Bab 29

1317 Words

Aku lebih mengharapkan ending yang menyedihkan. Dibanding harus berharap ending bahagia, namun berakhir penuh luka.   Sekali lagi Jek berhasil menghipnotis pikiranku. Otakku terus mengulang kata-kata Jek kemarin saat kami bertemu. Dimana yang terluka bukan lo seorang. Tapi kami. Gue dan dia. Dia? Dia siapa? Batinku terus saja bersuara. Menebak-nebak tanpa tahu jawabannya. Semua seperti teka teki. Dan yang kutahu, orang-orang pencipta teka teki ini malah melarikan diri. Yaitu Zia dan pak Firman. Jika Zia memang diminta Tuhan untuk kembali padanya. Sedangkan pak Firman sendiri malah mengundurkan diri dari perusahaan. Aku pun baru tahu dari orang-orang yang bergosip di toilet. Laki-laki itu bahkan tidak bicara apapun kepadaku. Pantas saja ibu dan ayah berkata bila dia telah pergi. Ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD