Author’s POV Kadang, pertemuan paling berkesan datang tanpa direncanakan. Bell menyadari hal tersebut sore itu, saat ia berdiri di depan minimarket tidak jauh dari sekolah, menatap rak es krim dengan wajah ragu. Jerry baru saja kabur dengan alasan "ingat ada tugas", yang padahal ia tau, Jerry sedang ada kencan dengan anak kelas sebelah, meninggalkannya sendirian dengan dompet tipis dan perut lapar. "Kenapa yang enak-enak mahal semua sih," gumam Bell sambil menyipitkan mata ke arah freezer. "Karena lo kebanyakan mikir, bukan kebanyakan uang." Suara itu datang dari belakang. Bell menegang. Ia berbalik perlahan, dan di sanalah Arsen berdiri. Kaos putih dengan logo merek kecil di d**a kirinya, seragam sekolah yang sudah tidak berkancing, rambut berantakan seperti habis kehujanan. "Lo n

