Bab 10

1065 Words

Bagiku sabar itu sesuatu hal yang mustahil, sedangkan diam itu menyiksa batin. Namun ketika kucoba untuk bicara, semua kurasa percuma. Karena bermain hati di atas kata cinta adalah sebuah pilihan antara luka atau bahagia.    Menginap di rumah Zia adalah kebahagiaan tersendiri untukku. Dulu sebelum Zia menikah, aku tidak bertegur sapa dengannya adalah hal biasa saja. Berulang kali Zia mengoceh di depanku, sering kali kuanggap angin lalu. Namun ketika Zia telah menikah dan tinggal berbeda rumah, rasanya aku seperti kehilangan sebagian dari hidupku. Untuk itu ketika aku bisa menginap di rumah Zia, benar-benar aku memuaskan dahagaku untuk berbicara dengan Zia. Kami berdua membahas apapun yang mungkin bila didengar oleh orang lain adalah sebuah hal tidak penting. Tetapi bagi kami, pembicara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD