuh pa, mama itu bohong loh supaya mereka bisa berduaan lebih lama masak papa gak ngerti sih, tujuan mama kan supaya danish sama key lebih dekat." Cerewet bu indra
" Hmmmm mama ada-ada aja deh, papa udah laper nih" rengek pak indra
" Yauda kita makan di tempat lain aja jangan disini okey yuk cepat nanti di samperin lagi sama danish.. lagian anak kamu itu geraknya lambat banget sih masalah cewek" cerocos bu indra
" Hmmmh ma ma" singkat pak indra geleng-geleng kepala.
***
" Mau makan apa key?" Tanya Danish
" Terserah aku ikut aja den"
" Okey, kita ke resto teman aku ya makanannya enak-enak pasti kamu suka"
" Okey"
Mobil melaju ke restoran yang dituju, sepanjang jalan Danish hanya diam dan fokus menyetir sambil membiarkan musik mengiringi perjalanan mereka karena memang sikap Danish yang dingin dan cuek. Sementara key terus menatap layar HP sekalian berseluncur di media sosialnya.
Di Resto
" Siapa Dan? pacar baru? " Tiba-tiba tanya seorang wanita yang baru datang dan menghampiri mereka berdua yang lagi asyik makan.
" Eh Aura, ini keyla dan key ini Aura teman aku" jelas Danish memperkenalkan mereka berdua (mereka bersalaman)
" Demen cewek hijaban sekarang Dan?" tanya aura lagi
" Teman" jelas Danish
" Temen ntar demen loh" ucap aura lagi sambil tertawa
" Yauda aku ke dalem dulu ya ketemu riko" ucap aura sambil berjalan meninggalkan mereka
Aura adalah pacar Riko pemilik resto yang sedang di kunjungi Danish dan Key. Riko adalah teman dekat Danish. Makanya Danish sudah kenal aura juga.
Aura cewek cantik bak model dengan penampilan yang kesehariannya berbusana terbuka dan sexy. Sehingga setiap aura berjalan sepasang mata setiap orang tertuju padanya. Ditambah lekuk tubuhnya yang aduhai bak gitar spanyol membuat mata lelaki tidak lepas memandangnya, termasuk Danish.
Ternyata keyla memperhatikan sepasang mata Danish yang melirik aura saat berjalan.
" Normal, cewek aja lihat apalagi cowok" ucap key dalam hati.
Saat hendak meninggalkan resto, Danish mengajak Key menemui Riko dan Aura dulu di ruangan Riko.
Saat membuka pintu terlihat sepasang kekasih yang sedang asyik memadu kasih terkaget karena melihat Danish berdiri di depan pintu. Keyla langsung kaget melihat Aura dan Riko sedang b******u rayu dan key langsung mengalihkan pandangannya ke handphone pura-pura tidak melihatnya.
" Ah danish ganggu orang pacaran aja deh" ucap aura kesal yang sedang berada di pangkuan Riko
" Maaf maaf kami mau pamit pulang" kata danish
" Cepat amat bro, aura ngajak clubbing [klub] nih ntar lagi, Satnight [malam minggu] loh ini kek anak SD aja lu pulangnya cepat amat" kata Riko
" Maaf bro, key gak suka clubbing" Jelas Danish lagi
" Eummm ternyata tipe idaman Danish alim dan hijaban gini yank makanya dia gak pernah mau aku kenalin ke teman-teman aku dan pantes gak tergoda sama cewek-cewek yang ada di klub sana ternyata Danish alim yank hahaha" ucap aura yang sedang berbicara dengan pacarnya Riko dengan nada meledek Danish
" Apaan sih kalian berdua, udah ah aku cabut dulu ya" sambil melambaikan tangan ke aura dan riko sementara key hanya senyum sambil membungkukkan sedikit badannya untuk pamitan ke mereka berdua.
Di Perjalanan
" Maaf ya key aku udah ajak kamu kesitu, aku gak tau kejadiannya bakal kek gitu seperti yang kamu lihat tadi itu tak terduga" jelas Danish
" Iya gapapa kok" jawab key singkat
" Gaya pacaran mereka memang kek gitu" jelas Danish lagi
" Kamu udah sering lihat? " tanya key penasaran
" Kalau di circle [lingkaran pertemanan] aku tuh ya mereka paling vulgar pacarannya jadi ya teman-teman aku juga udah gak heran lagi, gak ada malunya tuh mereka berdua di depan umum pun suka kiss [ciuman] gitu tadi, maaf key" jelas Danish lagi
" Ouu gitu"
" Semua teman-teman aku udah pada nyuruh mereka nikah sih tapi si Aura belum mau katanya masih pengen pacaran aja" Jelas danish
" Eumm gitu.. kamuuu sering clubbing? " tanya key ragu
" Enggak begitu sering, tapi biasanya kalau clubbing ya kami rame-rame gitu dan semuanya pada bawa pasangan masing-masing, cuma aku aja yang free [kosong] makanya aku sering pulang duluan sih kalau ngclub bareng teman satu geng aku soalnya mereka sering sampe pagi" jelas Danish
"Wow" membolakan matanya karena kaget
" Circle pertemanannya sepertinya kurang bagus" (ucap key dalam hati)
" Kamu pernah clubbing? Maaf key lancang" tanya Danish ragu.
" Emang boleh masuk kalau hijaban gini? " tanya keyla penasaran
" Eumm kebanyakan pakaian terbuka sih hehe" jelas Danish lagi
"Ya berarti tau kan jawabannya" ucap key ketus
" Ma maaf ya key, gak bermaksud buat kamu marah" kata Danish
" Enggak kok gak marah, biasa aja. Diantara teman-teman kamu kenapa cuma kamu sendiri yang belum ada pasangan? " tanya keyla
" Eumm.. belum ada yang kenak ke hati hehe" jawab danish lagi.
" Kamu sendiri udah ada pacar?" tanya danish lagi
" Belum sih" jawab key
" Ow syukurlah" jawab danish
" Kenapa bersyukur?" tanya key
Tiba-tiba Danish gugup
" Eumm oo iya lah, kalau aku jalan sama kamu terus tiba-tiba ketemu pacar kamu eh yang ada aku kenak tonjok dong masa iya aku bawa pacar orang" jelas Danish meredakan kegugupannya.
" Haha iya juga" tawa key
***
Berjam-jam Afy masih duduk di mobilnya yang terparkir di depan rumah Afy menunggu keyla pulang.
Danish turun dari mobil mengantarkan key dan berpamitan dengan kakaknya Rey. Afy menyaksikannya hanya dari kejauhan.
" Berarti tinggal mereka berdua tanpa ortu si cowok itu" ucap afy berbicara sendiri.
Perasaan cemburu pun muncul kembali.
Hanya menunggu waktu itu kapan, akankah afy ketikung Danish?