Bab 13 (perjanjian)

387 Words
Setelah masing masing sepakat dengan perjanjian enam bulan, mereka menjalani kehidupan mereka masing masing, bahkan Anna sudah mau makan bersama di meja makan, walaupun terlihat kaku, Arya berusaha untuk bersikap biasa saja "Apa kamu sudah siap untuk masuk ke dunia bisnis...."Arya membuka suara saat mereka berada di dalam mobil Rio hanya memperhatikan sepasang suami istri yang terlihat kaku melalui cermin dasboart, hanya rasa kasian dan saran saja yang bisa Rio bantu buat sahabat sekaligus bosnya itu di perusahaan Arya mengadakan pertemuan untuk mengenalkan Anna sebagai pimpinan baru mereka, Anna disambut baik oleh karyawan yang ada dan berharap memberikan kemajuan untuk perusahaan dan kesejahteraan para karyawannya Arya membawa istrinya untuk keruang kerjanya yang sudah di tata sebaik mungkin sesuai dengan selera istrinya Anna merasa tersentuh hatinya saat melihat ruang kerjanya, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan "Apa kamu senang... jika ada yang kurang kamu tinggal bilang saja..."Arya berkata sambil memperhatikan istrinya Anna tersenyum melihatkan lesung pipinya, baru kali ini Anna tersenyum pada Arya, Anna hanya menganggukkan kepalanya untuk menjelaskan kalau dia sangat senang "terima kasih..."suara Anna mengejutkan Arya Arya berbalik dan tersenyum " oya didalam laci ada kejutan buatmu... dan itu anggap sebagai ucapan selamat atas jabatan baru semoga kamu bisa memimpin dan merangkul seluruh pekerjamu" lalu Arya berjalan meninggalkan ruang kerja Anna Anna duduk di kursi kerjanya dan membuka laci dimana dia melihat sebuah kotak kecil, diambilnya kotak tersebut dan dibuka, terlihat sebuah kalung dengan liontin yang sangat cantik Anna meletakkan kalung tersebut di telapak tangannya, didalam hatinya dia mengagumi kalung tersebut karena terlihat sangat cantik Anna berdiri di depan cermin dan mencoba kalung berlian tersebut dan wanita itu sedikit melamun entah apa yang ada dalam pikirannya "Apa... mau aku bantu pakaikan...?" terdengar suara yang mengejutkan Anna "Irvaaaan...."Anna sedikit berteriak lalu sadar takut ada yang mendengar, Anna memukul bahu pria itu " kamu mengagetkan aku saja" "dari siapa perhiasan mahal ini "Irvan membantu Anna memakaikan kalung tersebut "Bukan dari siapa siapa hanya rekan bisnis baru yang memberi hadiah, bisa dunia bisnis....kamu tidak usah cemburu" Anna bergelayut di tangan pria itu "Maafkan aku sayang... aku belum bisa memberimu perhiasan mahal seperti ini..." Irvan memasang wajah sedihnya "aku tidak memerlukan perhiasan mahal dari kamu, asal kamu selalu setia di sampingku....aku sudah senang" Anna membujuk Irvan Pandai sekali pria itu mengambil hati Anna hingga membuat Anna menjadi bucin pada nya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD