Author POV Arsen tidak benar-benar tidur. Sejak kepalanya menyentuh sandaran sofa dan matanya terpejam, kesadarannya tidak pernah sepenuhnya pergi. Ia hanya membiarkan napasnya teratur, membiarkan tubuhnya diam, membiarkan semua orang mengira ia sedang lelah—karena berpura-pura jauh lebih mudah daripada harus menjelaskan apa yang ia rasakan. Ia mendengar langkah kaki Gina. Pelan. Selalu pelan. Ia tahu suara itu. Sudah bertahun-tahun. Suara yang tidak pernah ingin mengejutkannya, tidak pernah ingin menuntut perhatiannya secara paksa. Saat selimut disampirkan ke tubuhnya, Arsen menahan napasnya sepersekian detik. Tangannya ingin bergerak. Ingin menahan. Ingin berkata, nggak usah. Tapi ia tidak melakukannya. Jari-jari Gina merapikan selimutnya dengan hati-hati. Terlalu hati-hati. Seol

