Bunyi alarm terdengar dari hape key, ia beranjak bangun dan sholat. Setelah matahari terlihat terbit, key keluar dari rumah untuk olahraga.
Pagi ini dia hanya jogging berkeliling komplek karena hari kerja.
Lewat dari depan rumah afy terlihat afy yang sudah rapi berpakaian kerja dengan dasi yang sudah terpasang di leher. Afy memasukkan koper ke mobilnya.
"Fy, tumben pagi-pagi udah ke kantor?" Sapa key
"Iya nih key maaf ya aku gak bisa temenin kamu jogging, hari ini ada dinas keluar kota" jelas afy
"Oh gitu, pantes udah rapi yauda hati-hati ya aku lanjut dulu" ucap key meninggalkan afy.
"Key, maaf untuk beberapa hari ke depan juga aku gak bisa nemenin kamu olahraga ya.. mungkin aku dinasnya tiga hari" teriak afy lagi.
"Gak masalah loh gak ada kamu, yauda ya daa" ejek key
Sementara terlihat raut wajah afy sedih meninggalkan key.
Pagi ini key pergi kerja seperti biasa setelah seminggu cuti.
Seperti biasa key menjalani hari hari tanpa afy.
Afy yang katanya keluar kota selama tiga hari mendapatkan tugas tambahan dan harus menambah jadwal dinas tiga hari lagi.
Hingga kamis sore terlihat seorang cowok berdiri di depan rumah key menunggunya pulang.
Dia adalah kakak keyla yang bekerja di Singapore.
Bernama Rey, perawakannya juga tampan mirip dengan wajah keyla versi cowok dengan kulit putih bersih, tinggi 180 centimeter berat 73 kilogram dengan d**a bidang dan lengan yang sedikit berotot, Wajahnya juga ke Arab-araban dengan mata hazel, hidung mancung, bibir tebal yang merona serta bulu mata panjang dan lebat begitupun alisnya yang tersusun rapi menyesuaikan bentuk matanya. brewokan tipis yang terlihat maskulin.Warna rambut yang hitam dengan potongan under cut, serta gaya berpakaian yang modis dan keren kekinian.
Tanpa mengabari key, dia telah sampai di rumah mereka.
"Kakak, udah lama nunggu? Kenapa gak telpon key?" Tanya key yang terkejut akan kedatangan kakaknya
"Gak kok, sengaja gak telpon mau kasi surprise [kejutan]" jelas Rey
" Ya udah yuuk masuk" membuka pintu rumah
" kamu pulang kerja jam berapa key biasanya?"
" jam lima kak cuma kan di perjalanan macet Jadi sampai rumah itu jam 5.30 dan bisa sampai jam 6" jelas key
"Oh" singkat rey
" Kakak cuti ya?"
" ya cuti satu minggu. Kakak kangen sama rumah, sama kamu juga, pengen ziarah ke makam mama, Makanya Kakak pulang ke Indonesia" jelas rey
"Oo gitu, dah lama kakak gak pulang, yauda besok abis jum'atan kita ziarah ya"
Setelah selesai mandi Rey duduk di meja makan, dia melihat ada bungkusan plastik dan dia buka ternyata dalamnya macam-macam obat dan disitu tertulis nama keyla. Rey langsung searching [mencari tahu] jenis obatnya kemudian dia banting kembali ke meja.
"Key.. keylaa" teriak rey dengan nada tinggi
Keyla pun tak kunjung turun
"Keeeeyy.. keylaaaa" teriak ulang rey
Keyla yang mendengar buru-buru turun menyusuri anak tangga dengan langkah yang cepat.
"Ada apa sih kak teriak teriak?" Tanyak key dengan nada kesal. Rey mengambil obat yang di meja dan menyodorkan ke wajah key "Kamu jelaskan apa maksudnya ini? Kenapa kamu konsumsi obat-obatan ini?" Bentak rey
Key langsung panik dan merampas obat itu dari kakaknya
"Itu bukan punya aku, punya temen" jawab key ragu
"Kamu kira kakak bodoh, itu nama kamu yang tertulis disitu!" bentak rey lagi
"Ini cuma obat pusing kak" jelas key
"Bohong kamu, itu obat tumor!!" Teriak rey lantang.
Key langsung panik dan tidak bisa mengelak lagi, awalnya key mau menyembunyikan penyakitnya dari kakaknya. Dia tidak ingin menambah beban pikiran kakaknya.
"Ma.. maaf kak, iya aku mengidap tumor otak stadium satu" jelas key dengan nada takut dan tergagap
Rey yang mendengar langsung lemas dan terduduk diam.
"Ya Allah key, kenapa gak kasi tahu kakak?" Ucap rey lemas
"Aku gak mau ngebebanin kakak, lagian aku juga udah jalanin perobatan rutin kok dan hasil checkup [periksa] terakhir kata dokter tumornya udah mengecil" jelas key
"Besok kita langsung berangkat ke Singapore, kamu harus di rawat intensif disana, medis disana lebih menjamin" tegas rey
"Enggak kak, aku disini aja lagian udah mau sembuh kok" pinta key
"Enggak!! Dengerin kakak, besok juga kamu ngomong sama atasan kamu dan kamu harus ambil cuti satu bulan" tegas rey lagi
"Tapi kak aku baru aja cuti satu minggu" pinta key memelas
"Oke besok kakak yg datang ke kantor kamu dan ngomong sama atasanmu" tegas rey
"Kak, aku bukan anak kecil lagi!!" Bentak key
" Stop it! [Berhenti]! Cuma kamu yg kakak punya sekarang, kamu mau ninggalin kakak sendirian?? Kamu mau nyusul mama?! Gak ingat apa kata mama? Kita harus hidup sehat berdua dan gak boleh sendirian! Tega kamu!!" Bentak rey kesal dan pergi meninggalkan keyla.
Gubraaakkk...
Pintu kamar di banting Rey.
Key kaget matanya mulai berkaca-kaca, perlahan di deketinnya pintu kamar rey.
"Kaak maafin key, aku juga gak mau sakit kek gini" tangis key dengan nada terisak.
Dari dalam kamar tidak terdengar apa-apa, suasana menjadi hening. Yang terdengar hanya suara tetesan air dari kran westafel. Key beranjak naik ke kamarnya masih dengan pipi yang di basahi air mata.
Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dan rey langsung membuka pintu kamar keyla yang tak terkunci.
"Key, kakak udah telpon dokter kenalan kakak di Singapore sekarang juga kemasin barang-barang kamu, kakak udah beli tiket keberangkatan kita besok malam" jelas rey yang masih berdiri di depan pintu.
Key hanya melihat ke arah rey dan kembali menundukkan wajah. Rey mendekati key dan langsung memeluknya.
"Maafin kakak ya, kakak yg terlalu sibuk di luar negeri, gak bisa jagain kamu dan akhirnya kamu sakit gini" ucap rey mengelus kepala key.
"Gak ada yang salah kak, aku juga gak mau sakit.. tapi semua udah kehendak Allah mau gimana lagi" balas key dengan nada lemah.
Suasana ruangan berubah jadi haru.
Di Kantor
Key yang berusaha menenangkan diri dan mengambil nafas dalam-dalam sebelum menyerahkan hasil check up ke atasannya.
"Alhamdulillah, akhirnya di kasi kesempatan buat berobat satu bulan" pungkas key keluar dari ruangan.
Menit pun berganti jam dan matahari sudah hampir berada di ufuk barat.Key bergegas keluar kantor karena penerbangan jam 19.00, ia buru-buru pulang ke rumah dan rey sudah mengeluarkan semua koper di teras.
"Kakak udah order [pesan] taksi online, kita langsung ke Airport [Bandara] ntar telat"
Jelas rey buru-buru
Key hanya mengangguk.
Taksi pun datang dan mereka keluar komplek. Tiba-tiba mobil afy masuk komplek, mereka tampak berselisih jalan.
Ketika afy yang sudah buru-buru mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena gak sabar ketemu key, tapi malah key pergi meninggalkan rumah selama sebulan.
"Mungkin key belum pulang" gumam afy yg melewati depan rumah key yang terlihat sepi.
Malam ini key mendarat di Singapore dengan selamat.
Lampu gedung Marina Bay tampak menyoroti mata key.
Dan kelap kelip lampu Garden by the bay membuat mata tak ingin beralih menatapnya.
Key sudah berada di Apartemen Rey yang kebetulan berada di lantai paling atas.
Tampaklah kota Singapore dari balkon Apartemen.
"Kamu tinggal disini aja ya sama kakak, ntar kakak cariin kamu kerja disini" ucap rey menyodorkan teh ke adiknya yang masih berada di balkon.
"Aku udah nyaman di tempat kerjaku kak, dan aku gak mau ninggalin rumah.. rumah itu banyak kenangan sama mama" jelas key
"Hmmm oke lah, kalau kamu udah bosan kamu boleh datang kesini kapan aja" kata rey lagi.
****
Seperti biasa setiap sabtu dan minggu pagi afy bersepeda dengan key. Afy udah gak sabar bertemu key menuju rumahnya dengan sepeda. Di tunggunya key di tempat biasa di pinggir danau.
Sengaja tidak mengetuk pintu ataupun menelpon karena gak mau ngebangunin key.
Hampir tiga jam afy menunggu di tempat yang sama dan key belum juga keluar dari rumahnya.
Dia beranikan diri untuk ngebell rumah key beberapa kali tapi tidak ada sahutan.
Matahari juga sudah mulai terik, afy masih menunggu di teras rumah keyla.
Sementara itu Lisa juga tidak terlihat keluar rumah.
Afy sudah membawa bingkisan oleh-oleh dari luar kota buat key, dia hanya memandangi bingkisan tersebut.
Berkali-kali afy melintas dari depan rumah key dalam satu hari itu tapi tidak juga menemukan key.
Keesokan harinya dia juga melakukan hal yang sama, tapi tidak juga membuahkan hasil.
Kebetulan Lisa keluar dari kos, Afy pun menghampirinya.
"Sa, ada lihat key gak? Dia gak ada di rumah ya?" Tanya afy semangat
"Oh mbak key nya lagi di tugasin keluar kota kak, aku denger-denger sih gitu" jawab lisa
"Luar kota? Kemana Sa?" Tanyak afy kaget
"Kurang tau kak, ntar aku tanyain orang kantor deh" jawab Lisa
"Iya Sa tolong ya.. berapa lama kira-kira La? " tanya afy lagi
"Kalo gak salah satu bulanan gitu kak" jawab Lisa ragu
Afy yang mendengar itu langsung lemas dan tidak bersemangat lagi.
"Yauda deh, Makasi ya Sa" jawab afy dan pergi meninggalkan rumah Keyla.
Terlihat pandangan mata afy kosong dengan perasaan yang kecewa.
Dia coba telepon key berulang dan nomernya juga gak aktif.
Afy hanya punya satu nomor keyla dan tidak punya nomer w******p nya. Mulai bingung dan kembali ke kos Lisa. Afy ketuk pintu rumah Lisa.
"Sa, maaf ganggu lagi nih.. ada simpan nomor w******p keyla gak?" Tanya afy
"Lisa cuma simpan satu nomor aja dan nomor itu gak ada wa nya" jelas lisa menunjukkan ponselnya ke afy.
Nomor yang sama dengan yang afy simpan.
Raut muka afy menjadi sedih kembali.
"Sa tolong mintain ke temen kantor kamu ya besok" pinta afy dengan penuh harap.
"Okey, besok ya" jawab Lisa
"Makasi banyak ya, maaf ngerepotin aku pamit dulu" ucap afy meninggalkan rumahnya.