Pagi ini Lisa ketepatan bertemu key di depan rumah yang juga akan pergi kerja.
" Mbak, udah lama gak ketemu" Sapa lisa
" Eh iya saya baru balik, apa kabar Sa?" tanya key
" Sehat mbak alhamdulillah, mbak gimana?" tanya Lisa balik.
" Alhamdulillah sehat juga"
Kemudian Rey Keluar dari rumah mau mengantarkan key ke kantor. Lisa langsung memperhatikan lelaki yang baru keluar tersebut.
Rey berpaling melihat Lisa dan tersenyum.
Lisa pun membalas senyumannya dan mengucap dalam hati " Ya Tuhan gantengnya ini cowok"
Masih terpesona hingga key membuyarkan pandangan Lisa.
" Oia Sa kenalin ini kakak aku" ucap key
" Ha o i..iiya mbak, kakak ya kirain suami" ucap lisa tergopoh
" Hah suami? nikah aja belum, ada-ada aja kamu sa" jawab key tertawa
" iya dikira kak afy udah nikah" gumam lisa
" siapa? " tanya key lagi
" Ooh enggak mbak, dikira lisa maksudnya" ucapnya tergagap.
Selama ini afy sudah berusaha untuk memberikan kode ke keyla tapi keyla selalu balik badan dan tidak menganggap serius perkataan afy, bukan key pilih-pilih tetapi memang belum mau berurusan dengan percintaan.
Di Kantor Key
" Tok.. tok.. " suara ketukan pintu ruangan pak Indra
" Masuk " Terdengar suara sahutan dari dalam.
Ada seorang lelaki asing berdiri menatap keluar jendela.
" Ada apa pak?" Tanya Key ke pak Indra
" Eumm duduk Key, kebetulan hari ini anak saya ngantarin ke kantor jadi saya suruh mampir dulu mau kenalin ke kamu" ucap pak indra sambil tersenyum
Key langsung terbengong, dikiranya ada urusan pekerjaan.
" Den, ini Keyla yang papa ceritain ke kamu, dan keyla ini anak saya Danish" ucap pak Indra memperkenalkan anaknya.
Lelaki itu kemudian berbalik dan berjalan ke arah Key mengulurkan tangan dan berkenalan dengan Key.
" Danish"
" Keyla" Balas key.
Danish juga ganteng dengan kulit sawo matang, mata hitam dengan tatapan yang tajam dan membuat candu, hidung mancung, tinggi, dan punya dua lesung pipi sama seperti Keyla.Penampilannya juga modis dan keren di kalangan anak muda.
Key gak tau harus ngomong apa lagi karena bingung dengan ulah pak Indra.
" Eumm u.. udah pak? Saya masih ada kerjaan, boleh saya keluar pak?" tanya Key tergagap.
Pak Indra membuka kedua telapak tangannya melirik ke arah anaknya.
" Tanya Danish dong, masih ada yang mau di tanya gak? atau masih pengen ngobrol?" ejek pak Indra
Danish juga bingung mau ngomong apa lagi karena memang dia orangnya dingin.
Key menatap ke arah Danish tidak berbicara seakan bertanya dengan bahasa isyarat mata.
Danish yang salah tingkah karena dilihatin key membuatnya tergagap juga.
" Eumm.. oh.. anu.. eum oke lanjut aja kerjaannya dulu" ucap Danish gelagapan.
" Baik terimakasih pak" ucap key meninggalkan ruangan.
" Ehm kok jadi gerogi gitu den" ledek pak Indra
" Ah papa apaan sih" celetuk denish
"gimana? cantik kan?" tanya pak Indra
" Hmmm ( hanya berdehem) udah ah Danish mau ke kantor dulu udah telat nih gara-gara papa" ucap danish kesal sembari pergi meninggalkan ruangan pak Indra.
Pak indra hanya senyum-senyum.
Disisi lain key masih gak habis pikir dengan kelakuan pak Indra, dia masih geleng-geleng kepala mengingat danish tadi.
"Fokus fokus fokus" sambil menokok kepalanya mulai mengetik keyboard komputernya.
" kenapa key?" tanya Raisya teman sekantor key
" Gapapa sya" jawab key sambil senyum.
kemudian Raisya mulai ajak teman-teman lain menggosip.
" Guyss [teman-teman] tau gak sih, aku tadi jumpa cowok ganteng, keren lagi aduuuhh tatapannya buat aku meleleh guys, dan kalian tahu gak ternyata cowok itu anaknya pak Indra" ucap raisya menghebohkan teman-teman cewek se divisinya.
Spontan key langsung terbatuk mendengarnya.
"Kenapa kamu key?" tanya rina ( teman disampingnya)
" oh gapapa rin, keselek permen" ucap key bohong sambil berusaha bersikap biasa supaya teman-temannya yang lain tidak tahu kalau pak Indra udah kenalin anaknya ke Key. Yang ada nanti pada heboh semua.
Saat yang sama tiba-tiba pak Indra datang ke ruangan dan mengejutkan semua tim nya. Seketika cewek-cewek yang sedang bergosip langsung berhamburan ke meja masing-masing. Keyla hanya tertawa kecil melihat tingkah teman-temannya yang gelagapan.
***
Sore ini terlihat Rey sedang menyuci mobil di depan rumah setelah menjemput key pulang. Tak lama kemudian Lisa juga sampai kosan, dan menemukan Key sedang duduk di teras rumah masih dengan seragam kerjanya sedang berseluncur di handphonenya. Mereka berbincang kecil tentang kerjaan. Pada saat yang sama mobil Afy lewat dan menyaksikan pemandangan tersebut. Diambilnya hapenya dan langsung menghubungi Lisa. Lisa yang sedang berbincang dengan key dikejutkan dengan nada telpon dan terlihatlah panggilan itu dari Afy. Mata key juga tertuju pada hape Lisa karena dengan jelas dapat membaca si penelepon tersebut.
" Eumm.. sebentar ya mbak, Lisa masuk dulu angkat telepon" ucapnya meninggalkan key
" Okey" senyum key
" Ciee fix udah jadian kali ya, kmaren jalan bareng juga "
ucap Key dalam hati.
Ada perasaan yang sedikit aneh muncul bersamaan pada saat itu. Tapi key gak mampu mendeskripsikannya. Sedikit gelisah atau sedih tapi juga senang melihat Lisa dan Afy akhirnya jadian.
Diujung telepon Lisa dan Afy
" Gimana Sa? udah di tanyakin? " tanya afy gak sabar
" Udah kak, emang suaminya sih" canda Lisa
" Oke makasi ya Sa" klik afy langsung mematikan panggilan sementara Lisa belum selesai ngomong. Maksud hatinya mau bercanda dan pengen dengar reaksi Afy tapi gak taunya langsung di matiin.
Di telpon balik malah gak diangkat.
" Ya udah deh nanti aja" kata Lisa.
Key sudah masuk ke dalam rumah, hanya ada Rey yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Setelah panggilan telepon diakhiri, Afy langsung memutuskan untuk datang langsung ke rumah Key memberikan bingkisan yang dulu (oleh-oleh waktu pulang dinas) karena keburu Key pergi keluar negeri. Afy masih menyimpannya selama sebulan lebih. Hatinya yang kacau dengan sedikit galau dan emosi akhirnya memberanikan diri langsung ketemu Key sekalian mengucapkan selamat.
" Assalamualaikum, permisi" ucap Afy
" Waalaikumsalam" jawab Rey menghentikan pekerjaannya sejenak.
" Ehm key nya ada ?" tanya afy sok tegar
" Ada di dalam, ada apa ya? " tanya rey balik
" Maaf banget ni ganggu key bentar, pengen ngobrol ke dia boleh gak? " tanya afy lagi
" Sebentar saya panggilin " ucap Rey meninggalkan Afy.
Beberapa saat key keluar menemui afy.
" Eh afy, ada apa? " Lisa ada kok tadi di kos" ucap key
" Bukan cari Lisa, aku pengen ngomong bentar sama kamu key" jawab afy
" Serius amat, yuk duduk dulu " kata key mempersilahkan duduk di bangku teras.
" Ini key untuk kamu ada sedikit oleh-oleh waktu aku dinas satu bulan lalu keluar kota. Pas balik, aku ke rumah kamu mau kasih ini tapi kamunya gak ada di rumah. Berhari aku samperin juga gak ada, terus aku tanya ke Lisa gak taunya kamu pergi ke luar kota selama sebulan. Maaf aku baru sempat ngasih sekarang mohon di terima ya" Ucap afy menyerahkan bingkisan itu ke Key
" Ya ampun repot-repot amat fy, makasi banyak loh ya" ucap key menerimanya.
" Oh ya aku juga mau ucapin selamat ya" kata afy
" selamat untuk??" tanya key heran
Kemudian Rey keluar rumah melanjutkan pekerjaannya tadi membuat percakapan mereka berdua terputus.
" Kok gak dikasi minum key? " tanya Rey sambil berjalan ke arah mobil.
" Oh iya, maaf maaf mau minum apa fy biar aku buatin dulu" tanya key ke afy
" Gak usah key, aku cuma sebentar aja kok takut ganggu kamu dan ( menunjuk ke arah Rey) suami, ntar dia marah" lanjut afy
" Hah?? suami???" tanya key heran
" Iya selamat ya atas pernikahannya, langgeng sampai anak cucu" ucap afy tegar
" Hahahhahahahah" Mendadak suara tertawa key pecah
" kenapa kok?" tanya afy heran
" Kamu becandanya lucu, siapa yang udah nikah?" tanya key lagi
" iii.. itu suami kamu kan?" ucap afy ragu
" Itu kakak aku, kakak kandung aku.. emang kami gak mirip ya?" tanya key masih dengan tawanya.
" Hah? bukan suami? jadi kamu belum nikah?" tanya afy bengong
" Emang kamu udah terima undangan dari aku? kan belum kan? ya pasti aku undanglah kamu kan tetangga satu komplek" ledek key lagi
Afy garuk kepala dengan bingungnya dan teringat ucapan Lisa.
" Hey kok bengong?" kejut key
" Eumm oh enggak enggak papa key, eumm aku pamit dulu ya key" ucap afy terburu-buru meninggalkan rumah key
"hah oh iya iya fy thanks [makasi] ya sekali lagi"
" sama-sama key"
****
Diujung jalan menuju rumah sambil menatap layar hape calling [menelepon] Lisa.
"iya kak, tadi ditelpon gak diangkat sih" sahut Lisa.
"kata kamu dia udah punya suami, itu kakaknya keyla" celetuk afy
" hahaha (kekeh Lisa dari sana) kan lisa tadi bercanda tapi kakak langsung matiin telpon giliran di telpon balik mau ngejelasin eh malah gak diangkat salah sendiri dong" ledek lisa
"oh gitu, syukurlah.. nanti malam keluar yuk ajak key"
" Eumm kalau key ngajak kakaknya sih lisa mau hahaha" canda lisa dari ujung sana
" Yauda nanti aku ajakin juga deh biar kamu senang" balas afy
" gak gak gak... becanda kok, oke nanti ya aku ajak mbak key kalu mau ya... kalau mau"
"oke nanti kabarin ya" tutup afy.
****
Di Cafe
Mereka ngumpul bertiga seperti biasanya di cafe dekat komplek.
Tiba-tiba lisa berpura-pura sakit perut dan izin pulang duluan karena lisa tau dia hanya perantara afy dan key makanya lisa paham mengatur langkah supaya Afy lebih cepat tahap pendekatannya hohoho.
"Eumm.. kakak kamu ganteng ya key" ucap afy saat tinggal mereka berdua
"Hmmm biasa aja sih fy, mungkin karena aku adeknya kali ya.. eh tapi tunggu tunggu kamuuu naksir sama kakak aku???" tanya key heran
"Astaga ya enggak lah key, masak jeruk makan jeruk kamu kira aku cowok apaan??" jawab afy yang terkaget
" Haha (key ngakak) mana tau kan belok kiri, soalnya jarang cowok muji cowok, You knowlah [tahu lah] kan zaman now [sekarang] banyak tim pelangi bertebaran dimana mana" ledek keyla
" haha key key aku masih normal, aku gak naksir sama kakak kamu yang ada aku naksir samaaa... " terpotong
" Keyla" Panggil Danish memotong pembicaraan mereka berdua.
" Eh kamu... " Key masih mikir keras
" Danish, yang tadi pagi di kantor" mencoba mengingatkan
" Ooooh iya ya maaf maaf pak saya hampir lupa" jawab keyla tergagap
" Gapapa kok, maaf ya soal tadi pagi pasti kamu gak nyaman ya.. papa saya agak aneh sih orangnya" jelas Danish lagi
" Oh ya gapapa kok pak" balas key lagi
" Gak usah panggil bapak, panggil Danish aja" jelasnya
" Okey" Jawab key sambil tersenyum
" Oh ya maaf ganggu waktunya, saya balik dulu ya" Jelas Danish.
" Loh udah mau balik ya pak, eh maksudnya Den? " tanya key
" Iya saya udah dari tadi sih di dalem, jumpa client eh pas mau keluar lihat kamu" jelasnya lagi
" Ogitu, oke Den hati-hati" tambah key
" Siap, saya duluan ya" pergi meninggalkan cafe.