Hai readers
Author ingetin lagi, just info buat kalian yang ingin lihat cast pemeran di Masih Putih Abu-Abu coba buka YouTube ErenKa Studio. jangan lupa klik tombol subscribe juga lonceng yahh.
Karena bulan depan insyalloh author mulai upload video cerita novelnya. Nahh buruan segera check YouTube ErenKaaaaa yahh.!!!!!!
=====
Seperti yang sebelumnya Abel dan para sahabatnya rencanakan, hari ini mereka ramai-ramai menuju rumah sakit.
Tentunya Abel sudah memberi tahukan ayah bundanya.
Sebelum tiba dirumah sakit mereka mencari cemilan untuk dimakan ditempat.
"Nanti nginep lagi di RS..?"tanya BG saat mereka baru keluar dari kelasnya.
"Inshalloh, ogah sendirian."
"Kan bisa minta temenin Ai."
"Ehmm..." saat hendak menjawab BG HP Abel berdering.
Ayahcuuuu is calling....
"Iyaa ayah Abel baru keluar kelas."
"Kamu enggak usah kesini Bell, bunda pulang. Kalau mau jenguk bawa temenmu kerumah saja. Ayah sudah selesai administrasi kok."
"Gitu ya, hemmm okay ayah Wassalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Karena Bunda sudah keluar dari rumah sakit ayah memberikan kabar pada Abel agar menjenguk kerumah saja.
Beruntung saja Abel dan kawan-kawan belum menuju rumah sakit.
"Langsung kerumah aja yahh, bunda sudah Keluar RS."
"Lhaa kok cepet."tanya Dekka
"Hemmmb, enggak tahu."jawab Abel sambil menghendikan bahunya.
Segera mereka menuju parkiran dan berangkat ke rumah Abel bersama-sama.
Setibanya dirumah ternyata ayah bunda belum sampai, akhirnya mereka menunggu. Ada yang duduk di teras, ada yang dikebun bahkan ada yang sudah nongkrong di depan TV.
Abel dan Mbok Yem menyiapkan kamar bunda, sekaligus makan siang untuk teman-temannya.
Ternyata ayah sudah menelphone rumah, mengabari si mbok agar masak siang dilebihkan karena akan ada tamunya Abel.
Abel tiba dirumah mbok Yem sudah selesaikan pekerjaan rumah, Abel tinggal membantunya sedikit.
"Bell bunda sudah sampai."teriak Dekka
"Iyaa tunggu sebentar."
Abel segera berlari menuju ruang tamu, dilihatnya para sahabatnya sudah salim kepada kedua orang tuanya. Lalu ayah membawa barang-barang bunda ke kamar.
Bahkan tak nampak raut capek sedikitpun diwajahnya seharian menjaga bundanya.
"Bundaa, sudah sehat kok cuma sehari di RS."tanya Abel sambil memeluk bundanya.
"Abel pengen bunda lama disana."
"Ishhh, bukan gitu kan baru tindakan kok sudah boleh keluar."ucapnya sedikit manyun.
"Bunda gak sakit kok."
"Hahhhh, terussss."penasaran Abel, lalu bunda mendudukannya di kursi.
BG dan yang lainnya juga sama penasarannya.
"Jadi bunda gak sakit, tapi bunda......."
Flashback On
"Siang Bapak Ibu,
Perkenalkan saya dokter Firlie saya dokter Obgyn. Saya mendapat telp dari Dr.Adam tadi untuk konsulan kepada ibu.
Jadi apa keluhan ibu saat ini, Hari terakhir menstruasi tanggal berapa."
"Saya lupa dokter tanggalnya sekitar tanggal 20, dua bulan yang lalu. ini saya muntah terus, dan tidak enak makan."
"Anak pertama dan kedua usia berapa ibu, sekarang ibu usianya 39 tahun berarti anaknya sudah remaja iyah."tanya Dr.Firlie
"Yang pertama 15 tahun dokter, yang kedua meninggal lahir prematur 13 tahun yang lalu." jelas Bunda
Ayah dan Bunda hanya beda 1,5 tahun usianya lebih tua. Saat menikah Bunda berusia 24 tahun dan langsung hamil Abel.
"Baik saya periksa dulu yah ibu silahkan tiduran. Sebelumnya apa sudah coba cek air kencing."
"Hemmm, enggak dokter, saya tidak terpikirkan ke situ, karena saya fikir magh saya kambuh."jawab bunda.
"Ini ada ibu dedeknya, usianya sudah 7 minggu benar hampir dua bulan adeknya ini."jelas Dr. Firlie membuat senyum bunda mengembang.
"Anak emas yah bu, sudah dinanti lama pastinya. Tapi karena usia ibu mendekati 40, harus jaga kondisi ya bu, pak sementara batasi aktivitas dulu."
Jangan ditanya bagaimana ayah, beliau syok masih belum percaya, namun juga merasa senang sekali.
"Siapp dokter terima kasih."jawab ayah cepat.
"Saya kasih vitamin, 1 bulan lagi kontrol yah ibu."
"Baik dokter terima kasih banyak."jawab bunda
"Jadi ini masih perlu rawatkah dok."tanya ayah.
"Sebentar saya telp Dr.Adam dulu ya pak kalau dari saya lebih baik istirahat dirumah saja, Ibu kembali kekamar saja dulu nanti biar perawat yang memproses ini dokter Adam masih ada pasien."
Ayah bunda mengangguk dan berlalu menuju kamar perawatannya.
===
Flasback Off
"Jadi Bunda enggak sakit tapi bunda dapat rejeki buat Abel."jelas bunda menceritakan di rumah sakit tadi.
Abel senyum, Adik yang sudah lama dinantinya akan hadir lagi dan bahkan dia sudah meneteskan air matanya.
"Abel seneng nggak mau punya adek" sahut ayah dari kamar.
"Seneeeng banget ayah, sudah lama kan Abel mau."
Para sahabatnya dan mbok Yem merasa terharu, segitu rindunya Abel pada sosok adik yang dulu pernah hadir namun hanya sebentar.
"Owww jadi mau punya adek ya, makanya kok aneh-aneh pake minta jus mangga." celetuk Metta
"Ternyata Abel ikut ngidam Bun." sahut Dekka, bunda yang tadinya bingung dengan celetukan Metta akhirnya paham.
"Iyaa kemaren juga bunda minta telor gulung, 30 tusuk habis sendiri."balas Abel.
"Sama bunda juga di RS kemaren minta jus mangga untung ada, trus Abel dapet nggak jusnya."sahut ayah.
"Dapet kok ayah, tuh dicarikan Bagas walaupun enggak musim."seloroh Dekka.
"Hemm, ayah bunda ceritanya dari kemarin udah ngerepotin Bagas terus, makasih ya nak."ucap ayah, BG pun mengangguk.
"Hayukk maem dulu sama-sama makasih yah udah temenin Abel."sahut bunda.
Disinilah Abel bersama dengan BG dan para sahabat, memanjakan perut mereka yang tengah dijamu bunda.
Bahkan sang bunda meminta Abel untuk menyuruh Airin ikut bergabung agar semakin ramai.
"Hallo Ai.."
"Heii, iya Bell ada apa tumben telp."
"Kamu lagi dimana, sibuk nggak."
"Ini masih dijalan baru pulang ada ekskul, kenapa Bell.??"
"Mampir kerumah yah, ditunggu bunda nihh, ada anak-anak juga rame-rame."
"Hemmm okay wait me please."
"Siappp sedia nona."
*
*
Setelah Beberapa menit.
"Hai semua."ceplos Airin
"Assalamualaikum dulu begok." ucap Metta sambil menoyor Airin
"Astaga Bell nihh bocah kenapa galak amat, loe kasih makan apa."
"Dikasih mbok tulang belulang."sahut Abel.
"Loe kira gue anjhing Bell."
"Enggak usah dikasih belulang si Metta emang bawaan galak bin kejam." celetuk Kevin.
"Yahh Babi ngepet ikut2an."
"Hehh kambing bunting."balas Kevin
"Mana coba lilinnya biar gue mampusin tuh babi ngepet."potong Riki.
Sontak membuat gelegar tawa membahana, bahkan mbok Yem yang sedang didapur pun ikut meramaikan suasana.
Rasa syukur keluarga Abel yang mereka panjatkan kini akan hadir anggota keluarga baru yang sudah dinanti-nantikan.
"Ehh kalian ada yang minat masuk OSIS nggak.??"tanya Airin saat mereka berkumpul setelah menyelesaikan makan siang.
"Belum gue umumin di kelas Ai, lagi repot banget kemarin jadi lupa."jawab BG.
"Repot apaan loe bos kok g bilang-bilang biar gue bantuin."ceplos Kevin
"Loe begok Vin, si dia lagi repot sama doi lah. Apalagi coba."sahut Riki
"Gue kira ada urusan lain, lahh si Wira diem bae dari tadi. Tuh si Cindy ada didepan ngapain pake chat an segala, tinggal ngobrol langsung juga."seloroh Kevin, detik kemudian dia beringsut begitu dapat pelototan daru Wira.
"Emang iyaa Cin elo lagi chat an sama Wira..?"tanya Metta pada Cindy.
"Enggak Met, nih gue lagi nge game."tunjuk Cindy.
Cindy tidak terlalu suka menimpali obrolan para sahabatnya, dia lebih asyik main game atau baca novel online. Begitu pula dengan Wira, hampir sama dengan sifat Cindy. Bedanya Wira lebih suka game online Mobile legend.
*
*
Bersambung.