Berharap

1117 Words
Setiap pagi saat pergi kerja pandangan mata Afy selalu tertuju pada rumah Key, berharap ada yang keluar dari rumah namun semuanya hanya harapan yang tak berdasar. Seperti pungguk merindukan bulan hatinya selalu merasakan rindu yang hebat tetapi key bukanlah siapa-siapanya, Afy juga tidak mau terburu-buru untuk mengatakan cinta kepadanya, tak mau melakukan kesalahan ataupun penolakan dari key karena terlalu cepat dan tiba-tiba. Hari berganti hari hingga tak terasa sebulan telah berlalu. Pagi ini pemandangan tak biasa terlihat di depan rumah key saat afy pergi kerja. Mobil Key terparkir di depan rumah yang menandakan Key telah pulang. Tak langsung buru-buru menyapa Afy hanya tersenyum kemudian melanjutkan perjalanannya ke kantor. Afy sangat bersemangat hari ini, menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat tidak seperti biasanya yang hanya bermalasan dan menumpuk pekerjaannya. Selalu dipandanginnya jam tangan dengan perasaan tidak sabaran. Berbeda dengan Key, hari ini key kembali masuk kerja setelah cuti panjangnya. Selama cuti pekerjaan key di ambil alih oleh rekan kerja satu divisinya jadi ia tidak memiliki kerjaan yang menumpuk. Atasannya memaklumi kondisi key saat ini, hanya atasannya yang mengetahui penyakit serius yang di deritanya karena key meminta untuk merahasiakan dari siapapun. Beruntung key memiliki atasan yang sangat pengertian yang menganggap Key seperti anaknya sendiri. "Bagaimana hasilnya key? apa kamu udah merasa ada perubahan? " Tanya pak Indra (Bos Keyla di kantor) "Alhamdulillah sudah pak, tapi saya sebenarnya tidak suka pengobatan kemo dan berbau kimia lainnya, rasanya sangat sakit dan terkadang tubuh saya tidak sanggup menerimanya.. kalau saja kakak saya tidak memaksa saya akan tetap memilih tradisonal" Pak indra menghela napas "Key, seorang kakak pasti mau yang terbaik untuk adiknya begitupun orangtua.. kalau orangtua kamu masih hidup mungkin juga melakukan hal sama dengan kakak kamu, apapun itu saya harap kamu kuat menjalani semuanya. Semua usaha pasti ada hasilnya kita serahkan semua ke Allah, saya doain kamu cepat sembuh ya, InsyaAllah atas izin Allah" jelas pak indra "InsyaAllah, terimakasih ya pak atas support [dukungan] nya" balas key " Oia untuk pekerjaan kamu sudah di handle [tangani] oleh sita dan kawan-kawan. Saya bilang ke teman-teman kalau kamu dinas ke luar kota selama sebulan jadi kamu tenang aja semuanya gak ada yang tahu kok, tapi saya harap kamu mau berbagi tahu supaya orang-orang sekitar kamu juga mau support kamu key" jelas pak indra " Terimakasih banyak pak, tapi saya gak mau jadi beban untuk orang banyak apalagi pasti mereka merasa kasihan terhadap saya" jawab key " Setidaknya kamu punya support system [dukungan dari orang terdekat ] yang banyak bisa menjadikan kamu tetap kuat menjalani semua ini" jelas pak indra lagi. " Terimakasih pak, support system dari bapak dan kakak saya sudah lebih dari cukup bagi saya. Terimakasih sudah peduli pak" jawab Key "Hmmm baiklah.. nanti malam saya dan istri saya mau silaturrahmi ke rumah kamu boleh kan?" tanya pak indra "Gak usah repot-repot pak, saya kan udah masuk kerja" tolak key " Tidak apa-apa, anggap saja sebagai atasan yang peduli terhadap bawahannya. kamu kan masih sakit, apa saya ajak saja ya satu kantor ? " canda pak indra " Paaaakk !" jawab key dengan nada kesal " Ya kalau gitu jangan di tolak, oke sekarang kamu boleh kembali ke ruangan kamu" balas pak indra sambil bercanda. " Baiklah pak" key keluar dari ruangan. Teman satu divisi banyak yang kepo tentang perjalanan dinas Key. Mereka ingin dengar cerita banyak sementara Key terpaksa berbohong untuk hal ini. Detik berganti menit dan jam pun berlalu hingga jam pulang kantor pun tiba. Key pulang tepat waktu begitu juga dengan Afy. Afy yang sangat bersemangat cepat-cepat keluar kantor dan menuju parkiran terburu-buru. Sementara key menunggu di jemput kakaknya di lobby. Rey belum memberi izin keyla untuk berkendara karena masih masa pengobatan. " Kak, kita ke supermarket dulu ya belanja bahan makanan. Bos aku mau datang kerumah nanti malam katanya mau jenguk padahal aku dah larang" jelas key dengan muka jutek. " Ya gapapa, lagian bapak itu kan udah baik ke kamu" balas rey berkendara menuju supermarket. Afy yang terjebak macet menggerutu dan terus membunyikan klekson. Hampir setengah jam dia terjebak macet. Maksud hatinya mau cepat sampai agar cepat bertemu key gak tahunya nasib berkata lain. Disisi lain key masih berkeliling di supermarket hampir satu jam, tak lupa juga dia membeli makanan untuk hidangan nanti malam. Afy yang sudah sampai komplek dan melewati rumah key tidak menemukan adanya mobil Key. Masih sepi, Afy berbelok kembali keluar komplek sengaja menunggu di persimpangan sebelum masuk komplek. Hingga setengah jam menunggu dia melihat mobil key sudah memasuki komplek. Diikutinnya mobil key perlahan dan sangat pelan sampai akhirnya tiba di depan rumahnya Afy melihat pemandangan yang mengecewakan. Key keluar dari mobil bersama seorang cowok dan kemudian masuk ke dalam rumah bareng. Speechless [tak bisa berkata apa-apa] afy terbengong dan bertanya-tanya siapa lelaki bersama key. "Apa dia udah punya pacar? atau dia udah nikah selama ini?" Tanda tanya besar menghantui kepala Afy Terpaksa dia mengurungkan niat untuk bertemu Key hari ini Dirumah Afy tetap saja merasa gelisah, mondar mandir, linglung dan seperti orang yang sedang putus cinta. Ada perasaan sedih dan kecewa tetapi dia tidak mau langsung menyerah begitu saja tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Malam ini Afy beranikan diri lagi untuk datang ke rumah Key. Dia membeli kue terlebih dahulu. Dia cari cara sengaja menaiki mobil supaya Key gak berfikir bahwa afy sudah tahu kalau Key pulang. Di Rumah Keyla "Silahkan masuk Pak, Bu " Key mempersilahkan atasannya dan istrinya masuk Mereka duduk berempat diruang tamu bersama dengan Rey juga. Tak lupa Pak Indra dan Istrinya memberikan buah tangan karena statusnya sedang membesuk Key yang masih sakit. " Aduh Bu repot-repot" kata key sambil menerima buah-buahan dari Istri pak Indra. " Tidak apa-apa nak, terimalah " kata Bu Indra. Kemudian mereka berbincang tentang penyakit Key. Sementara di luar rumah. Afy melihat ada mobil lain di depan rumah Keyla. Dia mengurungkan niat kembali untuk berhenti di depan rumah key. Dikendarainya mobil perlahan sambil melihat kedalam rumah key yang pada saat itu pintunya sedang terbuka sepertinya lagi kedatangan tamu. Diparkirkannya mobil agak jauh dari rumah Key masih terus memantau rumahnya. Satu jam telah berlalu dan tamunya pun keluar dari rumah Key. Mereka berempat masih di teras, terlihat Key dan seorang lelaki yang dilihatnya tadi sore berpamitan dan melambaikan tangan ke sepasang suami istri paruh baya tersebut. Afy masih menerka-nerka dan penasaran. Dia bingung kenapa si lelaki tersebut malah ikut masuk ke rumah Key setelah itu. "Apa dia emang sudah menikah ya? Kalau belum menikah gak mungkin tinggal bareng??" Celetuk Afy yang berbicara sendiri. "Apa mungkin bapak dan ibu tadi adalah orangtua suaminya Key?" (mengingat kedua orangtuanya key sudah tidak ada lagi Hmmmh (pasrah) aku yang terlalu lama menyatakan cinta akhirnya udah didahuluin orang" ucap Afy sedih tak bersemangat lagi sambil menatap kue yang ada di sampingnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD