Bab 18

218 Words
Rio yang mendapat kabar dari bibi asisten rumah Arya langsung meluncur, dia tidak mau terjadi apa apa pada sahabatnya Diluar terdengar suara guntur dan turunnya hujan yang membasahi jalanan, Arya masih diposisi yang sama duduk d sofa sambil meremas rambutnya, dia tidak memperdulikan monitor ditangannya yang terus berbunyi menandakan jantungnya bekerja dengan keras dan tekanan darahnya sedikit naik "nak Arya mohon maaf...bibi bawakan obat nak Arya, biar bisa tenang... " bibi memberikan segelas air minum "terima kasih bibi... aku tidak apa apa" "nak Arya bibi mohon maaf... bukan bibi mau mencampuri persoalan nak Arya, sebaiknya nak Arya jangan terlalu memaksa kan diri kalau bibi lihat ini tidak baik untuk kesehatan nak Arya sendiri" bibi terlihat khawatir "terima kasih bibi... selama ini sudah menjaga dan membantu Arya tolong jangan sampai hal ini papah dan mama tahu..." bibi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum saat melihat anak majikannya sudah merasa tenang "Tapi nak arya... ini sudah malam sekali kemana kira kira nyonya Anna pergi apalagi diluar hujan deras" bibi mengingatkan Arya Arya baru tersadar Anna keluar dari rumah hari sudah sangat malam dan untuk mendapatkan taxi online pun pasti susah "aku akan mencari Anna ...bi..." Arya mengambil jaket dan kunci mobilnya dan langsung keluar mencari Anna "sebaiknya tunggu nak Rio... " bibi berteriak tetapi Arya tidak mendengarnya, pria itu langsung melajukan mobilnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD