Pindah Ke Apartemen..

1085 Words
 Setelah kejadian dua hari lalu saat Giselle datang menemui nya di rumah Roy, Abian memutus kan untuk membawa Adel pindah ke Apartemennya, karena khawatir jika nanti Giselle akan datang menemui nya lagi ke rumah, beruntung kemarin Roy dan Suci sedang tidak ada dirumah hanya saja dia harus membuat adiknya Shafa tutup mulut agar tidak memberitahu kan kejadian itu kepada kedua Orang Tuanya.   Awalnya Roy dan Suci tidak mengizin kan mereka untuk pindah, entah kenapa rasa nya berat bagi mereka jika Adel jauh dari jangkauan mereka, tapi Roy serta Suci tidak bisa berbuat apa-apa karena sekarang Adel adalah tanggung jawab putranya Abian.  Setelah sarapan tadi Adel dan Bian kembali ke kamar mengambil koper yang berisikan pakaian mereka, karena di Apartemen Bian barang-barang sudah lengkap semua termasuk perlengkapan dapur, jadi mereka hanya membawa pakaiannya saja. Abian tengah memasu kan koper milik nya dan juga Adel ke dalam bagasi mobil, setelah selesai dan rapih dia pun kembali menghampiri kedua Orang Tuanya yang berdiri didepan pintu.  "Bian, ingat! Jaga istrimu baik-baik jangan sampai kamu buat dia terluka apalagi sampai menangis" pesan Roy  "Iya, Pa!"  "Awas ya kamu jangan sampai lalai jagain Adel!" Kali ini Suci berucap  "Hm, iya Mama!"  Suci beralih menatap Adel lalu memeluk nya dengan hangat menyalurkan kasih sayang layak nya seorang Ibu kepada putrinya. Adel pun membalas pelukan Suci dengan erat "Jaga diri kamu disana sayang, kalau Bian berulah bilang sama Mama ya?"   "Iya Mama" jawab Adel dengan kepala mengangguk dan seulas senyuman nya. Mereka pun melerai pelukan nya  "Kalau Abian buat kamu nangis lapor sama Papa"! Ucap Roy seraya mengelus puncuk kepala Adel yang tertutup pasmina hitam.  Adel tersenyum mendengar perkataan Roy "Iya, Papa. Tapi aku yakin Mas Bian pasti jagain aku dan nggak akan buat aku menangis apalagi sakitin aku" ucap Adel lalu melirik sekilas pada Abian yang tengah menatap nya.  "Poko nya secepat nya kasih Mama dan Papa cucu ya" ucap Suci, membuat Adel dan Bian saling melempar tatapan.  "Yasudah, kita pamit dulu Ma, Pa" kata Bian mengalihkan pembicaraan  "Hati-hati ya kalian"  "Iya, Ma. Salam buat Shafa ya Ma, kita pamit" ucap Adel lalu menyalimi tangan Roy serta Suci bergantian dan di ikuti oleh Bian   "Assalamualaikum" salam keduanya  "Waalaikumsalam" jawab Roy dan Suci  Mereka berdua pun melangkah menuju mobil, dengan sigap Abian membuka kan pintu bagian penumpang untuk Adel, setelah nya dia berlari kecil memutari bagian depan mobil membuka pintu mobil dan duduk di balik kemudi, Abian menjalan kan mobilnya meninggal kan pekarangan rumah Orang Tuanya, Bian menekan klakson tanda bepamitan kepada kedua orang yang tengah melambaikan tangan nya menatap kepegian mobil sedan hitam itu.   "Seperti nya Abian begitu mencintai dan menyanyangi Adel Pa" ujar Suci yang melihat perlakuan Abian terhadap Adel  "Iya Ma, semoga Bian bisa menjaga dan membahagiakan Adel" harap Roy **  Sedan hitam milik Abian sudah berada di parkiran mobil khusus penghuni Apartemen, Bian segera keluar dari mobil dan mengambil kopernya di bagasi, dia tidak lagi membuka kan pintu untuk Adel, karena memang seharus nya seperti itu, dia akan bersikap manis pada Adel dan memperlakukan wanitu itu layak nya seorang Istri hanya di hadapan keluaraga nya terutama kedua orang tua nya, Roy dan Suci.    Adel tahu pasti bahwa tadi Bian hanya berakting romantis di depan Mertuanya, wanita berhijab itu pun lantas keluar dari mobil mengambil kopernya lalu mengikuti Abian masuk ke dalam gedung Apart. Mereka berjalan menuju lift yang akan mengantar kan mereka ke lantai yang di tuju.   Mereka berdua sampai di depan pintu bercat coklat, Bian mengetikan Pass Kode pintu Apartnya setelah terdengar bunyi bip pintu terbuka. Abian lebih dulu masuk ke dalam di susul oleh Adel di belakang nya dengan menyeret koper miliknya.  "Disini ada dua kamar, kamu bisa tidur dikamar situ" tunjuk Abian ke sebalah kirinya  "Lalu kamu Mas?"   "Saya tidur dikamar sini" tunjuk pria itu pada pintu di depan mereka, Adel mengangguk anggukan kepalanya  "Jangan pernah masuk ke kamar saya! Karena ini privasi saya, ngerti!" Setelah berkata seperti itu Abian melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu nya  Adel hanya bisa menghela nafasnya, dia pun berjalan masuk ke dalam kamarnya memindahkan pakaiannya ke dalam lemari. Selesai dengan beres-beres nya Adel berjalan menuju kamar mandi dia akan menyegarkan tubuhnya, selesai dengan mandi nya dan sudah memakai pakaian tak lupa kerudung bergo putih melekat di kepalanya, meskipun Bian suaminya tapi dia masih ragu jika harus melepas kerudungnya.  Saat ini Adel tengah berada di dapur, dia mencari bahan-bahan yang bisa dia masak untuk nya dan Bian makan siang, ternyata tidak ada bahan yang bisa dia masak, Adel menatap pintu kamar Bian lalu berjalan kesana setelah berada di depan pintu Adel menarik nafasnya lalu memberanikan diri mengetuk pintu kamar Suaminya Tok.. tok.. tok..  Tidak ada jawaban dari dalam, Adel mencoba sekali lagi mengetuk pintu Tok.. tok.. tok  "Mas.." panggilnya seraya mengentuk pintu, tapi nihil masih tidak ada jawaban dari dalam  "Hm, sepertinya dia tidur. Mas aku izin keluar ya, mau ke mini market beli bahan makanan" ucap Adel meminta izin karena bagaimana pun dia harus izin kepada suaminya, meskipun tidak akan Bian tanggapi.   Adel berjalan ke kamar mengambil dompetnya dan juga ponselnya, lalu berjalan keluar Apartemen menuju mini market terdekat disana, padahal dia belum hafal betul letak-letak nya dimana karena ini pertama kali untuk nya. Setelah berada di depan gedung Apartemen Adel menghampiri pos security untuk menanyakan dimana letak mini market disini  "Permisi Pak" panggil Adel sopan   "Iya Bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanya security disana  "Mini Market terdekat disini dimana ya Pak, soalnya saya baru disini jadi belum tahu" tanya Adel ramah  "Oh, Mini Market, Ibu tinggal jalan ke kanan tepat di samping gedung Apartemen ini ada Mini Market di sana"   Lantas Adel tersenyum ramah "Terimakasih Pak"  "Sama-sama bu"  "Permisi"  Adel pun berjalan sesuai intruksi dari security tadi, tak jauh dari gedung Apartemen ternyata ada sebuah mini market sepertinya penghuni Apartemen pun banyak yang berbelanja kemari. Adel masuk kedalam mini market itu lalu mengambil troli belanja dan mendorong nya mencari bahan-bahan makanan, wanita itu mengambil beras, minyak goreng, daging, sayur mayur, serta bumbu-bumbu lainnya. Setelah dirasa cukup Adel berjalan ke kasir dan membayar belanjaanya, sudah selesai semua wanita itu pun berjalan kembali menuju Apartemen kembali.  Saat di depan pintu Apartemen Adel bingung berapa pass kode nya, dia mengingat ngingat tadi saat Bian menekan beberapa angka disana, lalu dia mencoba nya ternyata tebakan nya benar pintu pun terbuka setalah nada bip berbunyi. Adel segera masuk dan merapihkan belanjaannya tadi, menyimpan nya dengan rapih di dapur. Dia pun memulai acara masak-masak nya sebelum Abian terbangun dia harus sudah selesai memasak dan menyiapkan makanan di atas meja makan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD