Arya menelpon polisi melaporkan kejadian yang terjadi dan tak lama mereka datang karena kantor polisi tidak begitu jauh
"tangkap mereka semua... dasar preman kampung membusuk kalian di penjara..." lagi lagi Rio mengumpat
"ampun pak... ampun..." para pria yang wajahnya sangar itu terlihat babak belur di hajar Rio dan Arya
polisi membawa mereka kekantorr polisi untuk di proses kasusnya
"Anna..." Arya mendatangi Anna sambil langsung membuka jaketnya menutupi badan Anna yang menggigil dan ketakutan
"Is oke... jangan takut lagi kamu sudah aman"
Anna langsung memeluk Arya sambil menangis
"Tidak apa apa... kamu sudah aman... maafkan aku " Arya memeluk Anna
Arya menggendong Anna masuk kedalam mobil dan menenangkannya disana, Rio tidak mengizinkan pria itu menyupir mobilnya sendiri
"besok mobilmu akan aku urus, sekarang kalian aku antar pulang" Rio berkata
Didalam mobil Arya terus memeluk Anna yang tubuhnya gemetar dan berusaha menenangkan wanita itu
"Apa nyonya Anna perlu di bawa kerumah sakit..." Rio bertanya
"sebaiknya kita pulang, dua lebih aman dan nyaman jika dirumah, kamu telpon dokter keluarga suruh datang secepatnya" Arya memberi perintah
"baik boss" kata Rio
sesampainya dirumah bibi menyambut kedatangan mereka dan meminta bibi mengurus Anna
Arya pergi kekamarnya untuk membersihkan badannya, setelah membersikan badannya Arya duduk di sofa di ruang keluarga
"Bagaimana dengan Anna.." Tanya Arya pada bibi
"Dokter sedang memeriksanya..."kata bibi
"kalian sendiri... nak Arya... nak Rio..." bibi terlihat khawatir melihat pelipis Arya yang mengeluarkan darah dan sudut bibir yang juga terluka sedangkan Rio terlihat buku buku jarinya yang terlihat lebam
"lain kali jangan sok jagoan broo..." kata Rio ke Arya
"Apa kamu tidak ingat... dulu siapa yang sering mengalahkanmu...."Arya menyombongkan diri
"itu dulu bro.... sebelum jantungmu...."Rio memutus kata katanya karena dia merasa tidak enak pada Arya
"Kenapa...apa karena aku sudah cacat"Arya menatap Rio
"sudahlah.... maafkan aku....aku bukan mau menyinggungmu... tapi kamu hari ini sudah mempertaruhkan nyawamu..." Rio merasa tidak enak dengan sahabatnya itu
"oleh karena itu kamu harus selalu disampingku untuk menjagaku... "Arya tersenyum dan memukul lengan Rio "terima kasih..."
bersambung....