Bab 19 (kerasnya hati yang mencair)

387 Words
Anna berjalan terus sambil menelpon Irvan, hatinya sangat kesal dan marah sekali, tidak diperdulikannya hujan yang terus membasahi tubuhnya, dengan terus menarik kopernya dia terus berjalan "Irvan..... kenapa kamu tidak menjawab telponku..." Anna terus mencoba menelpon Irvan Irvan malam itu sedang asyik di sebuah clup malam bersama teman temannya di dampingi beberapa wanita, mereka minum minum, Irvan terlihat mabuk "Heiii... itu handphonemu berbunyi..." kata salah satu teman Irvan Irvan melihat kearah handphonenya "ada telpon dari Anna... dia begitu bucin padaku sampai sampai menelponku setiap saat..." kata Irvan sambil tertawa "Kenapa tidak kamu menjawab handphonemu..." "biarkan saja... biar dia tambah rindu padaku....ayo kita teruskan bersenang senangnya" Irvan berkata dengan percaya diri ***** Anna lama kelamaan merasa takut, badannya basah dan dia merasa kedinginan, beberapa kali dia memesan taxi online selalu di batalkan sama drivernya Malam makin dingin dan semakin menakutkan bagi Anna karena di daerah tempat tinggal Arya adalah kawasan sepi Hujan meninggalkan rintik rintik gerimis dan angin makin bertiup membelai malam, Anna duduk di sebuah halte Tak berapa lama datang tiga orang pria dengan wajah yang menakutkan "Hai cantik... sepertinya kamu kedinginan" kata pria itu "mau kami hangatkan..." Mereka tertawa melihat Anna yang terlihat ketakutan "mau apa kalian...aku mohon jangan ganggu aku..." Anna menangkupkan tangannya memohon karena hujan baju yang dikenakan Anna basah sehingga melihatkan lekuk tubuhnya dan membuat pria pria itu terangsang "pergi...pergi kalian jangan ganggu aku... atau aku berteriak" Anna mengancam "berteriaklah sayang... tidak akan ada yang mendengarmu... semakin kamu berteriak kami semakin menginginkannya..." Mereka tertawa kembali salah satu dari mereka memegang dagu Anna dan wanita itu menggigit tangan pria itu dan berusaha berlari mereka mengejar Anna seperti srigala yang mengejar mangsanya, sialnya Anna terjatuh dan mereka berhasil menangkap Anna dan membawanya ke dalam semak semak "TOLOOOOONG.....!!!!" Anna berteriak sambil membrontak saat mereka mau menjamah tubuhnya "Kurang Ajar Kaliaaan.... dasar tidak tahu malu" Arya menarik salah satu dari mereka dan langsung memukulnya Perkelahianpun tak terlaksana, Arya mempunyai bekal bela diri dari remaja jadi dia tidak takut melawan dan menghajar para preman walaupun Arya terkadang mendapat serangan balik dan mengenai wajahnya Tak lama Rio datang dan langsung membantu Arya mengalahkan tiga preman itu dikarenakan terlihat Arya ke sedikit kewalahan "ini baru adil.... dua lawan tiga... dasar b******k kalian, laki laki tidak bermoral" Rio mengumpat sambil menghajar mereka "beraninya main keroyokan...preman preman kampung" kembali Rio mengumpat bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD