Kebenaran yang Mengerikan

1771 Words
Genah menjelaskan keanehan yang terjadi pada Celine. Selain itu, ia juga mendapati perubahan pada Celine, lebih tepatnya dari cara berbicara Celine yang terdengar lebih lambat. Biasanya Celine sangat cepat berbicara dengan suara khas yang melengking. Namun tadi, Genah mendengar suara Celine itu tampak lebih pelan dan lambat dalam berbicara. Awalnya Genah mengira kalau hal itu dipengaruhi oleh perasaan Celine yang masih berbunga-bunga. Namun semakin dipikirkan, perubahan itu memiliki kaitan dengan munculnya kembali bercak darah di tubuh Celine. "Pangeran Darchen menyuruhku untuk mengawasi Celine," ungkap Dion. "Jadi Pangeran Darchen telah memperkirakan kejadian ini. Itu artinya Pangeran Darchen tahu kalau darah Yumiro itu akan muncul lagi pada tubuh Nona Celine," simpul Genah dengan cemas. Ia begitu khawatir dengan keadaan Celine. Kejadian itu begitu langka. Bahkan tak pernah ia dengar terjadi sebelumnya. Jika Darchen saja sudah menyerahkan langsung pada Dion, itu artinya kasus tersebut sangatlah penting. Hingga ia memerintahkan orang kepercayaannya dalam menyelesaikan soal tersebut. Tetapi ada sedikit kendala dalam penyelesaian masalah yang timbul dari Celine, yaitu ketidaktahuannya mengenai darah Yumiro yang muncul perlahan meski sudah dihapus dengan magis. Tidak mungkin kembalinya bercak darah itu akibat magis yang terlalu lemah. Darchen adalah seorang berbakat dan memiliki kekuatan yang amat besar, mustahil terjadi akibat lemahnya sihir magis yang diberikan Darchen. Hipotesa kedua adalah, kembalinya bercak darah itu, terjadi akibat Yumiro yang terlalu kuat kebenciannya hingga begitu pekat di tubuh. Namu hal itu juga tidak mungkin. Sudah barang tentu kalau Darchen bisa mengatasi hal itu. Bahkan Pangeran Darchen itu sudah menghabisi Yumiro yang lebih kuat lagi kebenciannya. Tidak ada diantara keduanya yang menjadi penyebab pada kakus Celine. Ia sudah berpikir sangat keras mengenai pemecahan kasus, namun ia sama sekali tidak mendapat jawaban atas ketidaktahuannya mengenai darah Yumiro yang kembali lagi pada tubuh meski sudab dihapus dengan magis. "Apakah hal itu terlalu serius sampai kau tidak mengerti dengan kaus ini?" tanya Genah. Ia menunggu solusi dari Dion mengenai hal yang terjadi pada Celine. Jika dibiarkan terlalu lama dan tidak segera ditindaklanjuti, maka darah itu akan memekat di tubuh Celine. Yang tentunya hal itu akan membahayakan Celine sendiri, dan orang lain yang dekat dengannya. "Aku akan melihat kondisinya secara langsung," kata Dion yang sudah penasaran dengan darah tersebut. "Sebentar, Panglima. Nona Celine sedang beristirahat, ada baiknya kita melihat kondisinya nanti saja," usul Genah. Sebab ia melihat Celine masih tampak lelah. Wajahnya begitu lesu meski senyum telah menutupi raut itu. Namun Genah dapat membedakan ekspresi Celine. Ia tahu kalau sebenarnya majikannya itu sangatlah letih. "Baiklah," angguk Dion menyetujui. Mereka membiarkan Celine untuk beristirahat beberapa waktu. Hingga tubuhnya kembali fit. Genah kembali ke kamar Celine dan terus memantau kondisi Celine. Ia khawatir jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Darah itu tampak mempengaruhi Celine. Ia khawatir jika majikannya itu berubah akibat darah itu. Matahari sudah hampir terbenam, namun Celine belum juga terbangun dari lelapnya. Genah yang sudah menunggu sedari tadi merasa cemas. Tidak biasanya Celine tidur dengan durasi lama seperti saat ini. Ia langsung memanggil Dion, lalu menceritakan keadan Celine pada Panglima Dion. Dion langsung bergegas ke kamar Celine untuk melihat kondisinya. Sekilas Celine tampak baik-baik saja. Namun setelah mendekat, ada aura aneh yang terpancar dari Celine. Mata Dion langsung terfokus pada tengkuk leher Celine yang timbul nadi berwarna hijau menyerupai urat syaraf baru. Urat tersebut timbul dan teraba oleh tangan. Ia menyentuh leher Celine untuk memastikan bahaya atau tidaknya urat tersebut. Ketika tangannya menyentuh nadi itu, Dion langsung bisa merasakan aura negatif yang ditimbulkannya oleh urat tersebut. Tangannya seolah sedang memegang batu es yang teramat dingin. Dion langsung memeriksa tangan Celine melihat apakan ada aliran dingin di tempat lain, selain pada lehernya. Kebenaran pun terbukti. Dion mendapati sebuah selang nadi baru di tubuh Celine. Seolah ada pembuluh darah baru di tubuhnya. Sesuai dugaan Dion, Celine berpotensi menjadi Yumiro, sesuai dengan pembuluh darah baru yang ada tubuhnya. Yang lebih meyakinkan lagi adalah urat saraf tersebut timbul dan kasat apabila disentuh. "Apakah tidak sebaiknya kita bangunkan saja Nona Celine, Panglima?" usul Genah. "Hmmm," angguknya menyetujui. Genah langsung membangunkan Celine. Ia dengan pelan membisikkan nama Celine di telinga majikannya tersebut. Namun tidak ada respon sama sekali. Celine tidak memberi sinyal. Akhirnya Genah menggoyangkan tubuh Celine agar terbangun dari tidurnya. "Ge … nah? Ada apa? " Celine terbangun lalu meregangkan tubuhnya. Ketika matanya terbuka, dia langsung mendapati Dion berada di sebelahnya sambil menatap dengan sinis ke arahnya. Tentu hal itu membuatnya sangat terkejut. "Apa ada yang salah?" tanya Celine sambil membenahi rambutnya yang hancur. "Tidak ada, Nona. Hanya saja Panglima Dion diperintahkan oleh Pangeran Darchen untuk memeriksa keadaan Anda," jelas Genah. "Untuk apa? Aku baik-baik saja," ucap Celine kebingungan. Dion sepintas melihat mata Celine berubah dengan jangka yang pendek. Pupilnya seolah terlihat seperti reptilia. Namun seketika lagi kembali ke awal semula. Dion memberi kode pada Genah agar memperhatikan mata Celine. Beberapa saat kemudian mereka saling menatap satu sama lain. Ternyata benar yang dikatakan oleh Dion, mata Celine berubah, pupilnya menyerupai reptilia. "Kenapa kalian menatapku begitu?" tanya Celine keheranan. Dari tadi Dion dan Genah menatap dirinya. Mata mereka tidak berkedip menandingi dirinya. Celine melirik mereka satu per satu sambil menampilkan raut keheranan. "Apa yang terjadi padamu semalam?" tanya Dion. Ia mencoba mencari penyebab terjadinya perubahan aneh pada Celine. Jika saja Darchen berada di dekat mereka, pastinya akan lebih mudah. "Semalam? Tidak ada," jawab Celine. Ia benar-benar merasa tidak terjadi apapun terhadapnya. Soal luka itu, sepertinya bukan itu yang diinginkan oleh Dion. Akhirnya Celine tidak menjawab pertanyaan dari Dion. "Tentang Yumiro," ucap Dion. "Mereka hampir mengigitku, untungnya Darchen datang dan membunuh mereka dengan sekali bidik saja," cerita Celine sambil tersenyum bangga. "Apa kau sempat digigit atau semacamnya?" tanya Dion lagi. "Tidak," jawab Celine cepat dengan wajah kebingungan. Mengapa mereka menanyakan hal itu padanya. Dion semakin kebingungan. Jika tidak ada injeksi langsung dari Yumiro, mengapa terdapat bercak darah pada tubuhnya. Terlebih lagi dengan munculnya urat saraf baru. Hal itu terlalu sulit dicari solusinya. "Ngomong-ngomong, kalian kenapa menatapku begitu?" tanya Celine penasaran. "Nona, di bagian kiri tubuh Anda, terdapat pembuluh darah yang begitu aneh, kami khawatir jika hal itu membahayakan Anda," terang Genah. Celine spontan melihat tangannya dan meraba lehernya untuk memeriksa kebenaran dari perkataan Genah. Benar saja, di tangannya terdapat urat yang timbul. Ia langsung menyentuh wajahnya. Ia merasakan sesuatu yang janggal di wajahnya itu kemudian ia berdiri dari ranjangnya menuju cermin untuk melihat kondisinya sekarang kini. Betapa terkejutnya Celine saat melihat wajahnya, di sana terdapat bercak darah Yumiro kemarin lusa. Namun bedanya, darah itu tampak lebih gelap dari sebelumnya. Begitu pekat hingga terlihat menyatu pada wajahnya. "Huaa! Kenapa dengan mukaku?! Ahhhhh!" Celine dengan histerisnya berteriak tidak terima dengan apa yang telah terjadi pada dirinya. Ia tidak menyangka akan terjadi hal mengerikan pada dirinya. Perubahan itu sangat membuatnya shock. Hingga ia ketakutan saat melihat dirinya sendiri. Genah langsung menenangkan Celine dengan memegang tangannya dan meyakinkan majikannya tersebut untuk tidak perlu memikirkan apapun, sebab ia yakin, Dion akan mencari solusi yang tepat demi menangani kasus Celine itu. Lagi pula, Darchen tidak akan tinggal diam. Genah yakin, Pangeran Darchen telah mempertimbangkan hal itu sebelumnya. Sebab itu, Darchen meninggalkan Celine dengan pengawasan penuh dari Dion. Darchen pastinya telah memiliki rencananya sendiri. Ia yakin, Celine akan kembali normal lagi, dan tidak akan terjadi apapun padanya. "Bagaimana aku bisa tenang?! Aku ingin pulang!!!" teriak Celine keras. Ia dengan histerisnya menarik rambutnya karena merasa putus asa dan depresi. Celine sungguh tidak tahan lagi berada di dunia aneh itu lagi, ia ingin segera kembali ke dunia nyata. Tangisnya begitu menyedihkan, dan terdengar sangat pasrah dengan kematian, ia sudah tidak sanggup lagi terus-terusan berada di dunia Athiam lagi. Secepat mungkin ia menginginkan pintu pulangnya tampak. "Nona Celine, hamba mohon tenanglah. Semua akan baik-baik saja," kata Genah menenangkan. Ia mengajak Celine duduk di atas ranjang agar kembali tenang. Ia mengambil air hangat lalu memberinya pada Celine. Dengan harap yang besar, ia meminta agar majikannya segera pulih. "Genah, sebaiknya kau tenangkan saja Celine. Ia sedang kacau. Aku pergi mencari cara agar ia bisa kembali seperti sedia kala," perintah Panglima Dion. "Sebentar, Panglima. Pangeran Darchen berpesan agar kau tidak pergi kemana-mana dan selalu mengawasi Nona Celine," kata Genah mengingatkan. Genah takut jika Celine kenapa-napa. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Jika Dion berada didekatnya, setidaknya ia merasa aman dan memiliki persandaran. "Aku hanya mencari informasi di ruang baca Pangeran Darchen, semoga ada," jawab Dion. Ia kemudian pergi ke ruang tempat Darchen menyimpan berbagai jenis buku, yang mungkin bisa berguna untuk Celine. Ia mencari berbagai jenis buku yang cocok dengan kasus Celine. Sayangnya, tidak satu pun memuat kasus tersebut. Tidak putus asa, Dion terus mencari. Hingga ia akhirnya mendapatkan solusinya dari buku yang ia baca. Ternyata Celine bukanlah terjangkit kebencian dari Yumiro, namun reaksi itu terjadi akibat penyerapan sihir yang ada padanya. "Aku baru tahu ada sihir sejenis ini," gumam Dion saat membaca buku itu. Diduga, Celine adalah orang yang memiliki sihir jenis serap. Yaitu sihir yang mampu menghisap sihir lainnya. Baik itu dari penyihir maupun Yumiro sendiri. Meski terdengar hebat, namun juga sangat membahayakan orang yang memiliki sihir serap tersebut. Jika orang yang memiliki sihir serap tidak dapat mengontrol magisnya sendiri, yang ada ia akan menghisap semua sihir didekatnya hingga ia sendiri tidak bisa menampung magis yang ia serap. Hal itu mengakibatkan hancurnya sang pemilik sihir serap tersebut. Ia akan hilang menjadi debu karena dibakar oleh magis yang ia serap sendiri. Sampai disitu Dion paham, ternyata nadi yang timbul di tubuh Celine merupakan akibat serapan yang tidak terkontrol, hingga dengan sendirinya kekuatan sihir Yumiro terhisap masuk ke dalam tubuhnya. Lalu bagaimana dengan darah yang timbul di tubuhnya? Sudah barang tentu terjadi akibat tubuhnya yang tidak bisa menerima sihir kebencian dari Yumiro tersebut, hingga dengan sendirinya tubuh Celine bereaksi mengelus darah kebencian yang sudah sempat terhisap oleh magisnya. Pantas saja Celine dapat terbebas dari segel magis yang dibuat oleh Darchen, ternyata karena sihir serap yang ia miliki. Segel kastil juga dapat ia tembus, ternyata dikarenakan sihir hebat miliknya tersebut. Jika dipikir kembali bukankah hal itu sangat membanggakan. Ia bisa menjadi orang berbakat jika pandai dalam menggunakan sihirnya. Namun ia yakin, Celine tidak menyadari potensi yanh dimilikinya. Karena Darchen pernah mengatakan pada Dion, kalau Celine sebenarnya adalah orang asing yang masuk ke dalam dunia mereka. Meski tidak paham dengan perkataan Darchen tersebut, Dion menyimpulkan maksud pangeran tersebut, kalau sebenarnya Celine hanyalah manusia biasa yang masuk ke dunia sihir, yaitu kerajaan Athiam. "Apakah Pangeran Darchen sudah mengetahui hal ini?" tanya Dion dalam benaknya. Mungkin Darchen sudah mengetahui dari awal sihir yang dimiliki oleh Celine, sebab itu ia begitu menjaga wanita itu. Atau mungkin bisa jadi dikarenakan rasa penasarannya terhadap sihir yang dimiliki oleh Celine. Sebab, sangat jarang sekali, bahkan bisa disebut langka. Orang yang memiliki sihir serap hanya ada beberapa di dunia mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD