Mendekati Kakaknya

1910 Words
Hari ini Afy jogging seperti biasanya, sengaja ia gak ngajak key takut mengganggu. Beberapa saat kemudian afy bertemu dengan Rey yang juga sedang jogging. Afy mendekat ke Rey menyapa dan mengajaknya mengobrol sambil jogging. Sesekali afy membahas tentang keyla yang juga sering berolahraga bersama. Timbul dalam pikiran afy "mungkin dekatin kakaknya dulu baru adeknya, sekalian minta restu haha". Ucapnya dalam hati. Hampir dua jam mereka berolahraga sambil bercerita panjang dan saat mau selesai Afy masih berdiri di depan rumah key dan masih ngobrol dengan Rey. Tiba-tiba... Gubrakkk Suara Key jatuh pingsan di depan pintu rumah. Mereka berdua spontan melihat ke arah sumber suara dan langsung berlari menyelamatkan keyla. Di Rumah Sakit Key masih terbaring lemah belum sadarkan diri dengan tangan terinfus dan monitor detak jantung terus berbunyi di sampingnya. Key berada di ruang ICU sementara Rey dan afy masih menunggu di depan ruangan dengan cemas. Afy memberanikan diri bertanya pada Rey tentang penyakit yang di derita Key. Tapi Rey hanya menjawab "Hanya kelelahan" . Rey menjaga privasi key karena Rey tau Keyla orangnya tertutup dan pasti tidak ingin orang lain tau tentang penyakitnya. Rey sudah berulang menyuruh afy pulang tapi afy tetap menunggu sampai key sadarkan diri. Penampilan Rey dan afy masih berkenakan baju olahraga. Berjam-jam afy setia menunggu tanpa peduli perutnya keroncongan. Fokus ke key mondar mandir sambil menatap kaca pintu ruangan. Rey sesekali melirik Afy sembari memainkan ponselnya. Beberapa jam kemudian key pun siuman. Afy langsung memanggil Rey yang sedang duduk. Karena ruang ICU hanya di perbolehkan masuk satu orang maka afy hanya menunggu di luar. Hatinya sedikit lega melihat key sudah siuman. Rey memberitahu key kalau Afy yang membantunya ke rumah sakit dan sedari tadi menunggu dengan cemas. Rey mempersilahkan afy masuk. " Key... syukurlah kamu udah siuman" kata Afy lega ingin rasanya afy memegang tangan key tapi dia sadar dia bukan siapa-siapa. " Iya makasi ya fy udah bantuin kak rey anterin aku kesini" jawab key dengan suara lemah. " Jangan sungkan key, kalau kamu butuh bantuan panggil aku aja aku siap bantu" jelas afy lagi Key hanya mengangguk lemah. Pandangan matanya masih kosong dan matanya masih sayu. Kepalanya terasa sangat berat karena tumornya. Sesekali key memegangi dan memijit keningnya. Afy menyaksikan itu langsung bertanya. " Sakit ya kepalanya? Mau aku panggilin suster?" Key hanya mengangguk lagi. Beberapa saat kemudian dokter dan suster datang mengecek kondisi key. Afy menunggu di luar sementara Rey mendampingi key untuk proses pemeriksaan. " Karena faktor stress dan kelelahan bisa membuat tumor bereaksi kembali ditambah sel darah putih yang berkurang jadi daya tahan tubuhnya melemah, sejauh ini pasien sudah berjuang keras untuk sembuh ya bagus yang penting semangatnya ditingkatin dan hindari stress serta kurangin kerja berat.. saudari keyla sudah melakukan pengobatan dan terapi juga kan di singapura?" " Ya dok" jawab rey " Sebaiknya dilanjutkan kembali sampai benar-benar tuntas ya. Jadwalkan kembali terapinya" jelas dokter " Baik dok secepatnya" jawab rey " Untuk saat ini saya berikan obat dulu ya kalau sudah fit kembali pasien boleh pulang dan jangan tunda untuk melanjutkan pengobatannya kembali" jelas dokter " Iya dok terimakasih" jawab rey. Dokter meninggalkan ruangan.Afy masih menunggu di luar. Di Dalam Ruangan " Bulan depan kak, jangan bulan ini key baru balik" kata key " Tapi key, kamu dengar kan kata dokter tadi jangan di tunda" Dengan nada meninggi. " Kak, aku baru cuti panjang masa iya mau cuti lagi" ketus key " Nanti kakak yang bicara dengan bos kamu" jawab rey dengan suara semakin keras. " Kak udahlah i'm okey! [Aku baik-baik saja]" membalas suara keras Rey " No, listen to me! [ Tidak, Dengarkan aku] jangan bandel key! kalau kamu udah sembuh kamu bisa kerja lagi atau kamu bisa resign [mengundurkan diri] gak usah kerja lagi biar kakak aja yang kerja kamu fokus sama kesembuhan kamu dulu" bentak rey lagi " Tapi kaaak" rengek key " Udah gak ada tapi-tapian kakak mau telpon bos kamu dulu" ketus rey meninggalkan key. " Kak.. kak..!! Rey!!" Teriak key dengan nada tinggi dengan wajah yang sedih. Afy melihat Rey keluar kemudian Afy kembali masuk. " Kamu gapapa key?" tanya afy cemas Key langsung mengubah raut wajahnya. " Eum gapapa kok fy" jawab key " Aku dengar kamu teriak tadi terus kak rey keluar dengan wajah marah jadi aku langsung masuk" jelas afy lagi " Hmm iya gapapa kok hanya berantem kecil aja, biasa beda pendapat dalam keluarga kan hal wajar" jelas key " Oo gitu, maaf ya key gak bermaksud untuk ikut campur" jelas afy " Never mind [gak apa-apa]" singkat key " Oh iya key kalau boleh tau apa kata dokter tadi? kamu sakit apa?" tanya afy ragu " Hanya kelelahan kok udah gapapa" jelas key menyembunyikan penyakitnya dari afy. " Yakin? tapi kamu pucat banget loh" "iya gapapa fy" " Mau makan? Biar aku suapin?" Tawar afy " Eum.. nanti aja tunggu kak rey" jawab key " Udah biar aku aja kasihan nanti nasinya keburu dingin gak enak lagi deh, lagian kamu udah lemas tuh dari pagi pasti belum makan kan jadi jangan nolak ya pliiss [tolong]" rengek afy sembari mengambil makanan dan menyodorkan sendok ke mulut key. " Biar aku aja fy" pinta key " Tangan kamu terinpus jadi susah, udah jangan bawel biar aku aja jangan buat aku tambah khawatir. Nih aa" (menyuruh key membuka mulut) Key yang mendengar perkataan afy berdebar menatap afy dan langsung mengalihkan pandangannya saat afy menatapnya kembali. " Aa' dong, masak aku dianggurin" rengek afy " Biar aku aja afy" pinta key lagi " Udah jangan bawel gapapa kok anggap aja aku teman kamu yg berniat tulus bantuin kamu, jangan gerogi gitu" ucap afy memecah kecanggungan " iih apaan sih kamu! resek!" tawa key " Tuh kan senang lihatnya kamu jadi ketawa lagi" canda afy " Yauda aa'.. (key membuka mulutnya)" " Gitu dong" dan mereka sambil bercanda. Tiba-tiba key teringat Lisa dan sengaja bertanya ke afy. " Eumm ngomong-ngomong gimana nontonnya kemarin? seru kan ya? eh sukses maksudnya hehe" tanya key " sukses apanya? failed [gagal] gak seru" ketus afy " Why [kenapa]?" tanya key lagi " Iya gak ada kamu gimana mau seru" " lha kenapa gitu kan ada Lisa?" tanya key heran " Aku tuh mau nontonnya sama kamu bukan sama lisa" ceplos afy Srrr.. darah key berdesir kembali. Key menatap afy kembali dan afy juga sama. " Sebenarnya aku pengen ngajak nonton berdua tapi takut kamunya nolak dan gak nyaman jalan berdua sama aku yauda aku ajak lisa juga biar kamu mau" jelas afy kembali. Key gak bisa ngomong apa-apa hanya terdiam dan kemudian berusaha memecah keheningan. " Eumm tapi sepertinya lisa senang kok nonton berdua sama kamu cieee" ejek key " Astaga key ( tertawa ) kamu salah paham, aku sama lisa gak ada apa-apa dan aku gak ada perasaan sama lisa begitupun lisa ke aku cuma anggap teman biasa" Jelas afy "Eumm... kamu cemburu ya? " tanya afy kepedean "Ohok ohook..ohook" Key yang mendengarnya langsung keselek dan salah tingkah. " minum dulu key" sambil memberikan air minum dan membantu key untuk minum. " Makasi" kata key. " Maaf ya key udah buat kamu keselek" jelas afy " Enggak kok emang ada yg pedes tadi" ucap keyla mengelak padahal makanannya tidak ada sambal. " Are u okay [kamu baik-baik saja] ?" tanya afy lagi " Iya udah gapapa" jawab key. Afy masih menyuapin key. " Key, sebenarnya ini waktu yang gak tepat sih dan maaf banget aku bukan gak tau keadaan atau memanfaatkan keadaan tapi boleh aku lanjutin percakapan kita yang tadi?" tanya afy ragu Key melirik dan hanya mengangguk. " Kalau selama ini kamu pikir aku suka sama lisa itu kamu salah key, aku deket sama lisa karena aku sering tanya-tanya kamu ke dia, sering minta pendapat juga" key menoleh ke afy. " Kenapa?" Tanya key heran " Ya karena aku sukanya sama kamu dan aku lihat teman yang dekat sama kamu hanya lisa walaupun sebenarnya kalian gak terlalu dekat ya tapi seenggaknya aku ada tempat bertanya lah hehe" ucap afy ragu. Dag dig dug seerr.. jantung key kembali berdegup kencang karena kaget apa yang barusan dia dengar. Key menatap afy bengong merasa gak percaya dan mulutnya juga merasa terkunci gak bisa berkata apapun lagi. Makanan yang ada dalam mulutnya juga berhenti di kunyah. " Key.. hey bengong" kejut afy " Ah eum umm ee iyaa" key mulai gelagapan. " Nih makanannya dikit lagi" sodor afy " Eumm udah cukup, udah kenyang" jawab key salah tingkah " Habisin dong, sayang nasinya dikit lagi" pinta afy key hanya menggeleng dan kemudian melanjutkan minum. " udah kenyang" jawab key " Nih dikiit lagi, kalau gak aku yang habisin nih" canda afy Key ketawa "yauda habisin aja makanan orang sakit tuh gak enak" Afy langsung memakan sisanya dan key bengong melihat apa yang dilakukan afy. Key kira afy gak mau cobain dan hanya bercanda. " Eum enak kok, rasanya sama seperti makanan biasa bukan untuk orang sakit kok orang sehat juga boleh hehe" canda afy lagi key hanya geleng geleng kepala. " Oh ya btw [ngomong-ngomong] gak ada rasa cabainya kok gak pedes" kata afy Key yang mendengar langsung membolakan matanya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Salah tingkah lagi dan gelagapan. " Eumm ada kok tadi ada satu cabai kemakan aku" elak key lagi " Ouu gitu baiklah" ledek afy mengangguk. Tiba-tiba key merasa kepanasan dan kipas-kipas lehernya dengan tangan. "Panas key? ntar ya aku rendahin suhunya" afy langsung bertindak. Key gak bisa ngomong apa-apa lagi. Hanya tertunduk diam merasa kaku. " Key makan obatnya ya" pinta afy Key hanya mengangguk dan mengikuti instruksi afy. Tok tok.. ketukan pintu terdengar. Afy dan key menoleh ke pintu. Terlihat wajah Danish dan ibunya dari kaca pintu berisyarat bahwa mereka ingin bergantianmasuk. " Hmm kerjaan kak Rey ini" gumam key sedikit kesal. Afy tidak menyautin perkataan key sepertinya key ngomong sendiri. Wajah afy berubah jadi murung. Sebelum keluar dia membereskan piring makanan dan obat-obatan key. " Oh ya key, maaf ya soal tadi pasti kamu jadi kepikiran dan canggung.. aku gak paksa kamu untuk jawab perasaan aku dan aku juga gak minta kamu untuk jadi siapanya aku karena aku cuma mau jujur ngutarain perasaanku selama ini biar lega. Maaf banget waktu dan tempatnya gak mendukung dan maaf banget bukan manfaatin keadaan atau mau menambah beban pikiran kamu key, tadi gak ada niat buat ngutarain ini semua tapi karena kamu bahas Lisa jadi aku jelasin biar kamu gak salah paham lagi key, Kamu gak usah pikirin ya anggap aja gak terjadi apa-apa diantara kita dan aku maunya kita tetap kek biasa gak ada jarak setelah ini. Kamu ada tamu lagi tuh kalau gitu aku pulang dulu ya mau mandi hehe maaf masih bau keringat, aku pamit dulu" jelas afy tanpa menunggu key bicara langsung meninggalkan ruangan key. Bu Indra Langsung nyelonong masuk setelah afy keluar. karena bu Indra yang paling kaget saat mendengar kabar key segera di ajaknya danish dan pak indra menjenguk key. " Kak, aku pulang dulu ya" ucap afy ke Rey " Makan dulu fy, aku udah beliin makan siang nih dari pagi gak makan kan" kata rey " Eum.. maaf kak aku buru-buru nih kak ada urusan mendadak" Elak Afy karena sudah terbakar cemburu dengan kedatangan Danish family [keluarga] " Oogitu yauda nih bawa aja makanannya" Pinta rey Afy berat untuk menolak dan menerimanya. " Makasi ya kak" ucap afy " Aku yang makasi, kamu udah banyak bantuin" kata rey " Sama-sama kak kalau butuh bantuan nanti hubungi aku aja, aku pulang dulu" ucap afy meninggalkan rumah sakit.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD