BAB18

947 Words

"Apa yang Kamu lakukan Mark?" suara dari arah belakang Mark terdengar sangat jelas. Mark terkesiap. "Pak Jaxton." Mark refleks bangkit dari duduknya. "Keruangan saya sekarang." Jaxton langsung bergegas berjalan menuju ruangannya. Mark mengerutkan dahinya, kedua matanya menoleh ke Anas dan Denada. "Kenapa lo di panggil?" Denada kebingungan. Mark menggedikkan bahunya. "Entahlah. Gue ke ruangan Pak Jaxton dulu." Mark berjalan menuju ke ruangan Jaxton. Anas di buat jantungan. Pikiran Anas bertanya-tanya, apakah karena Mark memukulnya? Kan cuma becanda. Kenapa Jaxton menganggapnya serius, pikir Anas. "Kenapa dengan si Mark, Nas?" "Mana gue tau Nad. Gue kan di sini sama lo," balas Anas. "Iya ya, gue lupa. Yauda, gue lanjut kerja Nas. Gue gak mau lembur," gumam Denada langsung menyentu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD