12

1358 Words

Author’s POV Bellvanya Aeryllin Hanne bukan tipe orang yang suka memperhatikan seseorang diam-diam. Biasanya kalau suka, ya terang-terangan. Kalau kesal, lebih terang lagi. Kalau penasaran—oke, yang ini agak abu-abu. Dan pagi ini, Bell melakukan sesuatu yang jelas-jelas masuk kategori tidak biasa. Mengikuti Arsen. Bukan mengikuti dalam arti menyeramkan, tentu saja. Ini lebih ke… berjalan dengan jarak aman. Jarak yang cukup untuk melihat, tapi cukup jauh untuk pura-pura tidak peduli. “Gue cuma kebetulan lewat,” gumam Bell pada dirinya sendiri untuk kesekian kalinya meyakinkan diri bahwa yang sedang ia lakukan ini bukan sengaja. Arsen berjalan di depan. Punggungnya tegak, langkahnya tenang. Tidak tergesa, tapi juga tidak santai. Seperti seseorang yang selalu tahu ke mana ia akan per

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD