Arya dan Anna hidup seperti orang asing, mereka sibuk dengan urusan mereka masing masing, perusahaan pak Aditiya sementara diambil alih oleh Arya karena dia pemegang saham terbanyak disana
Arya berharap Anna bisa meneruskan usaha ayahnya, dia tidak ingin terkesan menguasai seluruh usaha pak Aditiya
Anna kembali menjalin hubungan dengan kekasihnya kembali, dia merasa tidak ada kendala lagi karena yang menentang adalah ayahnya sendiri
"Kapan kamu meminta cerai lagi pada orang itu.... aku lama lama merasa cemburu jika kamu selalu serumah dengannya..." Irvan memasang muka cemberut pada Anna
"sabarlah dulu...aku juga sedang berusaha untuk lepas dari laki laki itu..." Anna berkata dengan manja
Mereka saling melepas rindu di sebuah Cafe dimana mereka sering berjanji bertemu
Anna terlihat bergelayut manja di tangan Irvan, dia melupakan dirinya kalau dia sudah menikah
"Bagaimana dengan perusahaan ayahmu, seharusnya kamu yang meneruskannya.."Irvan menanyakan status perusahaan
"Kenapa kamu menanyakannya..."Tanya Anna
"Tidak apa apa... jika kamu bercerai dari suamimu kamu adalah pewaris satu satunya... jika kamu menjadi pemimpin di perusahaan ayahmu maka aku bisa membantu disana dan kita bisa hidup bahagia bersama" Irvan merayu Anna, sebenarnya ada maksud terselubung dari pria itu
"tenang saja aku akan melakukannya untuk kita..." kata Anna sambil dengan posisi bermanja di pangkuan Irvan
sesampainya dirumah Anna memikirkan kata kata kekasihnya dan semakin kuat niatnya untuk bercerai
bersambung....